DECEMBER 9, 2022
Utama

PPDB Down, Al Datangi Sekolah

post-img

Penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun ajaran 2022/2023 tingkat SMA/SMK/Skh negeri di Banten dimulai, kemarin. Tahun ini, pelaksanaan PPDB online itu dilaksanakan oleh sekolah masng-masing.


SERANG-Kebijakan itu diambil Pen­jabat Gubernur Banten Al Muktabar agar mudah melokalisir apabila terjadi trobel. Namun, di hari pertama pelak­sanaan PPDB tahun ajaran 2022/2023 itu, Al belum menerima laporan website se­kolah yang down atau mengalami ma­salah. 

“Bila ada hal-hal yang terjadi teknis ber­­masalah kita akan datangi ke sekolah­nya karena telah terlokalisasi di tingkat sekolah,” tandas Al didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten Tabrani saat meninjau pelaksanaan PPDB tahun ajar­an 2022/2023 di SMAN 1 Kota Serang, Rabu (15/6).

Kata Al, salah satu bukti bahwa website sekolah berjalan lancar adalah banyak­nya calon peserta didik baru yang sudah bisa melakukan pendaftaran. Di SMAN 1 Kota Serang saja, sejak pukul 00.00 sampai 08.20 WIB, sudah ada 290 pendaftar. 

“Alhamdulillah keadaan server kita masih normal-normal saja karena me­mang itu distribusikan agenda kerja­nya ke sekolah. Jadi pakai website sekolah,” terangnya.

Ia berharap, dengan pelaksanaan PPDB di website sekolah, maka hal-hal yang dikhawatirkan seperti server down dapat dikurangi atau diminimalisir. “Syukur-syukur kalau zero something wrong,” ujar Al.

Sejauh ini, pria yang dilantik sebagai Pj Gubernur Banten pada 12 Mei 2022 lalu ini mengaku pelaksanaan PPDB di wilayah Banten lainnya juga masih aman-aman saja. 

“Mudah-mudahan ini bagian dari ikhtiar kita untuk memberikan layanan terbaik kepada masyarakat. Tentu kurang lebihnya ada, tapi bagian dari ikhtiar kita untuk selalu memberikan layanan yang terbaik,” tuturnya.

Al mengaku kualitas website sekolah di seluruh wilayah Banten sama dan tidak ada perbedaan antara di perkotaan dan di pedesaan. Namun, hal itu ter­gantung dari cara operator meng­ope­rasionalkannya. Apabila dijalankan de­ngan baik, maka semua juga akan ber­jalan baik.

Mantan Widyaiswara Ahli Utama di Ke­­menterian Dalam Negeri ini juga meng­imbau masyarakat untuk tidak me­manipulasi data agar diterima dalam pe­laksanaan PPDB. Lantaran hal itu akan dipertanggungjawaban di dunia dan di akhirat. 

“Saya mengimbau untuk ini penuh kesadaran jangan ada manipulasi. Siapa lagi yang akan menuju baik kalau tidak kita secara bersama-sama. Saya sangat meng­imbau untuk tidak dilakukan hal-hal di luar dari ketentuan yang su­­dah digariskan,” ujarnya sembari me­­­ngajak masyarakat untuk menge­de­­­pankan kejujuran.

Sementara itu, Kepala Dindikbud Provinsi Banten Tabrani mengatakan, ber­dasarkan pemantauannya kemarin, be­lum ada website sekolah yang me­nga­lami down. Ia berharap kondisi ini dapat berjalan dengan baik sampai pe­laksanaan PPDB selesai.

Berdasarkan data pokok pendidikan per 6 April 2022, jumlah siswa kelas IX ada 229.456 siswa yang akan menjadi calon siswa di SMA dan SMK negeri di Banten. Sedangkan jumlah SMA ne­­geri di Banten sebanyak 161 sekolah dan SMK negeri 91 sekolah.

Kata Tabrani, dengan pendaftaran jalur zonasi, para calon peserta didik yang berdomisili dekat dengan sekolah dapat diterima, apapun tingkat kemam­puan akademiknya. Dengan meng­gu­nakan jalur zonasi ini diharapkan tidak ada lagi stigma sekolah favorit. 

“Sekolah favorit itu dapat muncul apabila siapapun peserta didik yang masuk, sekolah itu dapat melakukan pem­belajaran yang baik, sehingga lu­lusannya berkualitas,” tuturnya. 


PPDB CILEGON

Di Kota Cilegon, Sekretaris Komisi V DPRD Banten Dede Rohana Putra dan anggota Umar Barmawi mendatangi SMA Negeri 1 Cilegon dan SMA Negeri 2 Cilegon.

Di dua sekolah itu baik Dede Rohana mau­pun Umar menemukan kendala ter­u­tama berkaitan dengan jaringan internet dan server.

“Pertama di SMA 1 (kendala) WiFi, saya nyaksiin untuk ngecek lokasi lama. Itu problem di WiFi, saya minta di SMA 1 WiFi dikunci hanya untuk PPDB,” ujar Dede .

Sedangkan di SMA Negeri 2 Cilegon, ada beberapa keluhan dari masyarakat ter­kait permasalahan pada link pen­daf­taran online, dan lamanya waktu untuk mengakses.

“Pas dibuka linknya agak trouble, saya minta nanti ada meja konsultasi, agar gak salah ketik link tadi ada yang salah ketik, nanti saya akan tegor vendor, karena toruble, ngeresetnya,” tuturnya.

Hal senada disampaikan Anggota Ko­misi V Umar bin Barmawi. Ia menilai sosialisasi PPDB belum maksimal se­hingga informasi tidak tersampaikan dengan baik ke masyarakat.

“Masih ada masyarakat yang meng­guna­kan sistem lama, sepertinya sosiali­sasinya kurang masif, sehingga ada masya­­rakat yang belum tahu,” ujarnya.

Umar Barmawi berharap pelaksanaan PPDB tidak ada masalah di tengah-te­ngah masyarakat dan dilaksanakan secara transparan.

Di sisi lain, masyarakat berbondong-bon­­dong mendaftar sekolah di hari per­­­tama PPDB ini. Pantauan Radar Ban­ten, sejak pagi banyak masyarakat men­­dampingi anaknya mendaftar se­kolah di dua sekolah tersebut.

Bahkan jumlah pendaftar secara hingga pukul 09.00 Wib saja di masing-masing sekolah telah melebihi angka 150. (bam/ nna)