DECEMBER 9, 2022
Pandeglang

Minat Baca Masyarakat Rendahh.

post-img

PANDEGLANG – Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) Kabupaten Pandeglang menyebutkan tingkat kegemaran membaca (TGM) warga di Pandeglang terbilang masih rendah dengan skor 56,38 persen.

Diketahui, berdasarkan informasi yang dihim­pun, minat baca masyarakat Indonesia dinilai masih sangat rendah. Berdasarkan data UNESCO, Indeks minat baca masyarakat Indonesia hanya berada di angka 0,001 persen. Artinya, dari 1.000 orang, hanya satu yang rajin membaca. 

Hasil riset World’s Most Literate Nations Ranked yang dirilis Central Connecticut State University pada Maret 2016 juga menunjukkan hal serupa. Indonesia berada di peringkat 60 dari 61 negara dalam hal minat membaca, tepat di bawah Thailand (59) dan di atas Botswana (61).

Ironisnya, dari sisi infrastruktur pendukung membaca, peringkat Indonesia sebenarnya lebih baik dibandingkan negara-negara Eropa.

Pengelola Perpustakaan Pandeglang, Ratna Lestari Ningsih, mengungkapkan, tingkat ke­ge­maran membaca di Pandeglang tahun 2024 hanya 58,38 persen. “TGM untuk Pandeglang ta­hun 2024 hanya 58,38 persen, harusnya bisa lebih tinggi di angka 100 persen. Hasil survei me­­nunjukkan penurunan,” ungkapnya, Rabu (15/1).

Menurutnya, penilaian TGM didasarkan pada sejumlah indikator, seperti jumlah buku yang dibaca dalam kurun waktu tertentu, durasi membaca, dan waktu yang dihabiskan untuk mengakses internet dalam kegiatan literasi.

“Untuk mendukung TGM, kami menyediakan layanan perpustakaan keliling dan terus menambah koleksi buku terbaru. Selain itu, kami juga menggelar berbagai kegiatan literasi,” jelasnya.

Lanjutnya, upaya meningkatkan minat baca ma­syarakat terus dilakukan, salah satunya me­lalui fasilitasi bantuan buku bermutu dari Per­pustakaan Nasional (Perpusnas) untuk Ta­man Bacaan Masyarakat (TBM). Karena, kualitas bu­ku yang tersedia di TBM memiliki pe­ngaruh besar terhadap tingkat kegemaran mem­baca masyarakat. “Ketika koleksi buku yang ada mo­noton atau tidak menarik, itu bisa mem­buat rendahnya minat membaca. Maka dari itu, kami memfasilitasi bantuan buku ber­mutu dari Perpusnas untuk TBM,” kata Ratna.(mg-07/mas)