DECEMBER 9, 2022
Lebak - Viral

Kasepuhan Cisitu Curhat Soal Infrastruktur

post-img

SEREN TAHUN: Bupati Iti Octavia Jayabaya menghadiri Seren Tahun Kasepuhan Cisitu di Kecamatan Cibeber, kemarin.(Yusuf Permana/Radar Banten)


LEBAK - Kasepuhan Cisitu di Desa Kujangsari, Kecamatan Cibeber, meng­gelar acara seren tahun. Kegiatan ta­hunan tersebut dihadiri Bupati Iti Octavia Jayabaya dan sejumlah pejabat di ling­kungan Pemkab Lebak, Minggu (14/8).

Dalam kesempatan itu, kasepuhan me­minta kepada Bupati untuk lebih mem­perhatikan infrastruktur dan sa­­rana kesehatan dengan membangun puskesmas pembantu alias Pustu di wilayah Kasepuhan Cisitu.

“Kami berharap Bupati dapat mem­per­­hatikan sarana infrastruktur juga mem­­bangun Pustu di Cisitu. Karena masya­­rakat adat sangat membutuhkan ke­duanya, mengingat jarak dari wilayah adat ke Puskesmas Cibeber jauh. Be­lum lagi jalan yang rusak,” kata Tokoh Ka­sepuhan Cisitu Yoyo Yohenda ke­pada Radar Banten.

Yoyo mengatakan, Kasepuhan Cisitu yang sudah ada sejak 1621, kini ber­jumlah 7.000 jiwa dan tersebar di Desa Kujangsari dan Situmulya. Adapun luas lahan sekitar 7.266 hektar dan masya­rakat mayoritas berprofesi se­bagai petani. Sehingga, sarana infras­truk­tur sangat penting bagi masyarakat adat.

“Saat ini perlu diakui jika masyarakat Cisitu kalau belanja itu ke Sukabumi, berobat juga sama. Karena akses ke sana lebih cepat dibandingkan jika harus ke RSUD Malingping yang harus menempuh waktu sekitar 1 jam,” ujar­nya.

Dengan adanya akses jalan yang ba­gus, maka perekonomian masyarakat adat dapat terbantu. Karena masyarakat akan dengan mudah membawa hasil bumi ke perkotaan. Terlebih, pihaknya juga merencanakan Kasepuhan Cisitu ini dapat menjadi wisata konservasi. Untuk mewujudkan itu, diperlukan bantuan dari Pemkab Lebak juga Pe­merintah Provinsi Banten. 

“Di Cisitu ini kita memiliki 18 ritual adat dengan puncaknya seren tahun. Nah kita berencana seren tahun ini akan menjadi destinasi wisata konser­vasi baik budaya maupun religi, karena di Cisitu ini kita memiliki banyak bu­daya seperti debus, jaipongan juga pa­norama alam yang indah dan masih asri,” ungkapnya.

Bupati Iti Octavia Jayabaya me­ngatakan, pihaknya sudah melakukan penangganan terhadap akses jalan me­nuju kasepuhan Cisitu. 

“Penanganan sudah kita lakukan sedikit demi sedikit, karena memang kami bukan mengabaikannya tapi kami membagi porsi anggaran dengan skala prioritas yang telah disepakati,” kata Bupati.

Menurutnya, penanganan akses jalan tidak mudah, terlebih medan me­nuju Kasepuhan Cisitu yang terdiri dari per­bukit­an sehingga diperlukan perencana­an yang matang juga ang­garan yang be­sar.

“Kita akan lakukan penangganan secara bertahap, seperti kemarin kita melalui anggaran pemeliharaan sudah me­lakukan betonisasi akses jalan menuju Cisitu,” jelasnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa pe­me­rintah daerah sudah mempunyai master plan dalam mengembangkan pa­riwisata di wilayah Lebak bagian se­latan, yakni dengan penyusunan Geopark Bayah Dome yang juga me­liputi Kasepuhan Cisitu.

“Saya bersyukur di Lebak ini terdapat beragam budaya dan tradisi dan ini adalah salah satu kekayaan kita yang harus dilestarikan. Rencana Geopark Bayah Dome terdiri dari 32 side ini merupakan upaya akselerasi dari kekayaan alam dan adat yang bertujuan untuk mewujudkan wisata, sehingga dengan begitu dapat menciptakan kebangkitan ekonomi,” pungkasnya.(mg-02/tur)