DECEMBER 9, 2022
Hukrim

SMPN 5 Cibeber Dibobol, Rugi Rp166 Juta

post-img

LEBAK - SMPN 5 Cibeber, Kabupaten Lebak, menjadi sasaran kawanan maling. Komputer, tablet, dan barang berharga lainnya dilaporkan hilang, Minggu (14/8) pagi.

Informasi yang dihimpun, aksi pencurian ini baru diketahui pada Minggu (14/8) sekira pukul 08.00 WIB. Ada tiga ruangan di SMPN 5 Cibeber yang diboangkar pelaku.

Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Lebak Wawan Ruswandi membenarkan kejadian. Katanya, kasus ini kali pertama diketahui oleh salah satu guru SMPN 5 Cibeber yang hendak mengantarkan peralatan camping.

“Ya, kita mendapatkan laporan bahwa SMPN 5 Cibeber sudah dibobol maling, hal itu diketahui setelah Suhendar, salah satu guru di sekolah itu me­ngantarkan peralatan camping yang baru digunakan para siswa sekolah,” kata Wawan kepada Radar Banten.

Kata Wawan, saat mengantarkan peralatan camping, Suhendar menemukan ruang Tata Usaha SMPN 5 Cibeber sudah berantakan. Suhendar lalu memeriksa ruangan lainnya. Ruang Guru dan Ruang Kurikulum SMPN 5 Cibeber juga dalam kondisi serupa.

“Ketika masuk dan melihat ruang sekitar, guru ini (Suhendar-red) mulai curiga ada orang lain yang telah memasuki ruangan tersebut karena terlihat berantakan dengan pintu-pintu lemari yang terbuka, barang-barang berharga sudah tidak ada ditempatnya, loker-loker meja sudah dikeluarkan isinya. Ia pun lantas mencoba melakukan pengecekan ke bagian pintu tengah ruangan tersebut, dan gembok pintu dan tralisnya sudah dibongkar paksa,” jelas Wawan.

Adapun peralatan sekolah yang hilang, sebut Wawan, adalah tiga unit komputer merek Acer 3, satu unit printer merek Epson, 63 unit tablet SPC L70, dan satu unit keyboard merek Yamaha. “Kerugian yang ditaksir dari kejadian tersebut mencapai Rp166.650.000,” katanya.

Kanitreskrim Polsek Cibeber Bripka Iwan Gustiawan mengkonfirmasi bahwa pihaknya sudah menerima laporan kasus pencurian di SMPN 5 Cibeber. “Kami sudah ke tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa lokasi,” katanya.

Iwan menjelaskan, kasus pencurian ini diduga terjadi saat pihak sekolah melangsungkan kegiatan camping sejak Jumat (12/8). Kondisi sekolah yang sepi dimanfaatkan pelaku.

“Kondisi sekolah sedang kosong, termasuk satpam ikut kegiatan. Saat pihak sekolah datang hari ini (kemarin-red) ruangan sudah acak-acakan,” tuturnya.

Kata Iwan, pelaku mengambil komputer dengan mencongkel Ruang Guru, Ruang TU, dan Ruang Kurikulum SMPN 5 Cibeber. Gembok dari Ruang TU dan Ruang Kurikulum pun diamankan sebagai barang bukti.

Hasil penghitungan sementara, kerugian akibat kasus ini mencapai Rp166 juta, karena satu unit tablet dinilai seharga Rp1,9 juta. Polisi akan melakukan pemeriksaan terhadap para saksi di sekitar lokasi selama kondisi sekolah sepi.

“Kita mau memeriksa CCTV yang ada di Indomaret dekat lokasi, siapa tau ditemukan ada kendaraan melintas yang mencurigakan. Selain itu juga akan memeriksa warga dan satpam yang ada di kantor dekat sekolah,” pungkas Iwan. (mg-02/don)