DECEMBER 9, 2022
Cilegon

Perbaikan JLS Terkendala Anggaran

post-img

CILEGON – Perbaikan Jalan Lingkar Selatan (JLS) Cilegon terkendala anggaran.

Hal itu diakui oleh Walikota Cilegon Helldy Agustian saat bertemu wartawan di ruang kerjanya pada Kamis (14/7) lalu.

Kondisi JLS sendiri saat itu mempri­hatinkan di mana banyak retakan dan lubang besar di badan jalan tersebut.

Helldy menjelaskan, untuk memperbaiki jalan penghubung menuju kawasan Anyar itu membutuhkan anggaran Rp167 miliar.

“Sedangkan anggaran yang tersedia saat ini (tahun anggaran 2022) hanya Rp2 miliar untuk pemeliharaan,” ujarnya.

Untuk sekedar pemeliharaan sendiri, menurut Helldy, dibutuhkan anggaran hingga Rp60 miliar. Untuk itu, politisi Partai Berkarya itu meminta masyarakat untuk bersabar, pemerintah akan berupaya semaksimal mungkin memperbaiki jalan yang membentang di tiga kecamatan tersebut. “Pada prinsipnya kami ingin memberikan pelayanan terbaik buat masyarakat tapi kan terbentur dengan anggaran,” ujar Helldy.

Helldy menuturkan, beberapa waktu lalu pemerintah telah bertemu dengan Dirjen Infrastruktur Kemen-PU agar bisa mendapatkan bantuan anggaran untuk memperbaiki jalan tersebut. 

Status jalan tersebut merupakan jalan kota, tapi jalan ini digunakan untuk kepentingan industri, wisata, dan tambang. Pemerintah, lanjut Helldy, tengah berupaya untuk membicarakan perbaikan jalan ini dengan industri di sekitar JLS.

“Kemarin secara internal ke Asda II agar supaya yang krusial bisa dibantu oleh industri sebagai urgensi kita sehubungan dengan industri tersebut, dulu kan pernah dibantu sama industri,” katanya.

Helldy berjanji perbaikan jalan akan dilakukan tahun depan sambil menunggu bantuan dari Kementerian PUPR. Pihaknya juga mengaku sudah berkirim surat agar pemerintah pusat membantu pembiayaan perbaikan jalan tersebut.

“Hasilnya ini (perbaikan) tidak bisa di tahun ini harus di tahun depan karena ini kan bukan jalan nasional, bukan tanggung jawab mereka ini kan hitungannya jalan kota. Tapi kita sudah bilang itu adalah jalan objek vital yang menghubungkan ke industri maupun ke Anyer,” ujarnya. (bam/air)