DECEMBER 9, 2022
Tangerang - Viral

1 Juta Kendaraan Terpasang GPS Tracker

post-img

FOTO BERSAMA: Sejumlah karyawan berfoto di mobil yang sudah dipasang produk McEasy, di ICE BSD, Minggu (14/8).(saiful/radar banten)


McEasy Pasang Target 5 Tahun Mendatang

PAGEDANGAN-Perusahaan GPS Tracker (pelacak kendaraan), McEasy me­nargetkan dalam lima tahun ke de­p­an, 1 juta kendaraan sudah ter­pa­­sang produk mereka.

Head of Growth Strategy McEasy, Grady Kusmulyadi mengatakan, saat ini produk McEasy telah dipasang lebih dari 10 ribu armada. Kebanyakan di­pasang di dalam mobil-mobil in­dustri dan ekspedisi.

“Kita berharap lima tahun ke depan su­dah dapat mendigitalisasi 1 juta ken­daraan komersil menggunakan produk dan jasa kita,” ujar Grandy yang turut memamerkan produknya di Gaikindo Indonesia International Auto (GIAS), ICE BSD, Pagedangan, Ka­­bupaten Tangerang, Minggu, (14/8).

Me­nurut Grandy, pihaknya optimis menembus target itu. Sebab saat ini pro­duk McEasy dipercaya banyak pe­milik armada. Salah satunya pengu­saha otobus terbesar di Indonesia, Rosalia, MGM Bosco dan PT Bintang Harapan Makmur, perusahaan dis­tribusi produk minuman.

Di tempat yang sama, CEO Founder McEasy Raymond Sutjiono me­nam­bahkan, produk mereka memiliki ting­kat pelacakan yang keakuratannya mencapai 90 persen, jangkauan sinyal kuat, juga dalam satu platform dapat diapli­kasikan mode manajemen pe­ngiriman barang.

“Perusahaan logistik itu kan memiliki ar­mada seperti bus dan truk. Dan salah stau solusi kami bukan hanya GPS saja, tapi kita mendigitalisasi pe­ngiriman ordernya. Jadi bisa dalam satu platform di-manage (diatur-red),” jelasnya.

Raymond sedikit memberi gambaran tentang perusahaannya. McEasy me­nurutnya, merupakan perusahaan start-up stype A yang bergerak di bi­dang SaaS logistic. 

Sebagai penyedia GPS tracker, per­usahaannya memberikan kemudahan dalam membuat order dan perintah pengiriman, memantau keberadaan ken­daraan, status pengiriman, serta me­nyimpan data sopir, kendaraan, hingga data pelanggan.

“McEasy berharap dengan meng­gunakan solusi yang dikembangkan, perusahaan-perusahaan logistik dan transportasi di Indonesia dapat mulai meninggalkan penggunaan kertas dan pena. Sejalan dengan misi Pak Jo­k­owi yang ingin membawa digitalisasi dan kemajuan di sektor logistik,” je­las­nya. (ful/asp)