DECEMBER 9, 2022
Radar Serang

PPDB SMPN Sisakan 530 Kursi Kosong

post-img

SERANG-Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online untuk SMP Negeri Tahun Pelajaran 2022/2023 tersisa 530 kursi kosong. Dari kuota atau daya tampung sekolah sebanyak 6.560 siswa yang tersedia, hanya 6.030 siswa diterima. 

Kepala Bidang SMP pada Dindikbud Kota Serang Leni Puspasuri Sesunan mengungkapkan, berdasarkan hasil rekapitulasi PPDB Tahun Pelajaran 2022/2023 per 30 Juni 2022 melalui aplikasi PPDB terdapat 530 bangku kosong. “Iya, hampir rata-rata sekolah (SMPN) di Kota Serang memiliki bangku kosong atau tidak terpenuhi pada PPDB,” ujarnya kepada wartawan saat di temui di Kantor Dindikbud Kota Serang, Jumat (15/7). 

Leni mengatakan, rekapitulasi keseluruhan tersebut dihitung berdasarkan empat jalur masuk yang telah ditetapkan. Yaitu, jalur zonasi, prestasi, pindah orang tua dan afirmasi. “Kalau penyebabnya karena memang tidak memenuhi persyaratan. Seperti administrasi, makanya tertolak oleh sistem,” katanya. 

Sebanyak 530 bangku kosong tersebut ber­asal dari 27 SMP Negeri yang ada di wi­layah Kota Serang. Untuk, jalur zonasi paling banyak yang kosong di SMP Negeri 25 Kota Serang di Ke­camatan Kasemen. “Di SMPN 25 paling banyak, sebanyak 104 (bangku kosong),” katanya. 

Untuk jalur prestasi paling banyak yang kosong di SMP Negeri 4 Kota Serang, Kecamatan Serang sebanyak 45 kursi. Selanjutnya jalur perpindahan orang paling banyak yang tidak tersisa di SMP Negeri 16 Kota Serang, Kecamatan Kasemen se­banyak 14 kursi. “Sedangkan jalur afirmasi pa­ling banyak di SMPN 15 dan SMPN 25 ma­sing-masing 34 kursi,” terangnya.

Leni mengungkapkan, data tersebut akan menjadi data awal jumlah siswa SMP Negeri di Kota Serang berdasarkan PPDB Tahun Pelajaran 2022/2023. Sedangkan untuk yang tidak diterima pihaknya meminta mendaftar ke sekolah swasta. “Walau pun kursinya kosong, yang tidak diterima untuk mendaftar ke sekolah swasta,” terangnya. 

Sementara itu, Kepala Dindikbud Kota Serang Alpedi mengatakan, pihaknya telah melaksa­nakan PPDB tingkat SMP Negeri berjalan lancar. Ia berharap, bagi siswa yang tidak diterima untuk mendaftar ke sekolah swasta. “Jadi, berdasarkan hasil aplikasi PPDB, tiap sekolah memiliki kursi kosong,” katanya. 

Alpedi mengungkapkan, dalam pelaksanaan PPDB online, khusus di SMP Negeri 25 Kota Serang, Kecamatan Kasemen pihaknya mem­berikan kelonggaran untuk mendaftar secara offline. “SMPN 25 ini banyak yang blank spot. Sehingga kami mengeluarkan kebijakan untuk offline,” terangnya. 


JAUHI KEKERASAN 

Selanjutnya, Kabid SMP Dindikbud Kota Serang Leni mengingatkan pihak sekolah untuk memperhatikan pelaksanaan Masa Perkenalan Ling­kungan Siswa (MPLS). Ia berharap tak ada kegiatan yang mengarah pada tindakan ke­kerasan. “MPLS jangan ada perpeloncoan (tindakan kekerasan), pengenalan sekolah saja,” katanya. 

Untuk itu, Leni mengaku tengah memper­siap­­kan surat imbauan yang ditujukan kepada tiap sekolah di wilayah Kota Serang untuk mem­batasi kegiatan MPLS. “Kami tengah me­nyiapkan surat imbauan sebagai acuan dasar pelaksanaan MPLS,” terangnya. (fdr/nda)

#fadhil