Media sosial saat ini tengah ramai membahas Bjorka, seorang peretas alias hacker yang diduga sudah melakukan peretasan dan bahkan menjual miliaran data pribadi warga Indonesia. Aksinya makin menjadi perhatian usai menyindir Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dan membocorkan data pribadi beberapa menteri hingga membahas isu seperti dalang kematian Aktivis HAM Munir
Bahkan, Presiden Indonesia Joko Widodo sudah membentuk tim khusus untuk menangani kebocoran data pribadi dan institusi pemerintah oleh peretas Bjorka. Tim khusus itu dibentuk pasalnya aksi Bjorka dinilai sangat merugikan karena telah melakukan ilegal akses data.
Ilegal akses data sangatlah berbahaya dan merugikan, karena seorang hacker atau orang yang melakukan ilegal akses data bisa menggunakan data pribadi seseorang demi keuntungan pribadi.
Kepala Diskominfo Kabupaten Lebak Dodi Irawan menyampaikan bahaya apa saja jika data pribadi seseorang tersebar secara bebas. Katanya, hacker yang mendapatkan data valid itu untuk tindak kejahatan. Beberapa diantaranya telemarketing dan telemedicine palsu.
"Jika data seperti E-KTP kita bocor, maka itu bisa disalahgunakan. Bisa menyebabkan kerugian finansial, apalagi saat ini kita era digital," katanya.
Menurutnya, saat masyarakat menerima SMS penipuan, SMS iklan spam, email spam atau WhatsApp spam juga merupakan penyebab yang bersumber dari kebocoran data. "Termasuk juga penipuan lewat telepon seperti mengaku dari perbankan, ini salah satu penyebabnya adalah bersumber dari kebocoran data yang ada selama ini," jelasnya.
Selain itu juga potensi menggunakan KTP palsu untuk menggunakan data orang lain saat meminjam di layanan pinjaman online. "Di Lebak sendiri kebocoran data biayanya dimanfaatkan oleh oknum untuk melakukan penipuan, seperti mengcatut nama Bupati Lebak ataupun pejabat-pejabat lainnya," kata Dodi.
Lantas bagaimana cara untuk menjaga data pribadi dari serangan hacker? Dodi pun mewanti-wanti kepada warga untuk tidak asal memberikan foto E-KTP kepada orang lain maupun menguploadnya ke media sosial. Juga, warga diminta untuk tidak memasukan data secara sembarang ke aplikasi-aplikasi.
"Kita kan biasanya jika mau daftar aplikasi atau wesbite kan harus memasukan data-data kita dulu, nah itu mungkin yang menjadi biang kerok kebocoran data ini. Makanya kita minta warga untuk selalu berhati-hati, jaga data pribadi kita dengan aman. Jangan masukan data pribadi ke aplikasi ilegal yang tidak diawasi Pemerintah," katanya.
Dodi pun membagikan tips untuk warga agar bisa menjaga data pribadi mereka di internet. Simak ulasannya supaya kamu dapat mempraktikannya langsung untuk menghindari hacker.
Pastikan Data Terenkripsi
Setiap situs memiliki sistem keamanan enkripsi untuk memastikan data terkode dengan amat saat dikirimkan lewat situs website.
Contohnya seperti Secure HTTP atau yang disebut dengan HTTPS dan sertifikasi SSL. Biasanya situs yang memiliki keamanan enkripsi data bisa diketahui dengan alamat situs yang diawali dengan https. Selain itu, keamanan juga bisa dilihat dengan adanya logo gembok di kiri atas sebelah tautan situs.
Jaringan Wifi
Tips menghindari hackers yang kedua yakni dengan berhati-hati saat menggunakan jaringan Wi-Fi. Kita harus berhati-hati ketika sedang berada di tempat umum dan menemukan Wi-Fi yang bisa diakses secara gratis.
“Jaringan Wifi ini bisa disalahgunakan oleh orang yang tidak bertanggung jawab untuk mencuri data pribadi. Biasanya menggunakan access point palsu yang jika seseorang login maka data pribadinya akan tercuri. Hindarilah access point yang berpotensi meminta username, password, dan informasi pribadi lainnya," ujar Dodi.
Waspadai Tautan Phising
Saat ini banyak sekali tautan atau link yang mengatasnamakan instansi atau organisasi. Dalam beberapa kasus, link tersebut dapat mengarahkan ke halaman login palsu sebagai jebakan dan mencuri data pribadi. Caranya adalah jangan asal memberikan data pribadi di situs yang tidak tepercaya. Periksa kembali alamat (domain) situs.
Gunakan Password yang Sulit Ditebak
Pastikan pengguna tidak menunjukkan data pribadi, seperti e-mail, kata sandi, dsb kepada orang lain untuk menjaga kerahasian informasi penting.
"Kita harap dengan ramainya kasus Bjorka ini, masyarakat bisa semakin ware terhadap data pribadi, gunakan dengan bijak data pribadi agar tidak dapat digunkaan oleh oknum tidak bertanggung jawab," pungkasnya. (Mg-02/jek)
Banten Hari Ini
- Utama
- Kab Serang
- Radar Serang
- Pandeglang
- Lebak - Viral
- Tangerang - Viral
- Olahraga
- Hukrim
- Love Story - Inspirasi
- Bisnis - Peluang Usaha
- Sambungan
- Cilegon
- Trendy
- Proud
- Cover Story
- Pesona Indonesia
- Legacy
- Kelurahan
- 18 PLUS
- MAMMY WOW
- ADVERTORIAL WARNA
- LRLA KOTA SERANG
- ADVERTORIAL BW
- KESEHATAN
- DP3AP2KB Kota Cilegon
- RADAR TRAVEL
- LPPD Tangerang
- 18 PLUS+
- ADV Pemkab Tangerang
- MOVIES
- PUPR LEBAK
- ADV PEMKAB PANDEGLANG
- GAN RB
- Serba Serbi Ramadan
- ADV PEMKAB PANDEGLANG 2
- HOBBY
- RAKYAT MEMILIH
- Potret Cilegon
- VIRAL
- LKBA Kabupaten Serang
- Academia Untirta
- INFO BHAYANGKARA
- INFO ADHYAKSA
