Imbas Kenaikan Harga BBM
LABUAN - Imbas kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) mulai dirasakan sejumlah nelayan Teluk, Kecamatan Labuan. Bahkan, beberapa nelayan harus menggadaikan harta benda karena tidak bisa melaut akibat mahalnya harga solar.
Herman (39), nelayan Teluk Labuan mengaku, sejak satu minggu lalu tidak pergi melaut karena tidak bisa membeli solar. Kalaupun pergi ke laut, hasil yang didapat tidak sebanding dengan biaya operasi yang dikeluarkan setelah harga BBM naik.
“Sejak BBM naik, pendapatan kami menurun. Solarnya mahal, untungnya nggak ada,” katanya di Desa Teluk, Kecamatan Labuan, kemarin.
Para nelayan di Labuan mengaku kesulitan atas dinaikannya harga BBM, karena berdampak terhadap perekonomian. Dia berharap, Pemerintah Pusat bisa bersikap bijak dalam mengambil keputusan. Soalnya, kata dia, untuk menutupi kebutuhan hidup sehari-hari, dirinya hanya bisa menggadaikan barang berharga yang dimiliki.
“Kami mau harga BBM ini diturunkan jangan dinaikan terus. Mata pencaharian kita hanya menangkap ikan, kalau tidak melaut tentunya enggak ada pemasukan buat sehari-hari. Sekarang saja sudah banyak harta benda kami yang digadaikan untuk bertahan hidup,” jelasnya.
Sueb (44), nelayan Teluk Labuan lainnya mengaku, sekali melaut biasa mendapatkan ikan dalam jumlah banyak. Tetapi, sejak satu pekan terakhir, hasil tangkapannya hanya cukup untuk menutup modal.
“Untungnya enggak ada, cuma sedikit. Kalau enggak melaut kita enggak makan, jadi ya mau enggak mau harus tetap mencari ikan,” ujarnya.
Sueb mengatakan, kenaikan harga BBM menjadi beban berat bagi nelayan, terlebih saat ini kondisi laut sedang tidak bersahabat dan banyak nelayan mengalami kerugian. “Kami harap ada solusi atas persoalan ini. Kalau terus-terusan begini, harta benda kami bida habis digadaikan,” ungkapnya.
Dikonfirmasi terpisah, Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Pandeglang Anton Haerul Samsi mengaku akan berupaya agar ada solusi untuk mengatasi persoalan itu. “Kita akan coba komunikasikan dengan semua pihak terkait. Paling tidak, ada solusi lain agar para nelayan tidak lagi menggadaikan harta benda mereka untuk bertahan hidup,” tukasnya.(dib/tur)
Banten Hari Ini
- Utama
- Kab Serang
- Radar Serang
- Pandeglang
- Lebak - Viral
- Tangerang - Viral
- Olahraga
- Hukrim
- Love Story - Inspirasi
- Bisnis - Peluang Usaha
- Sambungan
- Cilegon
- Trendy
- Proud
- Cover Story
- Pesona Indonesia
- Legacy
- Kelurahan
- 18 PLUS
- MAMMY WOW
- ADVERTORIAL WARNA
- LRLA KOTA SERANG
- ADVERTORIAL BW
- KESEHATAN
- DP3AP2KB Kota Cilegon
- RADAR TRAVEL
- LPPD Tangerang
- 18 PLUS+
- ADV Pemkab Tangerang
- MOVIES
- PUPR LEBAK
- ADV PEMKAB PANDEGLANG
- GEN RB
- Serba Serbi Ramadan
- ADV PEMKAB PANDEGLANG 2
- HOBBY
- RAKYAT MEMILIH
- Potret Cilegon
- VIRAL
- LKBA Kabupaten Serang
- Academia Untirta
- INFO BHAYANGKARA
- INFO ADHYAKSA
- NUSANTARA metro disway
- FOKUS DISWAY
