DECEMBER 9, 2022
Lebak - Viral

OPD Diminta Optimalkan Medsos

post-img

Untuk Layani Masyarakat

LEBAK - Dinas Komunikasi dan Infor­matika (Diskominfo) Lebak men­dorong Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Lebak untuk meng­aktifkan media sosial (Medos) dan website. Tujuannya untuk mem­berikan informasi tentang program masing-masing OPD kepada masya­rakat.

Kepala Diskominfo Lebak Dodi Ira­wan menyatakan, medsos milik OPD harus aktif dalam merespons laporan masyarakat dan meng­in­for­masikan kegiatan dinasnya ma­sing-masing, baik di medsos mau­pun website.

“Kita selalu mendorong para kepala OPD untuk mengaktifkam medsos dan website, karena medsos itu sen­­diri kini sudah menjadi jembatan untuk warga agar bisa berkomunikasi dengan pemerintah daerah,” kata Dodi kepada Radar Banten, Rabu (13/9).

Diera digital, semuanya serba cepat. Masyarakat pun selalu ingin tahu apa saja yang dilakukan pemerintah. “Saya ingin masyarakat tidak ada yang kebingungan dengan pelayanan publik di pemerintahan. Melalui medsos, OPD bisa menyampaikan in­formasi kegiatan dan layanan me­reka kepada masyarakat,” ujarnya.

Berdasarkan hasil pengamatannya, ter­dapat beberapa medsos OPD yang kini sudah aktif dan bisa menjadi contoh OPD maupun instansi lain­nya, seperti medsos Dinas Kesehatan (Dinkes) yang secara aktif merilis setiap kegiatan di instansinya. Ke­mudian, Badan Perencanaan, Pe­ne­litian, dan Pengembangan Daerah (Bapelitbangda) dan Dinas Peter­na­kan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Lebak.

Kata Dodi, para admin pemegang medsos OPD diharapkan dapat mem­berikan respons yang tepat atas laporan masyarakat. Selain itu, dapat mem­bangun komunikasi yang baik dengan kepala dinas hingga kepala bidang yang ada di instansinya masing-masing.

“Dengan demikian, ketika ada la­poran masyarakat masuk bisa langsung di­komunikasikan dengan atasannya agar responsnya tepat dan sesuai pro­sedur. Terutama, jika sudah saya tag (tandai) akun medsosnya. Karena, sampai sekarang masih banyak laporan ma­suknya ke akun Bupati, sehingga saya harus tag ke masing-masing di­nas yang membidangi,” imbuhnya.

Pemkab Lebak saat ini tengah me­lakukan terobosan pembaharuan pada birokrasi dengan ditandai pengu­kuhan agen perubahan.

“Pemkab Lebak dituntut untuk me­lakukan perubahan dan pembaharuan dalam pelayanan publik, perubahan itu harus ditandai dengan aksi seperti yang tadinya layanan publik prosesnya panjang dirubah menjadi lebih simpel lagi dan lain-lainnya,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinkes Lebak Triatno Supiono melalui Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan (SDK) Endang Komarudin mengaku pihaknya saat ini terus mengaktifkan media sosial juga website Dinkes Lebak. Hal itu dila­kukan guna menyampaikan infor­masi seputar layanan Dinkes maupun Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM).

“Alhamdulillah sesuai arahan Kepala Dinkes kita setiap hari selalu posting ten­tang kegiatan juga layanan kami baik di Dinkes, Puskesmas maupun Rumah Sakit. Hal itu supaya masyarakat bisa tahu tentang layanan kita, jadi jika masyarakat butuh apa khususnya ten­tang layanan kesehatan tidak akan bi­ngung lagi,” kata Endang.(mg-02/tur)