DECEMBER 9, 2022
Utama

Awarding LRLA Kota Serang Tahun 2022 Partisipasi Masyarakat Meningkat

post-img

AWARDING: Walikota Serang Syafrudin (kelima kanan) didampingi Direktur Utama Radar Banten Mashudi (ketiga kanan), Kepala DP3AKB Kota Serang Anthon Gunawan (kelima kiri), Ketua TP PKK Kota Serang Ade Jumaiah (keempat kanan), Kepala Staf Kodim 0602/Serang Letkol Inf Augusto Moniz Lopes (kedua kanan) dan Kabag SDM Polresta Serang Kota Kompol Salahuddin (keempat kiri), berfoto bersama dengan juara umum Lomba Resik Lan Aman 2022, di Graha Pena Radar Banten, Kota Serang, Rabu (14/9). 


SERANG–Partisipasi masyarakat m­enata ling­kung­an dalam pelak­sa­naan Lomba Resik Lan Aman (LRLA) Kota Serang tiap tahun me­­nga­lami pe­ningkatan. Hal ini da­pat dilihat dari meningkatnya jum­lah lingkungan yang melak­sa­na­kan penataan. 

Demikian terung­kap pada acara Awar­ding LRLA Kota Serang Tahun 2022 yang digelar di Radar Banten Are­na, Kota Baru, Ke­camatan Serang, Rabu (14/9).

Acara tahunan tersebut, dihadiri Wa­­likota Serang Syafrudin, Direktur Uta­ma Radar Banten Mashudi, Ke­tua TP PKK Kota Serang Ade Jumaiah, Kabag SDM Polresta Serang Kota Kom­pol Salahudin, Kepala Staf Kodim 0602/Serang Letkol Inf Augusto Moniz Lopes, kepala organisasi perangkat daerah (OPD) Kota Serang, camat, lurah dan RT peserta LRLA Tahun 2022, serta tamu undangan lainnya.

Walikota Serang Syafrudin menga­takan, LRLA adalah program unggulan Pemkot Serang yang telah berjalan sejak tahun 2020. 

Kegiatan ini dilaksanakan Dinas Pem­berdayaan Perempuan Perlin­dungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) bekerjasama dengan Radar Banten, dan menggandeng Komando Distrik Militer (Kodim) 0602 Serang serta Polresta Serang Kota. “Sekalipun dibiayai sangat minim tapi, partisipasi masya­rakat terus meningkat,” ujarnya.

Pada 2022, adalah tahun ketiga LRLA digelar. Kegiatan LRLA ini didasari atas banyaknya tumpukan sampah liar di enam kecamatan di Kota Serang baik di jalan maupun di lingkungan masyarakat. 

“Ternyata memang benar, setelah mengadakan LRLA didukung oleh lurah dan camat. Alhamdulillah sampah-sampah liar hampir sudah selesai. Ini membuktikan, masyarakat kita masih peduli,” katanya.

“Memang pengawasannya ada di Lu­rah dan Camat. Kemudian, bersih dan sehat. Jadi, kalau lingkungan ber­sih otomatis warganya sehat,” tambah Syafrudin.

Menurut Syafrudin, hidup guyup, rukun, gotong royong sudah hampir punah. Kehadiran LRLA mengem­bali­kan semangat itu ke tengah-tengah masyarakat. “Bagaimana menum­buh­kan tanggung jawab masyarakat, RT dan RW terhadap lingkungan,” katanya.

Kata Syafrudin, sebagai Ibukota Provinsi Banten, keterlibatan masya­rakat mewujudkan Kota Serang bersih dan aman sangat penting.

 “Mau kapan lagi? Kota Serang ini Ibu­kota Provinsi Banten. Jangan dise­but kota paling kotor,” katanya.

“LRLA ini kita lanjutkan 2023, 2024 dan seterusnya untuk mewujudkan ling­kungan bersih dan aman. Ke depan tentu partisipasi masyarakat dalam bergotong royong harus terus mening­kat,” tambah Politikus Partai Amanat Na­sional (PAN) itu.

Dia berharap para pemenang yang ditetapkan oleh tim juri LRLA terus me­ning­katkan inovasi di lingkungan­nya. Sehingga ke depan akan lahir kam­pung wisata, kuliner, edukasi di Kota Serang.

“Kalau sudah menarik untuk dida­tangi orang, di sana warga bisa menjual produk,” katanya.

Kepala DP3AKB Kota Serang Anthon Gunawan mengatakan, pihaknya ingin LRLA ini menjadi pemicu yang meng­hasilkan partisipasi, inovasi masyarakat dalam mewujudkan lingkungan bersih dan aman. “Kalau kualitas dan parti­sipasi masyarakat tahun ini lebih baik. Tahun lalu Pekijing hanya sekedar bersih bersih,” katanya.

“Untuk diketahui, sekarang Pekijing menjadi tujuan beberapa lembaga dan komunitas hadir ke sana mem­bantu pembangunan. Seperti, pem­ba­ngunan perpustakaan masjid, kam­pung literasi. Artinya, perhatian eksternal ke yang lain juga ada,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur Utama Radar Banten Mashudi mengaku bangga dapat terlibat dalam pelaksanan prog­ram LRLA. Melalui program ini ke­sadaran gotong royong di tengah masyarakat Kota Serang tumbuh kembali. “Secara angka tidak terlalu besar. Tapi, tetap tumbuh. Masyarakat kita bisa ditemukan masih guyub,” katanya.

