DECEMBER 9, 2022
Pandeglang

Ratusan Warga Citeureup Geruduk PT JHL

post-img

PANDEGLANG - Ratusan warga Kampung Reunghas, Desa Citeureup, Kecamatan Panimbang melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor PT Jaya Hunian Lestari (JHL). Mereka menuntut agar perusahaan yang bergerak dalam bidang perkebunan ini mengatasi persoalan banjir.

Koordinator lapangan (Korlap) aksi Awang Gustiawan mendesak agar perusa­haan yang menggarap lahan 250 hektare segera menindaklanjuti tuntutan ma­syarakat. "Kami meminta tanggungjawaban dan komitmen PT JHL untuk menyelesaikan persoalan banjir. Karena semenjak ada PT JHL kami sering mengalami banjir dari Januari-Agustus 2022 ada lima kali banjir, dulu sebelum ada JHL paling dalam setahun cuma 1 kali," katanya kepada Radar Banten, kemarin.

Dijelaskan Awang, awalnya wilayah Citeureup tidak terkena banjir meski musim hujan dengan intensitas tinggi. Namun, setelah ada perusahaan tersebut, rumah warga kerap terkena dampak banjir. "Penggu­ndulan hutan di proyek perkebunan vanili tersebut menjadi salah satu faktor penyebab banjir sering terjadi di Desa Citeureup. Sebab ketika hutan dibabat habis, resapan air menjadi minim," ungkapnya.

"Di bawah irigasi kecil, belum lagi ada pendangkalan sungai, sehingga ketika turun hujan air tidak tertampung dengan baik dan langsung masuk ke pemukiman warga. Ini perlu ada solusi, harus diatasi segera," harapnya.

Peserta aksi lainnya Engkos Kosasih mendesak agar PT JHL membuat perjanjian untuk penyelesaian persoalan banjir. Apabila PT JHL tidak menyelesaikan persoalan ter­sebut warga mengancam menyegel proyek di perkebunan Vanili tersebut.

"Apabila tuntutan masyarakat tidak teralisasi, keselamatan warga diabaikan, maka hanya ada satu kata, lawan. Kita segel proyek PT JHL apabila masih diabaikan tuntutan kita," ujarnya.

Perwakilan PT JHL Azis mengajak kepada warga setempat agar melakukan diskusi dan menyampaikan segala tuntutannya. Dia berjanji, tuntutan yang disampaikan itu akan ditindaklanjuti sesuai dengan kemampuan perusahaan. 

"Kita akan selesaikan persoalan banjir ini, ayo kita bersama-sama untuk turun ke lapangan," katanya. (dib/tur)