DECEMBER 9, 2022
Utama

Cari Uang

post-img

INI pasti bukan karena harga ayam segar yang lagi naik. Juga bukan karena kenaikan harga cabai. 

Tidak ada yang begitu penting di Singapura. Tapi negeri itu mengangkat pejabat sementara perdana menteri. Senin lalu. Untuk masa jabatan selama 7 hari. Sampai tanggal 19 Juni depan. 

Semua itu karena Sang Perdana Menteri Lee Hsien Loong lagi ingin jalan-jalan. Ingin cuti. 

PM Lee tidak sakit. Tidak ke luar negeri. Tidak ke mana-mana. Dalam keterangan resmi hanya disebut: PM Lee lagi local leave. 

Istilah local leave kini populer di Singa­pura. Itu untuk mengganti istilah cuti di dalam negeri. Mengingat dalam negeri Si­ngapura itu kecil sekali maka istilah local leave memang sangat cocok dipakai. 

“Mungkin PM mau sekadar jalan-jalan ke Marina Bay,” komentar warga di sana. “Mungkin ia ingin merasakan jalan-jalan sebagai orang biasa,” tambahnya. 

Kata “jalan-jalan” meman sudah menjadi bahasa Inggris di Singapura. Maka kata “jalan-jalan” bisa ditemukan di tengah ka­limat Inggris yang membicarakan cutinya Sang PM. 

Kata Melayu lain yang juga sudah menjadi bahasa Inggris di Singapura adalah ‘’kena’’. Terutama selama masa pandemi. He is in hospital kena Covid last week. 

Kata ‘’kena’’ juga sering dipakai dalam per­judian. ‘’Kena undian’’ artinya menang taruhan. 

Di samping untuk jalan-jalan local leave-nya perdana menteri ini juga untuk mem­baca. Ia mengatakan ada beberapa bacaan yang tertunda. Maksudnya: membaca buku. Begitu pentingnya membaca buku. Sampai perdana menteri pun harus cuti. 

Berapa pun banyaknya alasan tujuan cuti itu hanya satu: mencoba menampilkan calon pemimpin baru Singapura. Dari G4. Generasi ke-4. Setelah Lee Kuan Yew, Goh Chok Tong, dan Lee Hsien Loong. 

Nama G4 itu Anda sudah tahu: 

. Huang Xun Cai. Di Singapura nama itu dieja dengan Wong Shyun Tsai. Secara internasional dipanggil Lawrence Wong. 

Usia Lawrence Wong beda jauh dengan Lee Hsien Loong: 21 tahun. Ini benar-benar alih generasi. Wong baru berumur 49 tahun. 

Dengan keputusan PM Lee untuk local leave jadilah Wong pejabat perdana menteri Singapura. Selama 1 minggu. Itu dianggap penting. Agar masyarakat Singapura mulai terbiasa melihat perdana menteri yang bukan ‘’Itu’’. 

PM Lee pernah cuti. Dua kali. Ke luar ne­geri. Sampai 16 hari. Pun saat itu tidak perlu mengangkat pejabat perdana menteri. Alasannya: saya kan masih bisa dihubungi. 

Kini PM Lee local leave, 7 hari. Di Singa­pura saja. Perlu mengangkat pejabat se­mentara. Mungkin karena ia tidak bisa di­hubungi. 

Sudah 18 tahun Lee menjabat perdana men­teri. Ia ingin yang muda yang meng­ganti­kannya. 

Awalnya Lee terlihat ingin mem­pro­mosikan Heng Swee Keat –saat itu menteri keuangan. Beda umurnya 10 tahun. 

Swee Keat juga sudah diangkat menjadi wakil perdana menteri. Tiga tahun lalu. Sudah magang lama. Namanya pun sudah di­terbitkan sebagai calon pemimpin masa depan Singapura. 

Lalu datanglah Covid-19. 

PM Lee tidak jadi mengakhiri masa ja­ba­tannya. Ia merasa tidak baik kalau me­ninggalkan jabatan dalam keadaan yang amat buruk. Ia tidak mau muncul kesan seperti tinggal gelanggang. 

Anda tidak tahu apa yang terjadi selama Covid. Saya juga tidak tahu. Teman-teman Si­ngapura saya pun tidak tahu. Sampai be­lakangan muncul nama Lawrence Wong sebagai calon pemimpin baru. 

Awalnya Wong hanya dipromosikan. Dari pos menteri pendidikan ke menteri ke­uangan. 