Menurut Mashudi, pelaksanaan LRLA tahun depan akan jauh lebih baik. Pelaksanaan LRLA diakui sempat me­ngalami kendala lantaran pandemi Covid-19. “2023 mudah-mudahan sehat. LRLA poin penting bisa meng­gerakkan sektor-sektor lain,” terangnya.

Namun, menurut Mashudi, pelaksa­naan LRLA tahun ini tetap harus dilakukan evaluasi secara internal. 

Tahun ini, dari 402 RT di Kota Serang, sekira 30 persen warganya mulai me­miliki kesadaran akan menjaga keber­sihan dan keamanan lingkungan. “Jadi, tantangannya terus meningkat, awalnya mungkin ada rasa keterpak­saan dalam mengajak warga gotong royong, kemudian mulai ada pem­biasaan, kemudian mulai tumbuh kesadaran,” katanya.

Target besar yang dicapai dari ajang LRLA ini, lanjut Mashudi, ialah masya­rakat tidak lagi mengandalkan aparat pemerintah dalam persoalan sampah, serta tidak lagi mengandalkan Bhabin­kam­tibmas dan Babinsa dalam hal keamanan lingkungan. “Bersih bukan karena ribuan petugas tapi karena warganya. Begitu juga aman, bukan ha­nya dengan petugas kepolisian dan TNI. Tapi, aman oleh warganya,” katanya.


JUARA

Kepala DP3AKB Kota Serang Anthon Gu­nawan mengungkapkan, pada Awarding LRLA Tahun 2022, Panitia dan Tim Juri membagi dua kategori juara dan kecamatan terbaik. Untuk kategori lingkungan pemula diraih oleh Lingkungan Lontar Kidul, RT 002, RW 003 Kelurahan Lontar Baru, Kecamatan Serang. Dan kategori lingkungan berkembang diraih Ling­kungan Pekijing RT 007, RW 003 Kelu­rahan Karang Anyar, Kecamatan Taktakan. Kemudian, Kecamatan Wa­lantaka menjadi kecamatan terbaik. “Tahun ini juara umum beralih dari Ke­camatan Taktakan ke Kecamatan Serang. Kecamatan paling banyak ling­kungan masuk nominasi yaitu Ke­camatan Walantaka,” katanya.

Menanggapi raihan juara umum kate­gori pemula, Camat Serang Mas­hudi bersyukur kerja keras masyarakat me­norehkan hasil. Setelah dua tahun berturut-turut diraih Kecamatan Taktakan, Kecamatan Serang bisa mere­butnya. “Alhamdulillah dari awal perencanaan penilaian kita sudah menyosialisasikan kepada masyarakat agar ada lingkungan yang masuk meraih nominasi penilaian,” kata Mashudi didampingi Lurah Lontar Baru Dede Sudrajat.

 “Saya merasa bangga masuk juara umum LRLA Kategori Pemula. Koor­dinasi, dan silaturahmi yang rutin. Alham­dulillah berkat itu semua bisa juara. Rencana ke depan, kami akan meningkatkan terus berkembang. Seperti mengaktifkan Bank Sampah,” tambah Mashudi.

Lurah Karanganyar, Kecamatan Tak­takan Fika Andriana Hidayat didam­pingi Ketua RW 003 Lingkungan Pe­ki­jing, Muhammad mengucapkan terima­kasih kepada masyarakat Pekijing atas konsistensinya merawat ling­kungan. “Akhirnya oleh dewan juri diberikan penghargaan dan apre­siasi sebagai juara umum kategori lingkungan berkembang. Mudah-mudahan lingkungan lainnya di Ke­lurahan Karang Anyar termotivasi,” terangnya.

Kata Fika, syarat meraih juara di tahun ketiga LRLA adalah konsistensi masyarakat dalam menjaga lingkungan agar tetap bersih, sehat dan aman. Termasuk pengembangan pengelolaan sampah, melalui bank sampah digital dimana sampah kini bisa bernilai ekonomis.  

“Saya berharap ke depan masya­rakat tak jenuh. Ini bisa terus memo­tivasi masyarakat Pekijing bisa terus inovatif dan berdikari, bersaing dengan kelurahan lainnya,” katanya.

Sementara itu, Camat Walantaka, Karsono mengaku bersyukur di tahun ketiga pelaksanaan LRLA, Kecamatan Walantaka menjadi kecamatan yang banyak memasukkan lingkungannya dalam nominasi penilaian LRLA. “Kami terus memotivasi kepada Lurah, melalui rapat mingguan, LRLA menjadi salah satu program prioritas yang harus didorong, agar bisa mewujudkan lingkungan yang bersih,” katanya.

 “Ke depan kami berharap lingkungan bisa masuk bertambah. Tahun ini ada enam kelurahan yang masuk nominasi penilaian LRLA. Tahun depan mudah-mudahan nambah lebih dari enam kelurahan,” tambah Karsono. (fdr/nda)