CETAK REKOR: Rizki Juniansyah (kiri) membawa Merah Putih bersama Ketua PABSI Banten Muhamad Yasin usai memecahkan rekor dunia di Islamic Solidarity Games 2022.
Islamic Solidarity Games 2022
TURKI – Prestasi gemilang terus dicetak Rizki Juniansyah. Di kejuaraan Islamic Solidarity Games 2022 di Konya, Turki, lifter muda Banten ini berhasil meraih tiga medali emas. Dia sekaligus memecahkan rekor dunia.
Rizki turun di nomor spesialisnya, kelas 73 kilogram. Atlet yang berlatih di Bulldog Gym di Kota Serang ini membukukan total angkatan 340 kilogram. Perinciannya, snatch 150 kilogram dan clean and jerk 190 kilogram.
Medali perak kelas 73 kilogram direbut oleh atlet Kazakhstan Alexey Churkin. Dia mencatat snatch 145 kilogram, clean and jerk 170 kilogram, dan total angkatan 315 kilogram.
Sementara, medali perunggu disegel atlet Arab Saudi Abdulrahman Abeladi dengan total angkatan 296 kilogram. Yakni, snatch 130 kilogram dan clean and jerk 166 kilogram.
Dengan tiga medali emas itu, catatan angkatan Rizki Juniansyah memecahkan rekor dunia. Di Islamic Solidarity Games 2022, dari snatch 143 kilogram menjadi 150 kilogram, clean and jerk dari 175 kilogram menjadi 190 kilogram, dan total angkatan dari 318 kilogram menjadi 340 kilogram.
Tentu prestasi ini membuat Rizki Juniansyah gembira. Dia berhasil mempertahankan performanya setelah berlaga di Uzbekistan, belum lama ini.
“Kemenangan ini hasil latihan keras selama ini dan doa dari seluruh rakyat Indonesia. Saya bergembira bisa terus berprestasi dan membawa nama harum Indonesia di kancah internasional,” katanya.
Dia mengaku akan terus berlatih untuk mempersiapkan diri guna menghadapi kualifikasi Olimpiade 2024 di Paris, Prancis.
“Tidak berhenti di sini. Setelah pulang dari Turki, saya akan fokus untuk berlatih guna mengumpulkan poin agar bisa berlaga di olimpiade,” ujar Rizki Juniansyah.
Ketua Perkumpulan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PABSI) Banten Muhamad Yasin ikut gembira dengan prestasi kelas dunia yang kembali diukir Rizki Juniansyah di Islamic Solidarity Games 2022. Persaingan di kejuaraan ini juga ketat karena diikuti lifter dari berbagai negara.
“Selama ini Rizki berlatih maksimal baik di Bulldog Gym atau di Pelatnas. Saat libur latihan, saya juga terus memberikan program agar penampilan Rizki terus meningkat,” jelas Yasin yang ayah kandung sekaligus pelatih Rizki Juniansyah.
Terkait prestasi Rizki Juniansyah yang terus diukir, Yasin berharap agar pemerintah daerah memberikan perhatian khusus. Yakni, bantuan sarana untuk berlatih para lifter, mengingat tempat latihan di Kota Serang saat ini dinilai masih kurang memadai.
“Kami ingin mencetak Rizki lainnya dari Banten. Dibutuhkan sarana yang memadai agar bisa menggali potensi atlet angkat besi usia muda nantinya dari Banten agar berprestasi di tingkat nasional maupun internasional,” tutup Yasin. (hendra/don)
Banten Hari Ini
- Utama
- Kab Serang
- Radar Serang
- Pandeglang
- Lebak - Viral
- Tangerang - Viral
- Olahraga
- Hukrim
- Love Story - Inspirasi
- Bisnis - Peluang Usaha
- Sambungan
- Cilegon
- Trendy
- Proud
- Cover Story
- Pesona Indonesia
- Legacy
- Kelurahan
- 18 PLUS
- MAMMY WOW
- ADVERTORIAL WARNA
- LRLA KOTA SERANG
- ADVERTORIAL BW
- KESEHATAN
- DP3AP2KB Kota Cilegon
- RADAR TRAVEL
- LPPD Tangerang
- 18 PLUS+
- ADV Pemkab Tangerang
- MOVIES
- PUPR LEBAK
- ADV PEMKAB PANDEGLANG
- GAN RB
- Serba Serbi Ramadan
- ADV PEMKAB PANDEGLANG 2
- HOBBY
- RAKYAT MEMILIH
- Potret Cilegon
- VIRAL
- LKBA Kabupaten Serang
- Academia Untirta
- INFO BHAYANGKARA
- INFO ADHYAKSA
