DECEMBER 9, 2022
Utama

Bidan Garda Terdepan Penanganan Stunting

post-img

Rakerda IV IBI Provinsi Banten


Penjabat Gubernur Banten Al Muktabar menyebutkan profesi bidan memiliki peran besar dalam penanganan stunting. Oleh karena itu, ia meminta Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Provinsi Banten menjadi garda terdepan dalam menurunkan angka stunting di Provinsi Banten.


Hal itu diungkapkan Al Muktabar saat membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) IV Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Provinsi Banten, di Sekretariat Pe­ngurus Daerah IBI Provinsi Banten Jalan Syekh Nawawi Al Bantani, Ban­jarsari, Kota Serang, Jumat (15/7). 

Menurut Al Muktabar, pemerintah pusat menargetkan pada tahun 2024, angka stunting disemua daerah me­n­u­run hingga 14 persen. Sementara di Provinsi Banten, angka stunting hing­ga saat ini masih tinggi sebesar 23,4 persen.

“Para bidan selalu dekat dengan para ibu hamil, sehingga bisa menge­du­kasi agar semua ibu hamil meng­kon­sumsi suplemen untuk mencegah stunting dan gizi buruk,” katanya.

Ia melanjutkan, Pemprov Banten telah menyiapkan langkah-langkah spesifik dalam menurunkan angka stunting dan gizi buruk, termasuk kemarin dilak­sa­nakan penyaluran daging hewan kur­ban kepada keluarga dengan anak stunting dan gizi buruk.

“Semua langkah Pemprov tidak ada artinya kalau tidak didukung para bidan yang berada di garda paling depan me­nangani dan menurunkan angka stunting,” tegasnya.

Orang nomor satu di Banten ini juga me­nyebutkan bahwa profesi bidan me­rupakan tugas kemanusiaan. 

“Profesi ini adalah profesi yang me­miliki ruang kerja tidak kenal waktu dan hari. Yang menuntut tugas-tugas profesi dan kemanusiaan,” urai Al.

Dalam kesempatan tersebut, Al Mukta­bar berharap para bidan di Banten terus meningkatkan kompetensi, dan pe­nguasaan bahasa asing sehingga mampu bersaing di tingkat internasional.

“Saya bertemu bidan Indonesia di ber­bagai negara dianggap berkualitas dan memiliki attitude bagus. Tinggal meningkatkan penguasaan bahasanya,” jelasnya.

 Al Muktabar juga berharap para bidan untuk bersama pemerintah daerah terus menggiatkan profesinya. Karena pada masa depan, bidan dihadapkan pa­da satu tantangan besar dan luar biasa. Sehingga, bidan dituntut mening­katkan kompetensi teknis yang terus menerus. “Dunia digital memberikan langkah-langkah mudah untuk trans­formasi pengetahuan terhadap pening­katan kompetensi para bidan,” tegasnya.

Di akhir paparannya, Al Muktabar me­ngajak semua pihak bekerjasama untuk menurunkan angka stunting di Banten, bila para bidan berada di garda depan, maka yang lainnya juga harus sinergis mulai dari instansi yang ada di provinsi hingga tingkat kelurahan dan desa 

“Kita akan sangat fokus ke arah pe­nanganan stunting dan gizi buruk. Dengan kita fokus menjalankannya ber­sama-sama, Insya Allah semuanya akan menjadi cepat tertangani dan lebih efektif,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Umum IBI Pusat, Emi Nurjasmi yang hadir dalam kegiatan ter­sebut mengungkapkan, selain berada di garda depan penanganan stunting, para bidan juga menjadi ujung tombak da­lam pelayanan kesehatan secara umum.

“IBI pusat dan daerah selalu siap ber­kontribusi untuk peningkatan kesehatan ibu dan anak serta pencegahan dan pe­nanganan stunting bersama pe­merintah,” ungkapnya.

Sebelumnya, Ketua PD IBI Provinsi Banten Yani Purwasih mengatakan, Ra­kerda IV IBI Banten merupakan fo­rum pembinaan dan konsolidasi pe­ngu­rus IBI cabang, ranting, dan anggota.

“Kami siap berada paling depan dalam pencegahan dan penanganan stunting dan gizi buruk,” katanya 

Yani menambahkan, saat ini di Provinsi Banten tercatat ada 9.587 bidan yang terdaftar sebagai anggota IBI.

“Kami mengajak semua bidan yang ada di Banten untuk segera bergabung menjadi anggota IBI, sehingga profesi bi­dan bisa semakin profesional,” pinta­nya. (den/air)