DECEMBER 9, 2022
Hukrim

Takut Diculik, Siswa SD Lompat dari Motor

post-img

LEBAK-RS (9), menderita luka berat di kepala usai melompat dari sepeda motor yang ditumpanginya, Senin (13/6). Bocah asal Kampung Citaritih, Desa Pondok Panjang, Kecamatan Cihara, Kabupaten Lebak ini lompat lantaran khawatir diculik. 

Informasi yang diperoleh Radar Banten, awalnya, RS bersama rekannya MR (10), tengah asyik bermain ponsel di sebuah warung di Kampung Citaritih. Tak lama, dua siswa sekolah dasar (SD) ini dihampiri oleh seorang pemotor. Lelaki yang tidak dikenal itu menanyakan alamat kiai ternama di wilayah tersebut. Orang tidak dikenal (OTK) itu meminta agar diantar oleh keduanya. “Kedua bocah itu ikut naik motor buat nunjukin jalan. Tapi, sesampainya di depan rumah kiai, pria itu tidak berhenti. Dan malah memacu kencang sepeda motor yang ditumpangi oleh kedua bocah itu,” kata Kanit Binmas Polsek Panggarangan Ajun Inspektur Polisi Satu (Aiptu) Cecep Rahmat Hidayat dihubungi Radar Banten, Selasa (14/6).

Lantaran takut diculik, RS memutuskan lompat dari atas motor yang sedang melaju kencang itu. Sementara MR memilih tetap berada di atas motor hingga diturunkan pelaku di daerah Malingping.

“Saat itu RS meloncat, dia pun dapat luka berat pada bagian kepala dan gigi yang rontok tiga buah. Sementara RM tidak terluka, dia hanya dibawa oleh OTK dan diturunkan di wilayah Kecamatan Malimping,” kata Aiptu.

Warga kemudian membawa bocah tersebut ke RSUD Malingping. Sementara aparat kepolisian masih melakukan penyelildikan kasus tersebut. Mereka pun menggiatkan patroli di wilayah Panggarangan.

 “Dugaan sementara OTK itu mengincar HP korban, namun pelaku tidak sempat mengambil handphone korban, karena korban keburu loncat dari motor,” katanya.

Kepala Desa Pondok Panjang Subandi mengatakan, RS kini sudah kembali rumah usai usai mendapatkan perawatan di RSUD Malimping. “Saya berharap polisi segera menemukan pelakunya dan menindak dengan tegas, karena kejadian ini sangat meresahkan warga masyarakat,” ucapnya. (mg-02/nda)