DECEMBER 9, 2022
Cilegon

Kesal Jembatan Ciberko Gagal Tender

post-img

Erik: Kalau Tidak Mampu Bangun, Bilang!

CILEGON - Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Cilegon Erik Airlangga tampak kesal lantaran proyek pembangunan jembatan Ciberko di Kelurahan Kalitimbang, Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon gagal tender.

Ekspresi kekesalan itu ditunjukkan oleh Erik dengan mendatangi langsung kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Cilegon, Rabu (14/9).

Pada kesempatan itu Erik secara tegas mengatakan jika pemerintah tidak mampu membangun maka bilang dan membuat surat pernyataan.

“Saya pribadi akan membongkar itu Jembatan Ciberko pakai anggaran pribadi kalau memang pemerintah gak sanggup,” ujar Erik kepada wartawan usai pertemuan.

Kedatangan Erik sendiri ke kantor yang menangani persoalan infrastruktur tersebut untuk menanyakan langsung penyebab gagalnya lelang proyek jembatan tersebut kepada Kepala Dinas PUPR Heri Mardiana.

Berdasarkan pantauan, Erik tiba di kantor PUPR sekira pukul 10.00. Ia kemu­dian menyambangi ruang kerja Kepala Dinas PUPR Heri Mardiana yang berada di lantai satu.

Dengan intonasi tinggi, Erik mena­nyakan langsung kepada Heri ikhwal alasan gagalnya tender proyek tersebut.

“Kenapa? Apa alasannya? Ini yang saya khawatirkan sejak awal,” ujar Erik.

Kata Erik, ia menyoroti proyek tersebut karena menjadi aspirasi konsituennya.

“Ini alasan kenapa saya minta sejak awal tahun proyek ini dilelang,” ujarnya.

Erik merasa perlu tahu alasan gagalnya tender lelang tersebut karena perlu menjelaskan kepada masyarakat.

Menurut Erik Dinas PUPR akan melakukan lelang cepat dalam kurun waktu lima hari kedepan. Pada tanggal 22 mendatang ditargetkan sudah ada pemenang tender.

“Kita berharap kepada Pak Kadis kalau memang sampai betul tanggal 22 tidak direalisasikan, saya ingin ada MoU antara Pak Kadis sama kalau bisa Pak Walikota dibuat bahwa Pe­merintah Kota Cilegon tidak mampu,” tegas Erik.

Dikatakan Erik, desakan dibangunnya jembatan Ciberko kuat dari masyarakat lantaran jembatan yang ada saat ini cukup kecil sedangkan akses tersebut ramai dilalui masyarakat.

“Kalau jembatannya sih masih kuat karena memang alhamdulillah diterjang banjir segala macam juga aman, cuma memang kondisinya sempit, dia hanya masuk satu mobil sedangkan akses di situ kan sudah tembus ke Jalan Lingkar Selatan harus besar, apalagi di situ ada lewat Cibeber, segala macam pada lewat situ,” ujarnya.

Kepala Dinas PUPR Kota Cilegon Heri Mardiana menjelaskan, gagalnya tender proyek tersebut karena Bagian Barang dan Jasa menilai peserta yang mengikuti tender tidak memenuhi syarat.

“Kita sampaikan ke Barjas siapapun pe­me­nangnya kita tidak ada kepenti­ngan, kita serahkan ke Barjas ternyata Barjas ada penilaian ketiga-tiganya tidak memenuhi syarat, sehingga itu jadi gagal lelang dan kami waktu dekat akan coba untuk upaya lelang cepat dengan ada syarat-syarat tertentu, dengan ada alasan-alasan tertentu,” paparnya.

Diakui Heri, pihaknya mengupayakan lelang cepat untuk proyek tersebut mengingat sisa waktu sangat sempit.

“Harapan 90 hari lama pekerjaannya. Jadi di akhir Desember bisa selesai,” ujarnya. (bam/air)