DECEMBER 9, 2022
KESEHATAN

Phthalates, Bahan Berbahaya atau Tidak?

post-img

Nama phthalates memang terdengar asing. Padahal, kandungan phthalates biasa digunakan dalam produk kecantikan untuk membuatnya lebih awet. Misalnya, digunakan pada produk sampo, sabun, kosmetik, hingga parfum.

Selain untuk membuat produk kecantikan ini tahan lama, phthalates juga digunakan untuk menjaga keharuman produk.

Walau berguna agar produk lebih awet dan harum, namun paparan bahan kimianya pada kulit bisa menyebabkan ancaman yang serius pada kesehatan, khususnya pada anak-anak dan ibu hamil.

Phthalates juga zat kimia yang digunakan untuk membuat plastik menjadi kokoh dan fleksibel. Bahkan, phthalates juga bisa ditemukan pada makanan yang kemasannya mengandung bahan ini, lho.

Selain dengan mengonsumsi makanan yang sudah terpapar phthalates, zat ini bisa masuk ke dalam tubuh melalui penyerapan produk perawatan kulit yang mengandung phthalates.

Menghirup aroma parfum, cat kuku, cat rumah, atau debu dari produk vinil dan bahan bangunan yang mengandung phthalates juga berpotensi membuat zat ini masuk ke dalam tubuh.

Pada ibu hamil, phthalates yang masuk ke dalam tubuh bisa melewati plasenta dan mengganggu kesehatan janin. Bahan ini juga bisa tercampur bersama ASI, sehingga bisa masuk ke tubuh bayi.

Phthalates juga bisa masuk ke dalam tubuh anak saat ia mengisap teether atau memasukkan mainan plastik ke dalam mulutnya.

Melihat banyaknya produk yang mengandung phthalates dan mudahnya zat ini masuk ke dalam tubuh, bahaya phthalates perlu dijadikan perhatian. Terlebih, pada anak-anak dan ibu hamil.

Bukan hanya berbahaya bagi orang dewasa yang menggunakan produk kecantikan, phthalates juga menimbulkan ancaman jika terhirup atau tertelan oleh anak-anak. Sehingga, mereka juga berisiko sangat tinggi terpapar bahan kimia berbahaya, karena mereka cenderung memasukkan tangan ke dalam mulut.

Maka dari itu, Anda harus bisa lebih jeli dan bijak dalam memilih produk alat mandi dan  kecantikan yang akan digunakan sehari-hari.

Ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk menghindari dan mengurangi paparan phthalates yang terlalu banyak.

 

1.         Kurangi penggunaan plastik

Kurangi penggunaan plastik untuk membungkus makanan. Lebih baik pakai tempat makanan berbahan kaca.

Kalaupun mau pakai alat makan plastik, pilih yang ada label BPA free dan phthalates free.

Selain itu, jangan biasakan menghangatkan makanan dan minuman yang berada dalam wadah plastik.

 

2.         Pilih produk kecantikan bebas phthalates

Begitu juga dengan beragam produk tubuh dan wajah yang akan Anda gunakan sehari-hari, usahakan pilih yang phthalates free.

Perhatikan, bila produk tersebut mencantumkan kandungan pewangi (fragrance) pada kemasan, mungkin di dalamnya juga mengandung phthalates.

Lebih baik, pilih produk kecantikan yang bebas pewangi tambahan (fragrance free). Usahakan selalu pilih produk dengan pewangi alami atau minyak esensial.

Untuk produk cat kuku, pilih yang tertulis “No Dibutyl Phthalate” atau “No DBP”.

3.         Jeli membeli mainan anak berbahan plastic

Beberapa tipe phthalates memang sudah dilarang dalam pembuatan mainan anak, teether, botol, dan alat makan lainnya. Namun, Anda tetap perlu cermat dalam melihat kandungan bahan produk yang tertera pada kemasan.

 

4.         Banyak konsumsi makanan segar

Pilihlah lebih banyak bahan makanan organik untuk sehari-hari. Sebab, phthalates sering digunakan dalam pestisida. (nna/don)