DECEMBER 9, 2022
Utama

Mencari Bibit Berbakat untuk Timnas Indonesia

post-img

LIGA SANTRI: Komandan Korem 064 Maulana Yusuf Brigadir Jenderal TNI Yunianto (kiri) memberikan piala kepada kapten Ponpes Nasrul Ulum yang menjadi pemenang Liga Santri di Stadion Maulana Yusuf, Ciceri, Kota Serang, Sabtu (13/8). 

Nasrul Ulum Juarai Liga Santri

Pondok Pesantren (Ponpes) Nasrul Ulum dari Kota Cilegon menjadi juara satu Liga Santri PSSI di Wilayah Provinsi Banten tahun 2022. Pada partai final yang dihelat di Stadion Maulana Yusuf, Ciceri, Kota Serang, Sabtu (13/8), Ponpes Nasrul Ulum menang tipis 1-0 atas Ponpes Al Mizan dari Kabupaten Lebak. 

PADA perebutan tempat ketiga diraih oleh Ponpes Darul Qur’an dari Kota Tangerang setelah mengalahkan Ponpes Matla’ul Anwar dari Kota Se­rang. Selain mencari tim terbaik, kejuaraan Liga Santri tersebut juga mencari pemain terbaik dan top skor atau pencetak gol terbanyak.

Untuk pemain terbaik disabet oleh Sutisna dari Ponpes Nasrul Ulum. Se­dangkan top skor diraih oleh Andika dari Ponpes Al Mizan. 

Komandan Korem 064 Maulana Yusuf Bri­gadir Jenderal TNI Yunianto menga­takan, Liga Santri PSSI Zona Banten di­se­lenggarakan sejak Selasa (9/8). Kom­petisi yang memperebutkan piala Kasad tersebut diikuti oleh ponpes yang ada di kabupaten/kota di Provinsi Banten. 

“Hari ini (Sabtu, 13/8) penutupan Liga Santri untuk wilayah Provinsi Banten. Sebelum dilakukan penutupan dilaksanakan pertandingan final antara Ponpes Nasrul Ulum dari Cilegon dengan Al Mizan dari Kabupaten Lebak. Alhamdulillah, yang mendapat juara Ponpes Nasrul Ulum,” ungkap Yunianto. 

Yunianto menjelaskan, tujuan di­ada­kannya kompetisi Liga Santri untuk mencari bibit berbakat untuk tim na­sional (timnas) Indonesia. “Tujuan dari Liga Santri ini adalah mencari bibit sepak bola nasional khususnya,” ungkap Yunianto. 

Ia mengatakan, yang ada di Indonesia tidak hanya jago di bidang agama. Ter­bukti, di bidang sepak bola, santri di Indonesia kini sukses meraih prestasi baik nasional maupun ditingkat inter­na­sional. “Ada sumbangsih santri ter­hadap pemain PSSI baik di usia dibawah 19 tahun, dan 23 tahun. Selama ini cukup bagus (pemain dari santri-red),” kata Yunianto. 

Yunianto mencontohkan, pemain sepak bola berlabel timnas dengan latar belakang santri adalah Nadeo Arga Winata dan Muhammad Rafli Mursalim. Kedua pemain tersebut kata dia menjadi bagian timnas Indonesia. “Ada Rafli, Nadeo. Mudah-mudahan santri dari Provinsi Banten bisa menjadi pemain nasional dan go I nternasional,” ungkap Jenderal TNI bintang satu tersebut. 

Yunianto mengatakan, kompetisi Liga Santri tidak akan berhenti di daerah saja. Kompetisi Liga Santri akan kembali dipertandingkan di tingkat nasional pada Oktober 2022 di Jakarta. “Liga Santri akan ditandingkan lagi antar provinsi di seluruh Indonesia di Jakarta,” Yunianto. 

Untuk membentuk tim terbaik, pemain-pemain berbakat dari Liga Santri zona Banten akan dikumpulkan menjadi satu tim. “Nanti kita mix (gabung-red), kita ambil satu-satu mana yang terbaik untuk kita jadikan satu tim karena kita ini mewakili Provinsi Banten,” kata Yunianto. 

Agar tim menjadi solid dan kompak, tim yang telah terbentuk nantinya akan dilakukan pemusatan latihan atau training center selama satu bulan lebih. “Ada satu satu bulan lebih untuk training center,” ungkap Yunianto. 

Yunianto meminta agar masyarakat Banten turut mendoakan para santri asal Banten yang akan berkompetisi di tingkat nasional. “Mohon doanya dari masyarakat Banten mudah-mudahan Provinsi Banten bisa mendapatkan hasil terbaik,” tutur Yunianto. (fam/nda)