CARENANG - Ibu-ibu Tim Penggerak PKK Kecamatan Carenang memproduksi batik dari pewarna alami. Sistem membatik yang disebut dengan istilah ecoprint ini dilakukan oleh perempuan yang tergabung dalam Ecoprint Cahaya Cinta Carenang.
Ketika Radar Banten mengunjungi kantor camat Carenang, Selasa (14/6) siang, terlihat ibu-ibu PKK tengah sibuk menjemur kain, merebus kain yang dicampur berbagai bahan dari kayu, serbuk, atau biji-bijian alami, serta mencetak berlembar-lembar daun di atas kain.
“Ini adalah proses ecoprint yang nantinya menghasilkan produk kain batik berbahan alami,” kata Ketua PKK Carenang Alvinna Amir.
Dijelaskan Alvina, ecoprint merupakan membatik dengan sistem menjiplak dedaunan dan kemudian mengukusnya, mirip seperti proses pembuatan batik, maka sering disebut juga batik ecoprint.
Wanita berkaca mata itu mengatakan, produksi batik ini baru dimulai Mei 2022. Namun sudah banyak konsumen yang memesannya. “Pewarna batik ini bersumber dari bahan alami seperti kunyit, cengkeh, secang, dan lainnya,” kata Alvinna kepada Radar Banten, Selasa 14 Juni 2022.
Proses membatik ecoprint ini tidak menimbulkan dampak negatif pada kesehatan ibu-ibu PKK. Selain itu bahan-bahan yang dibituhkan pun mudah didapat.
“Untuk motif gambar batiknya pun kita menggunakan berbagai jenis dedaunan yang dengan mudah kita dapatkan di lingkungan rumah,” katanya.
Produk batik ecoprint ini dijual dengan harga Rp400 ribu ukuran 2,5 meter. Sedangkan yang berbahan sutera ukuran 2,5 meter Rp1,2 juta .
Inspirasi Alvinna mengembangkan ecoprint ini bermula ketika ia mengikuti kursus membatik online dengan guru asal Jogjakarta dan Malang beberapa bulan lalu. Kursus ini ia ikuti dengan membayar pendaftaran jutaan rupiah.
Ketika sang suami, Arif Roikhan, diamanatkan mengemban tugas sebagai Camat Carenang awal 2022, Alvina pun mendapat tugas membuat program kerja sebagai Ketua Tim Penggerak PKK. “Akhirnya saya ajak ibu-ibu PKK lainnya untuk latihan ecoprint,” tuturnya.
Saat ini, ada sembilan orang tim inti untuk memproduksi batik. Satu produk dibutuhkan waktu enam jam. Bahkan ketika pesanan sedang banyak, dalam sehari bisa memproduksi 16 batik.
“Alhamdulillah Ibu Bupati Serang juga sudah memborong batik kami, beliau sangat mendukung kami,” ungkapnya.
Camat Carenang Arif Roikhan menilai, batik ecoprint ini sangat cocok diproduksi di Carenang karena lingkungannya masih pedesaan dan banyak pohon serta tanaman. “Kami berdayakan ibu-ibu PKK,” ujarnya. (drp/bie)
Banten Hari Ini
- Utama
- Kab Serang
- Radar Serang
- Pandeglang
- Lebak - Viral
- Tangerang - Viral
- Olahraga
- Hukrim
- Love Story - Inspirasi
- Bisnis - Peluang Usaha
- Sambungan
- Cilegon
- Trendy
- Proud
- Cover Story
- Pesona Indonesia
- Legacy
- Kelurahan
- 18 PLUS
- MAMMY WOW
- ADVERTORIAL WARNA
- LRLA KOTA SERANG
- ADVERTORIAL BW
- KESEHATAN
- DP3AP2KB Kota Cilegon
- RADAR TRAVEL
- LPPD Tangerang
- 18 PLUS+
- ADV Pemkab Tangerang
- MOVIES
- PUPR LEBAK
- ADV PEMKAB PANDEGLANG
- GAN RB
- Serba Serbi Ramadan
- ADV PEMKAB PANDEGLANG 2
- HOBBY
- RAKYAT MEMILIH
- Potret Cilegon
- VIRAL
- LKBA Kabupaten Serang
- Academia Untirta
- INFO BHAYANGKARA
- INFO ADHYAKSA
