DECEMBER 9, 2022
Tangerang - Viral

Tekan Kematian Ibu dan Bayi, Zaki Teken MoU Rujukan Kegawatdaruratan

post-img

PENDOPO - Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar menandatangani ke­sepakatan bersama dan perjanjian kerjasama tentang pelayanan rujukan kegawatdaruratan Maternal dan Neonatal antara Pemerintah Kabupaten Tangerang, rumah sakit swasta, dan instansi lain di Kabupaten Tangerang.

Penandatanganan MOU itu dihadiri seluruh CEO maupun direktur rumah sakit swasta di Kabupaten Tangerang di Aula Pendopo Bupati Tangerang. Jumat (15/7).

Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar mengatakan, Pemerintah Ka­bupaten Tangerang secara spesifik telah menge­luarkan regulasi kebijakan melalui Peraturan Bupati Tangerang Nomor 128 Tahun 2015 tentang Pedoman Pelayanan Rujukan Kegawatdaruratan Maternal dan Neonatal di Kabupaten Ta­ngerang secara efektif, efisien, ber­keadilan dan memenuhi tata kelola klinis yang baik sesuai standar yang telah ditetapkan.

“Kami telah berhasil menekan jumlah kematian ibu dan bayi secara signifikan sampai dengan tahun 2019. Namun sejak adanya pandemi Covid-19, terjadi peningkatan di tahun 2020 dan me­ning­kat tajam di tahun 2021 (78 kasus ke­matian ibu, dan 251 kasus kematian bayi), dimana mayoritas penyebab kematian ibu karena Covid-19, se­dang­kan sampai dengan Juni 2022 jum­lah kematian ibu ada 18 kasus dan kematian bayi 77 kasus,” papar Zaki.

Zaki berharap, melalui kerjasama ini akan lahir konsep-konsep mana­je­men dan penyelenggaraan pelayanan kesehatan yang mampu mengangkat citra positif terutama derajat kesehatan masyarakat yang sudah menjadi tugas dan kewajiban kita semua untuk bisa memberikan jaminan hal tersebut bagi seluruh lapisan masyarakat.

“Saya ucapkan terima kasih atas peran aktif semua pihak, para pimpinan RS Swasta, BPJS, Organisasi Profesi (IDI, IDAI, POGI, IBI dan Asklin ), PMI, FOPKIA Kabupaten Tangerang, ser­ta Mo­mentum Private Healthcare Delivery (MPHD) dalam upaya pe­nye­lamatan ibu dan bayi di Kabupaten Ta­ngerang,” ujarnya.

Zaki juga meminta kepada seluruh stakeholder untuk lebih memperkuat kembali komitmen bersama Pemerin­tah Kabupaten Tangerang, sehingga angka kematian ibu dan bayi serta stunting dapat ditekan sekecil mungkin bahkan sampai nol persen. 

“Mari kita bekerja dengan hati, ber­sama-sama menurunkan Angka Ke­matian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB) dan stunting di Kabupaten Tangerang,” pintanya.

Sementara, Sekretaris Dinas Keseha­tan Kabupaten Tangerang dr. Mukhlis me­ngatakan, dengan upaya kesepa­katan bersama dan juga program ker­ja­sa­ma ini, diharapkan dapat men­ja­di solusi dan juga dapat menjadi strategi yang tepat bagi pemangku kebijakan untuk melakukan optima­lisasi layanan prima bagi masyarakat, terutama dalam sektor kesehatan yang menjadi salah satu faktor utama dalam mewujudkan kualitas kehidupan yang lebih baik.

“Saya menyampaikan ucapan terima kasih kepada pimpinan dan direksi rumah sakit swasta, para stakeholder dan organisasi profesi Kesehatan di Kabupaten Tangerang yang telah menyambut baik program kerjasama ini,” pungkasnya. (Mul)

#fadhil