DECEMBER 9, 2022
Pandeglang

Nelayan Gadaikan Barang Berharga

post-img

Imbas Kenaikan Harga BBM

LABUAN - Imbas kenaikan harga ba­han bakar minyak (BBM) mulai dira­sakan sejumlah nelayan Teluk, Kecamatan Labuan. Bahkan, beberapa nelayan harus menggadaikan harta benda karena tidak bisa melaut akibat mahalnya harga solar.

Herman (39), nelayan Teluk Labuan mengaku, sejak satu minggu lalu tidak pergi melaut karena tidak bisa membeli solar. Kalaupun pergi ke laut, hasil yang didapat tidak sebanding dengan biaya operasi yang dikeluarkan setelah harga BBM naik. 

“Sejak BBM naik, pendapatan kami menurun. Solarnya mahal, untungnya nggak ada,” katanya di Desa Teluk, Ke­camatan Labuan, kemarin.

Para nelayan di Labuan mengaku ke­­sulitan atas dinaikannya harga BBM, karena berdampak terhadap pereko­nomian. Dia berharap, Pemerintah Pusat bisa bersikap bijak dalam meng­ambil keputusan. Soalnya, kata dia, untuk menutupi kebutuhan hidup sehari-hari, dirinya hanya bisa meng­ga­daikan barang berharga yang dimiliki.

“Kami mau harga BBM ini ditu­runkan ja­ngan dinaikan terus. Mata pencaharian kita hanya menangkap ikan, kalau tidak melaut tentunya enggak ada pemasukan buat sehari-hari. Seka­rang saja sudah ba­nyak harta benda kami yang diga­daikan untuk bertahan hidup,” jelasnya.

Sueb (44), nelayan Teluk Labuan lain­nya mengaku, sekali melaut biasa men­dapatkan ikan dalam jumlah ba­nyak. Tetapi, sejak satu pekan terakhir, hasil tangkapannya hanya cukup untuk menutup modal. 

“Untungnya enggak ada, cuma sedikit. Kalau enggak melaut kita enggak makan, jadi ya mau enggak mau harus tetap men­cari ikan,” ujarnya.

Sueb mengatakan, kenaikan harga BBM menjadi beban berat bagi nelayan, terlebih saat ini kondisi laut sedang tidak bersahabat dan banyak nelayan mengalami kerugian. “Kami harap ada solusi atas persoalan ini. Kalau terus-terusan begini, harta benda kami bida habis digadaikan,” ungkapnya.

Dikonfirmasi terpisah, Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabu­paten Pandeglang Anton Haerul Samsi mengaku akan berupaya agar ada solusi untuk mengatasi persoalan itu. “Kita akan coba komunikasikan dengan se­mua pihak terkait. Paling tidak, ada solusi lain agar para nelayan tidak lagi mengga­daikan harta benda mereka untuk berta­han hidup,” tukasnya.(dib/tur)