DECEMBER 9, 2022
Olahraga

PASI dan DBL Indonesia Gelar Student Athletics Championships

post-img

MoU: Ketua Umum PB PASI Luhut Binsar Panjaitan dan CEO sekaligus founder DBL Indonesia Azrul Ananda menunjukkan dokumen MoU di Jakarta, Senin (15/8). PB PASI dan DBL Indonesia menyelenggarakan Student Athletics Championships Indonesia. (rbnn)

Men-DBL-Kan Atletik untuk Booster Partisipasi 

JAKARTA-Konsistensi DBL Indonesia se­­lama 18 tahun menyelenggarakan kompetisi bas­ket pelajar semakin menumbuhkan ke­percayaan dari berbagai pihak. Terlebih, kom­petisi basket pelajar DBL itu kini menjadi yang terbesar di Indonesia. Dengan partisipasi melibatkan jutaan anak muda setiap tahunnya. Terselenggara dari Aceh sampai Papua.

Dampak dari konsistensi kompetisi itu pun mul­ai terasa pada pencapaian berbagai pres­tasi di level basket nasional hingga inter­na­sional. Hal ini pula yang mendorong Pengurus Be­sar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) berkolaborasi dengan DBL Indonesia.

DBL Indonesia dipercaya menggarap kom­petisi atletik tingkat pelajar terbesar di Tanah Air. Namanya, Student Athletics Championships (SAC) Indonesia. Penandantanganan MoU antara pihak PB PASI dan DBL Indonesia dilakukan di Jakarta, Senin (15/8).

DBL Indonesia dan PB PASI berharap, Stu­dent Athletics Championships (SAC) In­donesia itu bisa makin memasyarakatkan olahraga atletik. Sama halnya dengan peran kompetisi DBL yang telah sukses meningkatkan partisipasi di kalangan anak muda dan pelajar. 

Ketua Umum PB PASI Luhut Binsar Panjaitan mengatakan, DBL Indonesia selama ini sudah punya pengalaman panjang memasifkan olahraga basket, terutama di usia dini. Hal itu pula yang diharapkan bisa terjadi di cabang olahraga atletik, yang lebih punya banyak nomor.

”Dengan kerja sama (antara PB PASI dan DBL Indonesia-red) ini, serta spirit yang sa­ma untuk lebih memasifkan atletik dan men­cari bibit-bibit potensial di seluruh In­donesia, tentu kita optimis akan lihat buahnya tiga tahun ke depan. Dengan jumlah pen­duduk Indonesia sebanyak 278 juta, tidak alasan kita tidak bisa berkiprah kalau kita bekerja bersama-sama,” terang Luhut Binsar Panjaitan. 

Sementara itu, Azrul Ananda menyebut, olahraga atletik bukan hal baru buatnya. Selama ini, banyak yang tidak tahu bahwa ketika memulai mengembangkan kompetisi DBL, Azrul sebenarnya bukan anak basket.

“Saya ini dulu pas SMA justru anak atletik. Pas SMA, olahraga saya track and field. Saya pelari dua mil (3,2 km-red) dan lompat tinggi. Tapi tidak tahu kenapa kok saya bisa bikin kompetisi basket duluan,” ujarnya.

“Semoga pengalaman kami mema­sar­kan olahraga basket lewat DBL bisa juga dilakukan di atletik. Kami akan ber­upaya men-DBL-kan atletik melalui Stu­dent Athletics Championships. Kom­petisi atletik tingkat sekolah ini misi utamanya menjadi booster partisipasi atletik bagi pelajar mulai SD hingga SMA. Harapannya bisa membantu PB PASI dalam melebarkan jala untuk menemukan bibit-bibit potensial di Indonesia,” imbuh Azrul.

Student Athletics Championships Indonesia menerapkan sistem kualifikasi di 9 regional. Terdiri dari, North Sumatera Qualifiers, Jakarta Banten Qualifiers, West Java Qualifiers, Central Java Qua­lifiers, Yogyakarta Qualifiers, East Java Qualifiers, Kalimantan Qualifiers, Bali Nusra Qualifiers, dan Papua Qualifiers.

Selama kualifikasi di tingkat regional itu akan melibatkan setidaknya 20 ribu pelajar dari seluruh Indonesia. Dari tingkat SD, SMP, sampai SMA.

Babak kualifikasi regional dijadwalkan ber­jalan dari September hingga No­vember 2022. Para pemenang di ba­bak kualifikasi regional bakal ditan­dingkan di National Championships yang ren­cananya akan berlangsung pada De­sem­ber mendatang. Para juaranya ber­kesempatan mengikuti international training camp.

Nah, di sinilah mimpi para student athlete di cabang atletik itu disemai. Para juara itu akan belajar dan berlatih di pusat sports science ternama dunia.

Konsep sama sebenarnya juga telah lama diterapkan DBL Indonesia di kompetisi basket, lewat DBL Camp yang menyaring para pemain terbaik untuk masuk skuad elite DBL All Star. Mereka dibawa belajar menimba ilmu di Amerika Serikat. (rbnn/don)