DECEMBER 9, 2022
Utama

Al Muktabar Tantang Mahasiswa Baru

post-img

PKKMB: Pj Gubernur Banten Al Muktabar didampingi Rektor Untirta Fatah Sulaiman menghadiri kegiatan PKKMB, di Kampus Untirta Sindangsari, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang, Senin (15/8). 

Pembukaan Ospek Untirta

Pj Gubernur Banten Al Muktabar memberikan motivasi sekaligus tantangan kepada mahasiswa baru Untirta, yang mengikuti kegiatan Pengenalan Kehidupan

Kampus Bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) di Kampus Untirta Sindangsari, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang, Senin (15/8). 

DI hadapan ribuan mahasiswa baru Untirta, Al Muktabar mengingatkan para calon sarjana untuk memiliki tiga kemampuan utama dalam meng­hadapi perkembangan teknologi. Ketiga kemampuan itu adalah komu­nikasi, spiritual, dan kuantitatif.

“Tiga hal itu saya pikir sangat penting sebagai modal utama, dengan begitu diharapkan generasi muda dapat lebih akrab dengan perkembangan teknologi dan terus berpikir positif sehingga dapat merasakan dampak positif dari sebuah per­kembangan teknologi,” kata Al Muktabar saat memberikan sambutan dalam acara pembukaan PKKMB Untirta tahun 2022.

Orang nomor satu di Banten ini me­lanjutkan, semua mahasiswa baru Untirta harus dapat menyesuaikan dan mempersiapkan diri dalam menuntut ilmu di Perguruan Tinggi, sehingga dapat menjadi sumber daya manusia (SDM) yang unggul. 

“Tentunya harus mempersiapkan diri dan terus semangat untuk belajar, mu­dah-mudahan mahasiswa baru bisa men­jawab tantangan zaman sehingga mampu menjadi SDM yang unggul,” jelasnya.

Menurut Al, sinergi dan kolaborasi antara pemerintah daerah dengan dunia pen­didikan menjadi penting untuk mengembangkan SDM yang unggul di Banten.

“Itu satu hal yang harus kita lakukan, ka­rena ini basis pengembangan SDM. Kita harus terus berkolaborasi untuk mengembangkan SDM di Provinsi Banten,” bebernya.

Kolaborasi, tambah Al, salah satu fak­tor penting dalam menyelesaikan permasalahan dan tantangan yang ada. Melalui kolaborasi, percepatan pem­ba­ngunan di Provinsi Banten dapat dilak­sanakan. “Kita harus saling mengisi terlebih dalam kondisi seperti sekarang ini, sendirian kemungkinan sulit. Apa lagi dalam dunia global yang tanpa batas. Tidak mungkin kita menghadapi itu dengan tidak bersama-sama,” urainya.

Al mengajak semua mahasiswa baru untuk berlomba-lomba menjadi SDM yang unggul, sehingga ikut berkontribusi dalam pembangunan daerah. Dalam kesempatan itu, Al tidak menyinggung soal dugaan kasus perpeloncoan terha­dap mahasiswa baru saat kegiatan pra PKKMB, yang membuat Kampus Untirta viral di media sosial.

“Bersama-sama adalah kata kunci. Kola­borasi penting dari berbagai ting­katan. Ini pesan saya buat para generasi muda khususnya mahasiswa baru Untirta, jadilah SDM unggul dan kola­boratif,” pungkasnya.

Sementara itu, Rektor Untirta Fatah Sulaiman mengatakan, pada saat ini semua sektor kehidupan telah memasuki era kolaborasi, sehingga kolaborasi dianggap sebagai keniscayaan untuk saling melengkapi dan menyelesaikan sebuah permasalahan. “Kolaborasi ini penting. Karena semua permasalahan harus ditangani oleh multidisiplin dan melibatkan banyak orang untuk saling mengisi dan menyempurnakan dalam semua aspek. Begitu juga dalam dunia pendidikan,” katanya.

Ia menambahkan, Untirta sebagai Perguruan Tinggi Negeri kebanggaan masyarakat Banten hingga saat ini terus melakukan kolaborasi dengan Pemprov Banten, terutama pemgembangan SDM generasi muda.

“Mahasiswa baru harus menyiapkan diri untuk mengikuti konsep imple­mentasi kampus merdeka, merdeka belajar. Itu sebagai tools untuk mengisi kapasitas diri sebagai calon SDM yang unggul dan utuh,” pungkasnya.

Sebelumnya, Ketua IKA Untirta Asep Abdullah Busro meminta Rektor Untirta beserta jajarannya tidak lalai dalam melakukan pengawasan dan pembinaan terhadap BEM/KBM Untirta. Tindakan pre­ventif harus dilakukan untuk me­ngendalikan seluruh pelaksanaan kegia­tan ospek atau PPKMB. “Kami minta pihak kampus memastikan kasus du­gaan perpeloncoan terhadap maha­siswa ba­ru saat pra ospek tidak terulang kem­bali, jangan sampai terjadi korban meninggal lagi seperti peristiwa mening­galnya mahasiswa Untirta pada Tahun 2021 dalam kegiatan salah satu UKM di Untirta yang lalai diawasi oleh Rektorat Untirta, “ katanya. 

Keluarga Alumni Untirta, tambah Busro, mengapresiasi sikap kritis dari seluruh elemen masyarakat atas kasus dugaan perpeloncoan terhadap maha­siswa baru yang viral di medsos, sebagai bentuk kontrol sosial terhadap institusi pendidikan.

“Terlepas dari adanya dugaan per­pe­lon­coan, IKA Untirta mengajak selu­ruh para mahasiswa baru, orang tua mahasiswa baru serta seluruh elemen ma­syarakat dapat memberikan kesem­patan dan kepercayaan penuh kepada pihak Kampus Untirta, untuk dapat melakukan perbaikan dalam sistem penyelenggaraan pendidikan agar menjadi lebih baik sesuai ekspektasi ma­syarakat,” pungkasnya. (den/nda)