DECEMBER 9, 2022
Olahraga

Petani di Bengkulu Tantang Pejabat, Bisa Naikkan Harga Sawit Dapat Tanah 1 Hektar dan Uang Rp60 Juta

post-img

PEJABAT Indonesia mendapat tan­tangan dari seorang petani sawit di Bengkulu. Tantangannya, jika pejabat bisa menaikkan harga sawit menjadi di atas Rp3000 per kilo bulan ini ju­ga maka akan diberi tanah satu hektar dan uang tunai satu tas keresek. Besaran nominalnya kira-kira Rp60 juta.

Itu dapat disaksikan dalam video di media platform tiktok. Video itu diunggah akun @apipnurahman, Jumat 15 Juli 2022. Dalam video itu Apip yang mengenakan kaos hijau mengumumkan sayembara terbuka bagi para pejabat itu. Sayembara itu dia umumkan di area perkebunan sawit di daerah Bengkulu.

“Nah pejabat-pejabat Indonesia. Saya rela dan ikhlas kehilangan satu hektar kebun sawit saya ini asalkan kalian bisa menaikkan harga sawit ini di atas Rp3000 bulan ini juga. Demi memperjuangkan rakyat In­do­nesia, ambil sertifikat kebun sawit ini,” kata Apip sembari menun­jukkan sertifikat tanah yang berada di sebelah tangan kirinya.

“Ini juga ada bonus tambahan untuk Anda, jika naik (harga sawit-red) bu­lan ini,” tambah Apip sambil meng­ambil tas keresek warna bening berisi 6 gepok uang. Terdiri dari 6 gepok pecahan Rp50 ribuan. Dan, 3 gepok uang kertas pecahan Rp100 ribuan. Diperkirakan totalnya Rp60 juta.

Diketahui harga tandan buah segar (TBS) atau harga TBS sawit petani kini anjlok pada posisi harga yang sangat rendah. Hanya dihargai Rp 500 per kilogram. Para petani mengeluhkan penurunan harga komoditas tersebut hingga ke level terendah sepanjang sejarah ini.

Sebelumnya, sekitar 5 hari lalu, Apip juga membuat konten video yang nyeleneh. Diduga merasa frustasi dengan harga sawit yang rendah, dia mempersilakan maling sawit untuk menjarah di kebunnya. Dia berjanji tidak akan memproses maling yang maling sawit di kebunnya. (asp)

#fadhil