LEBAK - Rumah Deden (30), warga Kampung Parakanbeusi Tengah, Desa Parakanbeusi, Kecamatan Bojongmanik, rusak akibat longsor di bantaran Sungai Ciujung. Untuk itu, korban harus mengosongkan tempat tinggalnya tersebut dan mengungsi ke rumah kerabatnya.
Diketahui, rumah Deden berjarak hanya 5 meter dari tebing Sungai Ciujung longsor pada Selasa (14/6) sekira pukul 18.30 WIB.
Kepala Pelaksana Harian BPBD Lebak Febby Rizki Pratama menyebut, longsor di tebing sungai dipicu hujan deras yang mengguyur wilayah Bojongmanik.
“Benar, kejadiannya kemarin malam. Saat itu, Desa Parakanbeusi diguyur hujan deras. Namun alhamdulillah tidak ada korban jiwa akibat longsor,” kata Febby saat dihubungi Radar Banten, Rabu(15/6).
Dia mengatakan, saat ini BPBD tengah melakukan asessment di lokasi kejadian untuk mengetahui dampak longsor. Warga yang memiliki rumah di bantaran sungai Ciujung untuk berhati-hati. Karena, longsor ini bukan kali pertama terjadi.
Namun, pada akhir Mei 2022, longsor aliran sungai itu juga terjadi di Kampung Bojongrangdu, Desa Sangkamanik, Kecamatan Cimarga. Bencana ongsor telah menyebabkan 4 rumah warga rusak serta 200 rumah lainnya di kampung itu terancam longsor.
Untuk itu, pihaknya akan segera berkirim surat kepada Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau - Ciujung - Cidurian (BBWSC3) untuk melakukan kajian dan penanganan terhadap abrasi Sungai Ciujung.
“Melihat laju abrasi di sana, jika tidak ada mitigasi struktural yang tepat, maka dapat menyebabkan longsor susulan. Oleh karena itu, secepatnya kami akan berkirim surat ke BBWSC3 untuk melakukan penanganan, tentunya sesuai kajian teknis yang mereka miliki,” ujarnya.
Sementara itu, Camat Bojongmanik Dadan Juanda mengatakan, saat ini tengah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Banten untuk melakukan penanganan dengan membangun bronjong serta memperbaiki sarana infrastruktur yang rusak karena longsor pada tebing tersebut.
“Nantinya areal ini akan dibangun bronjong dan perbaikan sarana inrastruktur yang rusak dari Biaya Tidak Terduga (BTT) Pemkab Lebak dan bantuan dari Dinas PUPR Banten,” jelasnya.
Dirinya mengimbau kepada warga yang terdampak longsor untuk mengungsi terlebih dahulu. Karena jika tetap mengungsi maka dikhawatirkan ada longsor susulan yang dapat membahayakan warga.
“Mudah-mudahan dalam waktu tidak terlalu lama lagi bisa segera dilaksanakan kegiatan penanggulangan longsor. Karena memang kondisinya cukup mengkhawatirkan dan perlu penanganan segera,” tukasnya.(mg-02/tur)
Yusuf Permana/Radar Banten
AMBRUK: Rumah warga yang ambruk di Desa Parakanbeusi, Kecamatan Bojongmanik, Rabu (15/6).
Banten Hari Ini
- Utama
- Kab Serang
- Radar Serang
- Pandeglang
- Lebak - Viral
- Tangerang - Viral
- Olahraga
- Hukrim
- Love Story - Inspirasi
- Bisnis - Peluang Usaha
- Sambungan
- Cilegon
- Trendy
- Proud
- Cover Story
- Pesona Indonesia
- Legacy
- Kelurahan
- 18 PLUS
- MAMMY WOW
- ADVERTORIAL WARNA
- LRLA KOTA SERANG
- ADVERTORIAL BW
- KESEHATAN
- DP3AP2KB Kota Cilegon
- RADAR TRAVEL
- LPPD Tangerang
- 18 PLUS+
- ADV Pemkab Tangerang
- MOVIES
- PUPR LEBAK
- ADV PEMKAB PANDEGLANG
- GEN RB
- Serba Serbi Ramadan
- ADV PEMKAB PANDEGLANG 2
- HOBBY
- RAKYAT MEMILIH
- Potret Cilegon
- VIRAL
- LKBA Kabupaten Serang
- Academia Untirta
- INFO BHAYANGKARA
- INFO ADHYAKSA
- NUSANTARA metro disway
- FOKUS DISWAY
