DECEMBER 9, 2022
Lebak - Viral

Pemkab Gandeng Kemenkominfo Tuntaskan Blank Spot

post-img

RANGKASBITUNG - Pemkab Lebak meng­gandeng Kementerian Ko­mu­nikasi dan Informatika menuntaskan wila­yah blank spot di Lebak. Hingga saat ini masih banyak titik blank spot, seperti di Kecamatan Sobang dan Gu­nung Kencana

“Tentunya, teknologi informasi tanpa jaringan internet tidak mungkin jalan. Lan­taran topografi banyak blank spot, seperti di Sobang dan Gunung Ken­ca­na. Kita upayakan menggandeng Kemenkominfo. Kita undang profider, bagaimana kita mengatasi wilayah Lebak yang masih blank spot,” kata Budi Santoso, Sekretaris Daerah Lebak saat menghadiri unidian panen hadiah Sim­pedes di kantor BRI Cabang Rang­kasbitung, Selasa (14/6).

Menurutnya, program pemerintah ten­tang percepatan perluasan digita­lisasi daerah ini juga merupakan upa­ya pemerintah pusat dan daerah da­lam menjaga keamanan transaksi bagi masyarakat.

“Jadi ke depan semua transaksi baik pe­me­rintah daerah maupun masya­rakat itu melalui digital elektronitifikasi,” kata mantan Kepala BKAD Lebak ini.

Ke depan tidak ada lagi transaksi yang menggunakan uang tunai melain­kan dengan elektronik melalui QRIS.

“Jadi nggak ada lagi uang tunai beredar, kalau pemerintah daerah sekarang 100 persen sudah elektronik semua transaksi, mau pendapatan, bayar PBB, pajak dan sebagainya,” ujarnya.

Pimpinan Cabang (Pinca) BRI Rang­kabsitung Riki Rinda Sakti mengatakan, BRI berkomitmen memberikan edukasi penggunaan digitalisasi kepada para pedagang. Karenanya BRI Rang­kas­bitung terus menerjunkan mantri bank kepada para pedagang bertran­saksi menggunakan sarana Quick Respond Indonesa Standar (Qris).

“BRI berkomitmen sama dengan pemerintah daerah soal digitalisasi. Saat ini tercatat, nyaris 5 ribu pedagang di Rangkasbitung telah memiliki QRIS dan melakukan transaksi secara non tunai,” terangnya.

Dia mengatakan, BRI terus melaku­kan inovasi, salah satunya dengan me­­miliki aplikasi Pasar Rakyat Indo­nesia (PARI). PARI adalah aplikasi baru yang menginisiasi penjual dan pembeli dalam satu rangkai bisa secara langsung.

“Ya, kantor pusat itu sedang mem­ba­ngun aplikasi PARI (Pasar Rakyat Indonesia-red). Kita kenalkan kepada para mitra kita tentang keuntungan dan kemudahan aplikasi tersebut,” jelasnya.

Riki menegaskan, pihaknya berkomit­men untuk membuat para pedagang melek digital. Karenanya meme­rin­tahkan kepada mantri untuk menyo­sialisasikan kepada para pedagang tata cara bertransaksi secara digital.

“Kita kejar sales volume juga. Jadi tak hanya sekedar punya, para pe­dagang ini kita edukasi agar bisa ber­transaksi secara digital,” ujarnya.(nce/tur)