RANGKASBITUNG - Pemkab Lebak menggandeng Kementerian Komunikasi dan Informatika menuntaskan wilayah blank spot di Lebak. Hingga saat ini masih banyak titik blank spot, seperti di Kecamatan Sobang dan Gunung Kencana
“Tentunya, teknologi informasi tanpa jaringan internet tidak mungkin jalan. Lantaran topografi banyak blank spot, seperti di Sobang dan Gunung Kencana. Kita upayakan menggandeng Kemenkominfo. Kita undang profider, bagaimana kita mengatasi wilayah Lebak yang masih blank spot,” kata Budi Santoso, Sekretaris Daerah Lebak saat menghadiri unidian panen hadiah Simpedes di kantor BRI Cabang Rangkasbitung, Selasa (14/6).
Menurutnya, program pemerintah tentang percepatan perluasan digitalisasi daerah ini juga merupakan upaya pemerintah pusat dan daerah dalam menjaga keamanan transaksi bagi masyarakat.
“Jadi ke depan semua transaksi baik pemerintah daerah maupun masyarakat itu melalui digital elektronitifikasi,” kata mantan Kepala BKAD Lebak ini.
Ke depan tidak ada lagi transaksi yang menggunakan uang tunai melainkan dengan elektronik melalui QRIS.
“Jadi nggak ada lagi uang tunai beredar, kalau pemerintah daerah sekarang 100 persen sudah elektronik semua transaksi, mau pendapatan, bayar PBB, pajak dan sebagainya,” ujarnya.
Pimpinan Cabang (Pinca) BRI Rangkabsitung Riki Rinda Sakti mengatakan, BRI berkomitmen memberikan edukasi penggunaan digitalisasi kepada para pedagang. Karenanya BRI Rangkasbitung terus menerjunkan mantri bank kepada para pedagang bertransaksi menggunakan sarana Quick Respond Indonesa Standar (Qris).
“BRI berkomitmen sama dengan pemerintah daerah soal digitalisasi. Saat ini tercatat, nyaris 5 ribu pedagang di Rangkasbitung telah memiliki QRIS dan melakukan transaksi secara non tunai,” terangnya.
Dia mengatakan, BRI terus melakukan inovasi, salah satunya dengan memiliki aplikasi Pasar Rakyat Indonesia (PARI). PARI adalah aplikasi baru yang menginisiasi penjual dan pembeli dalam satu rangkai bisa secara langsung.
“Ya, kantor pusat itu sedang membangun aplikasi PARI (Pasar Rakyat Indonesia-red). Kita kenalkan kepada para mitra kita tentang keuntungan dan kemudahan aplikasi tersebut,” jelasnya.
Riki menegaskan, pihaknya berkomitmen untuk membuat para pedagang melek digital. Karenanya memerintahkan kepada mantri untuk menyosialisasikan kepada para pedagang tata cara bertransaksi secara digital.
“Kita kejar sales volume juga. Jadi tak hanya sekedar punya, para pedagang ini kita edukasi agar bisa bertransaksi secara digital,” ujarnya.(nce/tur)
Banten Hari Ini
- Utama
- Kab Serang
- Radar Serang
- Pandeglang
- Lebak - Viral
- Tangerang - Viral
- Olahraga
- Hukrim
- Love Story - Inspirasi
- Bisnis - Peluang Usaha
- Sambungan
- Cilegon
- Trendy
- Proud
- Cover Story
- Pesona Indonesia
- Legacy
- Kelurahan
- 18 PLUS
- MAMMY WOW
- ADVERTORIAL WARNA
- LRLA KOTA SERANG
- ADVERTORIAL BW
- KESEHATAN
- DP3AP2KB Kota Cilegon
- RADAR TRAVEL
- LPPD Tangerang
- 18 PLUS+
- ADV Pemkab Tangerang
- MOVIES
- PUPR LEBAK
- ADV PEMKAB PANDEGLANG
- GAN RB
- Serba Serbi Ramadan
- ADV PEMKAB PANDEGLANG 2
- HOBBY
- RAKYAT MEMILIH
- Potret Cilegon
- VIRAL
- LKBA Kabupaten Serang
- Academia Untirta
- INFO BHAYANGKARA
- INFO ADHYAKSA
