DECEMBER 9, 2022
ADVERTORIAL WARNA

Walikota Gandeng Industri Entaskan Pengangguran Cilegon

post-img

Program pembangunan daerah berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Cilegon Tahun 2021-2026 yang dilaksanakan oleh Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Cilegon adalah Peningkatan Daya Saing Tenaga Kerja.

Program tersebut bertujuan untuk menurunkan tingkat pengangguran terbuka di Kota Cilegon.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Disnaker Kota Cilegon Panca N Widodo menjelaskan, pelaksanaan program ini difokuskan pada aspek peningkatan kompetensi tenaga kerja, fasilitasi penempatan tenaga kerja dan layanan ketenagakerjaan yang didukung oleh Program Pelatihan Kerja dan Produktivitas Tenaga Kerja, serta Program Penempatan Tenaga Kerja.

Di bawah kepemimpinan Walikota Cilegon Helldy Agustian sejak tahun 2021 lalu, Disnaker Kota Cilegon secara konsisten menyelenggarakan program-program tersebut.

Dengan konsistensi dan arahan dari Walikota Cilegon, realisasi program Disnaker Kota Cilegon berhasil membuat ribuan masyarakat Kota Cilegon bebas dari menganggur atau telah mendapatkan pekerjaa.

“Di tahun 2021, target penempatan tenaga kerja sebanyak 500 orang, namun realisasinya, penempatan tenaga kerja mencapai 1.342 orang,” ujar Panca.

Tidak hanya berhasil menempatkan tenaga kerja, di tahun 2022 Disnaker Kota Cilegon pun memberikan pelatihan kepada tenaga kerja sebanyak 495 orang. Hal itu ditujukan agar tenaga kerja Kota Cilegon semakin berdaya saing.

Panca melanjutkan, di tahun 2022, hingga bulan Juli jumlah masyarakat yang berhasil mendapatkan pekerjaan sebanyak 1.218 orang. Kemudian penempatan kerja di luar negeri sebanyak 16 orang.

Kemudian untuk pemagangan, hingga Juli sebanyak 250 orang telah ditempatkan di sejumlah industri.

Sementara itu, Walikota Cilegon Helldy Agustian menjelaskan, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kota Cilegon di tahun 2021 menurun dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penurunan tingkat pengangguran selama satu tahun tersebut berkisar di 2,56 persen, atau sekira 5 ribu orang

“Tahun 2020 sebanyak 12,69 persen tahun 2021 turun menjadi 10,13 persen," ujar Helldy.

Helldy menjelaskan, di 2020 jumlah pengangguran di Kota Cilegon tercatat 25.976 orang. Sedangkan di tahun 2021 jumlah pengangguran sebanyak 20.914 orang.

Penurunan jumlah pengangguran itu menunjukkan serangkaian upaya yang telah dilakukan oleh pemerintah untuk mengurangi pengangguran telah memberikan dampak yang signifikan.

Beberapa uapya yang dilakukan pemerintah yang ikut mendorong berkurangnya jumlah pengangguran itu diantaranya program pemagangan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui Balai Latihan Kerja (BLK), serta sejumlah program lainnya.

"Penurunan angka pengangguran ini juga berkat dukungan berbagai pihak, OPD (organisasi perangkat daerah) lainnya yang ada di Cilegon," ujar Helldy.

Kata Helldy, peluang kerja sektor informal pun diduga ikut mendukung menurunnya jumlah pengangguran yang ada di Kota Cilegon.

"Karena itu saya sampaikan terimakasih kepada semua pihak yang sudah ikut serta menurunkan jumlah pengangguran," ujarnya.

Helldy melanjutkan, pemerintah akan terus berupaya semaksimal mungkin untuk menekan angka pengangguran di Kota Cilegon. Upaya-uapaya baik melalui berbagai kebijakan seperti peningkatan kapasitas SDM, serta koordinasi dengan pelaku industri di Kota Cilegon akan terus dilakukan.

Salah satu peserta magang, Ghifari Ramdan, menjelaskan, usai mengikuti program magang, ia kemudian dikontrak oleh peris.

"Saya ditempatkan di administrasi staf produksi," ujar Ghifari.

Menurut Ghifari, ia mulai ikut magang pada Maret lalu, kemudian dikontrak oleh perusahaan pada Agustus lalu.

Ghifari menilai program magang sangat bagus dan bermanfaat terutama bagi masyarakat yang baru lulus sekolah.

"Lumayan cepat dalam mencari tempat terutama bagi fresh graduate sehingga tidak perlu waktu lama," ujarnya.

Sarjoko, GM CCSI menilai program pemagangan ini cukup bagus untuk mendapatkan calon karyawan yang sudah siap.

"Kita selalu ada kesempatan melihat potensi peserta magang pada posisi mana untuk ditempatkan," ujaranya.

Untuk itu ia mendukung program pemerintah tersebut agar bisa tetap berjalan. (ADV)