Selama menjabat menkeu itu Wong terlihat kian menonjol. Mulailah dimuncul­kan nama Wong sebagai pemimpin Si­ngapura G4. 

Wong kian populer. Ia memang pernah men­jadi menteri pemuda, menteri pem­ba­ngunan nasional, dan menteri pendidik­an. Jabatan menteri keuangan adalah per­tanda untuk meloncat ke yang lebih tinggi. 

Hari ini adalah hari ketiga bagi Wong sebagai pejabat perdana menteri. 

Ia harus memimpin sidang kabinet. Dalam sidang itu hadir pula Heng Swee Keat, Wakil perdana menteri. Agar Wong tidak sulit dalam memimpin sidang, ja­batan Wong pun dinaikkan: menjadi Wakil Perdana Menteri. Berarti kini ada dua wakil PM di Singapura. 

Dengan demikian kini Wong menyandang tiga jabatan sekaligus: pejabat PM, deputi PM, dan menkeu. Tetap pula jadi anggota DPR. 

Kapan Wong akan menjadi PM secara penuh? 

Kelihatannya menunggu hasil testing satu minggu ini. Juga testing berikutnya lagi. Siapa tahu setelah nyaman dengan local leave, PM Lee akan international leave. Lebih lama. 

Setelah Wong terlihat mantap, barulah diadakan Pemilu. Sekaligus testing: apakah partai PAP yang berkuasa mendapat mandat baru lagi. Dengan perolehan suara yang dominan lagi. 

Wong sendiri sudah berstatus anggota DPR. Sejak lama. Yakni dari dapil Limbang, yang daerahnya menghadap ke kota Johor Bahru. 

Sebelum itu pun Wong sudah terpilih jadi anggota DPR dari dapil Boon Lay, de­kat jembatan Tuas. 

Ia sudah terjun ke politik sejak usia 30 tahun. Yakni setelah menjelajah berbagai uni­versitas di Amerika: University Of Wisconsin di Madison, University of Michigan, dan Harvard University. 

Kalau semuanya lancar, akhir tahun ini, Singapura bisa tiba-tiba Pemilu. Atau tahun depan. Begitu ada perkiraan PAP akan menang mutlak lagi, saat itulah Pemilu dilaksanakan. 

Tentu Wong harus menang di dapilnya. Kalau kalah, ia pun selesai. Tapi itu mus­tahil. Partai PAP belum pernah kalah se­umur hidupnya. Pasti Wong dipilihkan dapil yang gemuk. 

Di dapil lama pun namanya tetap populer. Ia peraih suara terbanyak di antara 4 anggota DPR di Dapil itu –semua dari PAP. 

‘’Golkar’’ yang didirikan oleh Lee Kuan Yew itu tercatat sebagai juara kedua yang ter­lama berkuasa di dunia. Lebih 65 tahun. Tanpa sela sekali pun. 

Dulu ada empat ‘’Golkar’’ di dunia. Me­reka saling bersaing siapa yang berkuasa paling lama: ‘’Golkar’’ Meksiko, ‘’Golkar’’ Indonesia, ‘’Golkar’’ Malaysia, dan ‘’Golkar’’ Singapura. 

‘’Golkar’’ Meksiko, PRI, rontok di tahun 2000. Tapi rekor kekuasaannya belum ter­kalahkan: 73 tahun. 

Golkar Indonesia ‘’hanya’’ berkuasa 32 tahun. Lahirnya jauh setelah PRI, tum­bangnya setahun lebih cepat dari PRI. 

Sedang UMNO Malaysia, meski kini berkuasa lagi, sempat tumbang di Pemilu tahun 2018, setelah berkuasa 60 tahun. 

PAP masih perlu tujuh tahun lagi untuk mengalahkan rekor kekuasaan PRI. Rasanya itu akan tercapai. Pun di tangan pemimpin baru Singapura Lawrence Wong. 

Dari namanya saja ia tipe orang yang rajin cari uang. . Dua huruf terakhir na­ma­nya itu artinya ‘’cari uang’’, Xun Cai. Atau hamba uang. Sedang huruf pertama adalah marganya: Huang. Atau Wong. 

Ia tidak punya cela apa-apa. Memang pernah bercerai dengan istri pertama. Tapi tidak ada masalah. Cerai baik-baik. Tidak ada anak. Setelah itu Wong berumah tangga lagi. 

Wong juga tidak perlu rakus harta. Untuk apa. Ia tidak mempunyai anak. Pun dengan istri yang sekarang. Ia hanya perlu fokus me­­mikirkan anak tunggalnya: Singapura. (*)