DECEMBER 9, 2022
Cilegon

33 Ibu dan Bayi Meninggal Selama 2021

post-img

CILEGON - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cilegon mencatat angka kematian ibu dan bayi di Kota Cilegon di 2021 telah mencapai 33 orang. Angka ini diklaim masih di bawah angka kematian ibu dan bayi secara nasional. 

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Cilegon, Evelyn Yolanda Panggabean mengatakan, secara rinci untuk angka kematian ibu di Cilegon mencapai 21 orang sedangkan untuk kematian bayi mencapai 12 orang. 

“Total kematian ibu sebanyak 21 orang, di mana 13 ibu meninggal dunia pada pandemi covid 19. Jadi kalau diluar covid 19 justru baru ada 8 orang. Sedangkan, di 2022 angka kematian ibu dan anak sendiri saat ini baru 2 orang ditemukan. Semoga tidak bertambah lagi,” kata Yola, Kamis (14/7).

Yola mengaku, Dinkes Kota Cilegon terus menekan angka kematian ibu dan bayi di Kota Cilegon. 

“Kalau untuk 2022 sendiri, khusus untuk kematian ibu saat ini masih 2 orang. Namun yang jelas, di 2022 belum bisa dihitung karena belum setahun berjalan. Angka kematian itu haris dihitung dalam satu tahun,” ungkap Yola.

Menurutnya, ada dua faktor penyebab kematian ibu, yakni penyebab langsung dan penyebab tidak langsung. Penyebab langsung di antaranya seperti perdarahan, preeklamsia atau eklamsia dan infeksi. Sementara penyebab tidak langsung yaitu penyakit jantung, anemia, dan TBC. 

“Tinggi rendahnya angka kematian ibu dan angka kematian bayi menjadi indikator utama derajat kesehatan suatu daerah,” ujarnya.

Sementara itu, Seketaris Daerah (Sekda) Kota Cilegon Maman Mauludin, meminta semua lintas sektor mulai dari masyarakat, instansi terkait dan sektor swasta di Kota Cilegon mampu memperkuat dan memperbaiki pelayanan kesehatan. 

“Dalam menurunkan angka kematian ibu dan bayi ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah semata melainkan adanya campur tangan dari semua pihak,” tambah Maman. (bam/air)