DECEMBER 9, 2022
Proud

Forsamik Galang Semangat Wirausaha

post-img

Semangat kewirausahaan kian bergema dari daerah. Dimana, Forum Pengusaha Mikro dan Kecil (Forsamik) Kabupaten Tangerang menggelar silaturahmi dan konsolidasi menjelang Musyawarah Daerah (Musda) di Resto Kampoeng Kalapa, Sabtu (13/9).

 Kegiatan tersebut bukan hanya sekedar forum internal, melainkan ruang lintas generasi untuk memperkuat peran UMKM sebagai penopang utama ekonomi rakyat. Hadir dalam acara tersebut jajaran pengurus Forsamik, koordinator kecamatan, serta perwakilan 16 organisasi wirausaha, di antaranya Saung Bakul, Forum Kewirausahaan Pemuda (FKP), Pojok UMKM, dan UMKM Tumbuh.

 Ketua Forsamik Kabupaten Tangerang, Suhendra menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor demi membawa UMKM naik kelas.

 “Forsamik harus terus bersinergi dengan pemerintah, khususnya Dinas Koperasi dan Usaha Mikro. Dengan kebersamaan, pelaku usaha mikro dan kecil akan semakin kuat, kreatif, dan mampu bersaing di era modern,” ujarnya.

 Senada dengan itu, Sekretaris Forsamik, Eka Sartika Dewi menyebut forum ini kini telah menjadi wadah pemersatu.

 “Kami ingin semua pelaku usaha, baik yang baru merintis maupun yang sudah berpengalaman, merasa punya rumah bersama. Dari sinilah semangat kolaborasi tumbuh,” tegasnya.

 Dirinya berharap, Forsamik menjadi momentum silaturahmi dan konsolidasi ini dapat melahirkan keputusan strategis dalam Musda mendatang.

 Sebab kata dia, tidak hanya memperkuat daya saing UMKM di Tangerang, tetapi juga memberi inspirasi bagi pelaku usaha di tingkat nasional.

 Dimana, ditengah dinamika global, wirausaha kini dipandang lebih dari sekadar sarana mencari nafkah. Ia adalah ruang untuk berkreasi, membangun kemandirian, dan memberi manfaat bagi masyarakat luas.

 "Dengan dukungan lintas generasi, UMKM diyakini mampu menjadi motor penggerak ekonomi daerah sekaligus bagian penting dalam memperkokoh ketahanan ekonomi Indonesia." pungkas Eka.

 Di tempat terpisah, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Tangerang, Anna Ratna Maemunah meminta Forsamik mampu menjadi wadah yang menaungi seluruh pelaku UMKM, dari tingkat kabupaten hingga ke kecamatan, desa, bahkan RT.

 "Dengan demikian, keberadaan Forsamik benar-benar dapat dirasakan manfaatnya secara luas oleh masyarakat pelaku usaha mikro."kata Anna.

 Anna juga menambahkan, Forsamik menjadi momentum penting untuk memperkuat komunikasi, memperjelas arah kebijakan, serta menjembatani kebutuhan UMKM dengan program pemerintah daerah.

 "Forsamik menjadi penguatan ekonomi lokal, pemberdayaan UMKM, peningkatan daya saing pelaku usaha, serta sebagai jembatan antara masyarakat dengan pemerintah." tukasnya. (Mul/bam)