DECEMBER 9, 2022
Utama

Menko Airlangga: Dengan Kerja Sama Kita Mampu Pulihkan Perekonomian

post-img

Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian

JAKARTA-Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan, berbagai upa­ya pemerintah untuk men­dorong pemulihan eko­no­mi mem­butuhkan pe­ran dan kerja sama dari seluruh stake­hol­der. Menko Airlangga meng­ajak ma­­sya­rakat terus op­ti­mis dan meng­­opti­mal­kan pe­ran di sek­­tor ma­sing-masing.

Hal ini untuk memberi kon­tri­busi dalam pemulihan ekonomi yang ujung­nya bisa menciptakan lapa­ngan kerja dan mengurangi kemis­kinan. Secara khusus, Airlangga meng­akui peran media sangat pen­­ting untuk mewujudkan opti­mis­me kestabilan so­sial di masyarakat.

“Dengan bekerja sama, kita akan mampu memulihkan per­eko­nomian nasional dan menjadi shock ab­sorber berbagai ge­­jolak yang ada. Saya ber­harap kita se­­mua terus be­kerja sama men­­cip­takan optimisme untuk In­donesia ke de­pan­nya,” tutur Menko Airlangga, Senin (15/8).

Ketua Umum DPP Partai Golkar ini menambahkan, kerja sama ini sudah menunjukkan hasil po­­sitif, ka­rena perekonomian na­sional te­rus opti­misme dan keberhasilan.

Sebab, ekonomi nasional berhasil tum­buh di atas 5 persen pada tiga kuar­tal terakhir. Bahkan, Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan pertum­bu­han ekonomi Indonesia yang men­capai 5,44 persen (yoy) pada Q2 tahun 2022.

Airlangga menegaskan, capaian positif itu merupakan hasil kebijakan pe­me­rin­tah. Antara lain, dengan me­­nyokong sektor manufaktur dan ekspor. Kinerja positif tersebut juga di­­dukung inflasi yang terkendali yaitu per Juli 2022 inflasi Indonesia 4,94 persen. Angka tersebut lebih baik dari Amerika Serikat yang men­capai 8,5 persen, Jerman 7,5 per­sen, dan Prancis yang mencapai 6,1 persen.

“Di tengah kenaikan harga-harga energi, Indonesia masih melakukan subsidi ataupun memanfaatkan ke­kuatan fiskal untuk menyerap seba­gian daripada kenaikan harga pangan maupun energi. Sedangkan ne­gara-ne­gara lain melakukan “pass-through” yang berarti harga ener­gi di­trans­misikan kepada ma­syarakat,” ujar Airlangga.

Airlangga yang juga Ketua Komite Pe­­nanganan Covid-19 dan Pe­mu­lihan Eko­nomi Nasional (KPCPEN) ini me­ngatakan, peme­rintah masih meng­­alokasikan anggaran Pena­nganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasio­nal sebesar Rp455,6 triliun pada 2022.

Anggaran ini untuk memulihkan eko­nomi dan juga mendorong program un­tuk pe­ngu­rangan kemiskinan yang eks­trem. Sementara itu, APBN secara k­e­se­luruhan diarahkan untuk menjadi shock absorber. 

Pemerintah juga terus mengedepankan dan menjaga daya beli masyarakat karena sebagian besar ekonomi Indonesia juga bergantung kepada konsumsi masyarakat. 

Menko Airlangga juga menjelaskan pemerintah terus menjaga dan mendorong pemulihan di berbagai sektor yang saat ini menjadi penghela. Yakni sektor industri, sektor perdagangan, sektor informasi ko­munikasi, serta sektor pertanian. (*)