Untuk Layani Masyarakat
LEBAK - Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Lebak mendorong Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Lebak untuk mengaktifkan media sosial (Medos) dan website. Tujuannya untuk memberikan informasi tentang program masing-masing OPD kepada masyarakat.
Kepala Diskominfo Lebak Dodi Irawan menyatakan, medsos milik OPD harus aktif dalam merespons laporan masyarakat dan menginformasikan kegiatan dinasnya masing-masing, baik di medsos maupun website.
“Kita selalu mendorong para kepala OPD untuk mengaktifkam medsos dan website, karena medsos itu sendiri kini sudah menjadi jembatan untuk warga agar bisa berkomunikasi dengan pemerintah daerah,” kata Dodi kepada Radar Banten, Rabu (13/9).
Diera digital, semuanya serba cepat. Masyarakat pun selalu ingin tahu apa saja yang dilakukan pemerintah. “Saya ingin masyarakat tidak ada yang kebingungan dengan pelayanan publik di pemerintahan. Melalui medsos, OPD bisa menyampaikan informasi kegiatan dan layanan mereka kepada masyarakat,” ujarnya.
Berdasarkan hasil pengamatannya, terdapat beberapa medsos OPD yang kini sudah aktif dan bisa menjadi contoh OPD maupun instansi lainnya, seperti medsos Dinas Kesehatan (Dinkes) yang secara aktif merilis setiap kegiatan di instansinya. Kemudian, Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bapelitbangda) dan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Lebak.
Kata Dodi, para admin pemegang medsos OPD diharapkan dapat memberikan respons yang tepat atas laporan masyarakat. Selain itu, dapat membangun komunikasi yang baik dengan kepala dinas hingga kepala bidang yang ada di instansinya masing-masing.
“Dengan demikian, ketika ada laporan masyarakat masuk bisa langsung dikomunikasikan dengan atasannya agar responsnya tepat dan sesuai prosedur. Terutama, jika sudah saya tag (tandai) akun medsosnya. Karena, sampai sekarang masih banyak laporan masuknya ke akun Bupati, sehingga saya harus tag ke masing-masing dinas yang membidangi,” imbuhnya.
Pemkab Lebak saat ini tengah melakukan terobosan pembaharuan pada birokrasi dengan ditandai pengukuhan agen perubahan.
“Pemkab Lebak dituntut untuk melakukan perubahan dan pembaharuan dalam pelayanan publik, perubahan itu harus ditandai dengan aksi seperti yang tadinya layanan publik prosesnya panjang dirubah menjadi lebih simpel lagi dan lain-lainnya,” terangnya.
Sementara itu, Kepala Dinkes Lebak Triatno Supiono melalui Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan (SDK) Endang Komarudin mengaku pihaknya saat ini terus mengaktifkan media sosial juga website Dinkes Lebak. Hal itu dilakukan guna menyampaikan informasi seputar layanan Dinkes maupun Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM).
“Alhamdulillah sesuai arahan Kepala Dinkes kita setiap hari selalu posting tentang kegiatan juga layanan kami baik di Dinkes, Puskesmas maupun Rumah Sakit. Hal itu supaya masyarakat bisa tahu tentang layanan kita, jadi jika masyarakat butuh apa khususnya tentang layanan kesehatan tidak akan bingung lagi,” kata Endang.(mg-02/tur)
Banten Hari Ini
- Utama
- Kab Serang
- Radar Serang
- Pandeglang
- Lebak - Viral
- Tangerang - Viral
- Olahraga
- Hukrim
- Love Story - Inspirasi
- Bisnis - Peluang Usaha
- Sambungan
- Cilegon
- Trendy
- Proud
- Cover Story
- Pesona Indonesia
- Legacy
- Kelurahan
- 18 PLUS
- MAMMY WOW
- ADVERTORIAL WARNA
- LRLA KOTA SERANG
- ADVERTORIAL BW
- KESEHATAN
- DP3AP2KB Kota Cilegon
- RADAR TRAVEL
- LPPD Tangerang
- 18 PLUS+
- ADV Pemkab Tangerang
- MOVIES
- PUPR LEBAK
- ADV PEMKAB PANDEGLANG
- GEN RB
- Serba Serbi Ramadan
- ADV PEMKAB PANDEGLANG 2
- HOBBY
- RAKYAT MEMILIH
- Potret Cilegon
- VIRAL
- LKBA Kabupaten Serang
- Academia Untirta
- INFO BHAYANGKARA
- INFO ADHYAKSA
