DECEMBER 9, 2022
Olahraga

PSSI Siap Tanggung Jawab Penuh

post-img

MELUNAK: Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan (merapatkan tangan) bersama jajarannya tiba di kantor Komnas HAM di Jakarta, Kamis (13/10).(NET)


JAKARTA - Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan menegaskan jika pihaknya akan bertanggung jawab penuh atas tragedi Kanjuruhan. Dia menyampaikannya saat menghadiri rapat koordinasi dengan FIFA dan AFC terkait proses transformasi sepak bola Indonesia.

Rapat ini sekaligus membahas terkait tim satgas transformasi sepak bola yang akan merumuskan kompetisi sepak bola menjadi lebih baik. Juga, beberapa hal lainnya, seperti terkait peran tim kesehatan dan pihak keamanan dalam pertandingan sepak bola.

Dalam pertemuan ini, Mochamad Iriawan menegaskan jika pihaknya akan bertanggung jawab penuh atas tragedi Kanjuruhan. Pihaknya juga akan mendukung penuh agenda tim transformasi sepak bola Indonesia. 

“Pertama-tama atas nama Federasi sekali lagi mohon maaf atas apa yang terjadi.”

“PSSI bertanggung jawab sepenuhnya atas kejadian ini.”

“Salah satu bentuknya hari ini (kemairn-red) sebagai jawaban bahwa kita sepakat bentuk task force atau satgas transformasi sepak bola,” ujarnya dalam jumpa pers di Hotel Fairmont, Jakarta Pusat, Kamis (13/10).

Sebelumnya, sikap PSSI melalui Ketua Tim Investigasi Tragedi Kanjuruhan Achmad Riyadh seolah melemparkan tanggung jawab pasca tragedi di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang itu. Mereka berlindung di balik Pasal 3 soal tanggung jawab yang tertuang dalam Regulasi Keselamatan dan Keamanan PSSI 2021. Hal ini disampaikan oleh anggota tim TGIPF Akmal Marhali seusai rapat antara TGIPF dan PSSI pada Selasa (11/10).

“Awalnya pak Riyadh (Achmad Riyadh-red) menjelaskan bahwa PSSI tidak dalam posisi bertanggung jawab terhadap kasus Kanjuruhan berdasarkan regulasi Pasal 3.”

“Udah itu saja, jadi menyampaikan itu dulu.”

“Tapi segala masukan dari kita kemudian diterima sebagai masukan yang baik,” kata Akmal Marhali seusai rapat. (BS/don)