DECEMBER 9, 2022
Cilegon

KPU Antisipasi Petugas KPPS Kelelahan

post-img

Waspada Petugas Sakit dan Meninggal Akibat Kelelahan

CILEGON – Pemilihan Umum (Pe­milu) serentak tahun 2019 lalu memiliki catatan kelam. Secara nasional, tercatat 894 orang petugas Kelompok Penyeleng­gara Pemungutan Suara (KPPS) mening­gal dunia, dan 5.175 petugas sakit akibat kelelahan.

Di Kota Cilegon sendiri meski tidak ada yang meninggal dunia, namun tercatat belasan petugas sakit akibat besarnya beban kerja petugas kala itu.

Bahkan beberapa di antara petugas yang jatuh sakit karena kelelahan harus mendapatkan penanganan intensif di rumah sakit.

Pemilu serentak 2024 mendatang, diper­kirakan tekanan kerja bagi para petugas pun akan berat, hal itu lantaran tidak hanya Pemilihan Presiden dan Pemilihan Legislatif yang serentak, tapi juga Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tingkat provinsi maupun kabupaten kota.

Mewaspadai peristiwa kelam 2019 kembali terjadi, sejumlah kebijakanpun telah diambil oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Ketua KPU Kota Cilegon, Irfan Alfi menjelaskan, KPU memberlakukan pem­batasan usia bagi petugas KPPS. Dima­na usia maksimal untuk bisa menjadi petugas adalah 50 tahun.

“Karena sebagian besar yang sakit dan kemudian pupus, wafat itu adalah yang usia lanju,” ujar Irfan di Kantor KPU, Selasa (15/6) malam.

Kemudian, konsep-konsep yang ber­sifat penyederhanaan prosedur yang harus dilakukan petugas KPPS pun disiapkan.

“Misalnya tidak ada lagi KPPS harus menyalin banyak, yang ada aplikasi Sirekap, selesai penghitungan difoto, kemudian foto itu just in time masuk ke KPU RI, sehingga tidak ada tuh harus nyalin banyak-banyak,” ujarnya.

Kemungkinan, lanjut Irfan, jumlah petugas di lapangan pun diperbanyak untuk memecah beban kerja.

Selasa (15/6) malam tahapan Pemilu telah di-launching. Untuk itu mulai Rabu (16/6) tahapan Pemilu sudah mulai dilakukan.

“Yang akan kita lakukan, pemutakhiran data pemilih berkelanjutan, per tiga bulan rakor dengan stakeholder, hasil pemutakhiran berkelanjutan akan diolah menjadi DPT. Terdekat ini persiapan verifikasi partai politik,” kata Irfan.

Asisten Daerah (Asda) I Kota Cilegon, Ta­tang Muftadi menjelaskan, Peme­rintah Kota Cilegon siap mendukung penyelenggaraan Pemilu.

“Kami berharap agar semua pihak mendukung. Kita pun melalui OPD terkait siap mendukung pelaksanaan pemilu. Pemerintah daerah juga berharap tahapan Pemilu berjalan lancar dan aman,” ujar Tatang.

Sekretaris Badan Kesbangpol Kota Cilegon, Tunggul Fernando mengung­kapkan, KPU Kota Cilegon mengajukan anggaran dana hibah ke Pemkot Cilegon sekitar Rp53 miliar untuk seluruh Tahapan Pemilu serentak 2024.

Jumlah ini terbilang meningkat bila dibandingkan dengan Pemilu serentak sebelumnya yakni sekitar Rp33 miliar.

“Tahun ini sebesar Rp5 miliar dan untuk anggaran Pemilu serentak 2024 akan diajukan tahun depan sebesar Rp48 miliar,” ujar Tunggul.

Tunggul menyatakan bahwa pencairan dana hibah Pemilu 2024 itu tergantung permintaan KPU Kota Cilegon. 

“Permohonan pembayarannya mau dicicil atau mau langsung, kalau biasa­nya nanti kita lihat bagaimana permo­honannya dari KPU,” ucap Tunggul.

“Tahun depan pengajuannya karena melalui proses E-Hibah. Sementara untuk yang Rp5 miliar untuk supporting operasional terkait validasi data pemilih dan sebagainya,” jelasnya. (bam/air)