DECEMBER 9, 2022
Kab Serang

PLTGU Cilegon Dukung LKBA

post-img

Desa Margasari Aktifkan Kembali Resik Jelinger

PULOAMPEL - Lomba Kampung Bersih dan Aman (LKBA) Kabupaten Serang 2022 mendapat dukungan positif dari Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Cilegon. Perusahaan ini bersinergi dengan warga Desa Margasari, Kecamatan Puloampel, untuk menata lingkungan melalui Resik Jelinger. 

Resik Jelinger merupakan program pengelolaan bank sampah kerja sama PLTGU Cilegon Indonesia dengan Peme­rintah Desa Margasari sejak 2018. Meman­faat­kan momentum LKBA, program coporate social responsibility itu kembali diaktifkan. 

Hal itu terungkap pada sosialisasi LKBA Kabupaten Serang 2022 di Kantor Desa Margasari, Rabu (15/6). Turut hadir Kabid Pemberdayaan Masyarakat pada DPMD Kabupaten Serang Imadul Majdi, Sekmat Puloampel Tubagus Ifatullah, Kasi Pember­dayaan Masyarakat Desa (PMD) Kecamatan Puloampel Futirot, serta Ahli Muda CSR dan Humas PLTGU Cilegon Ali Nur Fikri.

Sekretaris Desa Margasari Saifunaki mengatakan, pihaknya akan memak­simalkan Resik Jelinger pada LKBA. “Kami akan maksimalkan lagi program bank sampah ini saat LKBA,” kata Saifunaki.

Saifunaki mengungkapkan, lingkungan yang akan dilombakan pada LKBA tahun ini yaitu lingkungan RW 001 yang berlokasi di Kampung Ragas Auran, RT 01, 02, dan 03. “Kami bakal mulai gotong royong pekan depan,” jelasnya.

Ahli Muda CSR dan Humas PLTGU Cile­gon Ail Nur Fikri menambahkan, ke­lompok bank sampah Resik Jelinger dibentuk 2018. Kegiatannya mengum­pulkan, memilah, dan mengolah sampah di suatu tempat. Hasilnya kemudian dapat dijual. “Ibu-ibu bisa mendapat uang dari program bank sampah ini,” jelasnya.

Selain menjalankan bank sampah, lanjut dia, perempuan di desa mendapatkan program pemberdayaan usaha, misalnya mengolah singkong menjadi kue dan membuat kue gipang.

“Produk mereka jadi produk andalan kami saat ada tamu perusahaan, serta dijadikan oleh-oleh,” ungkapnya.

Saat ini, Resik Jelinger memiliki pengurus sebanyak delapan orang. Sedangkan nasa­bah atau warga pemasok sampah ada 120 orang. Fikri menilai, dengan ada­nya LKBA, menjadi pemicu untuk terus meningkatkan dan menambah se­mangat warga menjalan­kan program bank sampah. 

“Kami akan membantu warga dalam lomba ini agar membangun lingkungan lebih bersih dan aman,” ungkapnya. 

Kabid Pemberdayaan Masyarakat pada DPMD Kabupaten Serang Imadul Majdi menegaskan, penataan lingkungan harus menyeluruh di semua RT di RW yang dilombakan. “Soalnya nanti tim juri bakal mengunjungi semua RT, menyeluruh,” ujar lelaki yang akrab disapa Idi ini.

Idi mengatakan, pada LKBA dibutuhkan peran masyarakat. Jangan hanya menga­ndalkan bantuan dari perusahaan. “Kuncinya kan partisipasi masyarakat terbaik. Kalau semua dibantu perusahaan, pasti bakal mengurangi penilaian,” pungkasnya. (drp/bie)