DECEMBER 9, 2022
Proud

Memberi Manfaat untuk Kehidupan

post-img

Baru berumur dua tahun, keberadaan Komunitas Salam Setetes Darah (KSSD) di Rangkasbitung, Kabupaten Lebak begitu dirasakan manfaatnya oleh warga. Terutama warga yang mem­butuhkan darah.

KSSD yang berdiri 5 April 2020 sudah beranggotakan 243 orang. Komunitas ini menjadi berkah bagi masyarakat dan Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) Lebak.

Dikomandoi Madrais, KSSD sigap membantu warga yang membutuhkan darah dengan gratis melalui ratusan anggotanya.

KSSD didirikan Madrais berawal saat kesulitan mendapatkan donor darah untuk sang istri.

”Alhamdulillah, saat ini anggota kita sudah mencapai 243 orang. Mereka dengan cepat mendonor bila ada warga yang membutuhkan darah secara sukarela,” kata Madrais kepada Radar Banten, Rabu (14/9).

Dia menuturkan, KSSD terbentuk saat istrinya membutuhkan bantuan donor darah. Sementara stok di UDDPMI sedang kosong. Apalagi saat itu awal merebaknya Covid-19. Dengan kejadian yang menimpa istrinya, tercetuslah ide membentuk komunitas pendonor darah untuk membantu pasien yan sangat membutuhkan darah. 

Ide untuk membentuk komunitas ini mendapat dukungan dari keluarga pasien, mengingat stok darah di UDD PMI Kabupaten Lebak kerap krisis, terutama di masa pandemi Covid -19. 

”Memang awalnya hanya beberapa anggota saja yang tergabung yang berasal dari keluarga yang dulunya membutuhkan pertolongan pendonor,” ujarnya.

Donor darah untuk pasien, lanjut dia, sangat vital. ”Atas dasar rasa ke­manu­siaan kami merasa terpanggil memberikan setetes darah untuk membantu pasien yang membutuhkan transfusi darah. Kita terus berupaya agar persediaan stok darah di UDD PMI Lebak dapat terjaga,” katanya.

Dia mengajak masyarakat untuk aktif mendonor darah karena sangat besar manfaatnya bagi pendonor dan pasien. Setetes darah yang didonorkan bisa membantu menyelamatkan nyawa pasien yang membutuhkan.

”Kami terus mengampanyekan kepada warga untuk donor darah di UDD PMI Lebak. Apalagi bila dilakukan rutin per tiga bukan, donor darah itu dapat menjaga kesehatan. Bagi kami suatu kebahagian bila dapat membantu keluarga pasien,” katanya.

Budi, seorang pasien, mengaku terbantu KSSD. Ia sepekan dua kali harus cuci darah di RSUD Adjidarmo Rangkasbitung. ”Waktu saya mau cuci darah. Tiba-tiba darah saya rendah sehingga perlu donor darah. Beruntung, ada KSSD yang bersedia membantu. Saat itu darah di UDD PMI Lebak tengah kosong,” kata Budi.

Sekretaris UDD PMI Lebak Ade Sunandar mengatakan, keberadaan KSSD cukup membantu UDD PMI dalam menjaga kestabilan stok darah.

”Kami terus berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk menjaga stok darah di UDD PMI Lebak, salah satunya dengan KSSD Lebak,” kata Ade.

Apalagi selama dua tahun dilanda pandemi Covid, kata Ade warga yang mendonorkan darah jauh berkurang. (nce)