Jaringan Warga Banten Bersatu (JBB) merupakan organisasi masyarakat yang tumbuh atas rasa kebersamaan dan kepedulian terhadap seni tradisional di Banten.
Memiliki ribuan anggota baik yang tinggal di Banten maupun seluruh Indonesia, JBB menjadi wadah terbangunnya silaturahmi dan paguyuban antar warga.
JBB resmi mengukuhkan ketua umum (ketum) dan jajaran pengurus, pada Minggu 31 Juli 2022. Organisasi masyarakat (ormas) ini siap menciptakan kerukunan antar umat beragama.
Acara pengukuhan Ketum dan Ketua DPD DPW dan DPC ini dilaksanakan di halaman Kantor Desa Cemplang, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Serang. Turut hadir Kuasa Hukum JBB Gidion Stephen Hutagalung, Darsuli, Qori Puspita Sari, Pendiri JBB Tubagus Apendi, para pengurus dan tokoh masyarakat.
Ketua Umum JBB Darul Taufik merupakan sosok lelaki yang dekat dengan warga. Kegemarannya pada dunia kesenian silat membawanya pada rasa ingin melestarikan dan menjaga budaya khas Banten tersebut.
”Dari kecil saya sudah belajar silat sama orangtua, melalui JBB ini, saya akan wujudkan mimpi masa kecil untuk terus melestarikan dan mengembangkan budaya silat,” kata pria yang akrab disapa Uu pada Radar Banten di Kantor Desa Cemplang, Kecamatan Ciomas.
Lelaki yang bekerja sebagai buruh pabrik ini, dalam kesehariannya senang beternak ayam. Kini, dengan jabatannya sebagai Ketum JBB, membuat Uu semakin bersemangat melestarikan budaya silat
”Kita akan menampung dan mengembangkan kesenian baik silat, tari, maupun debus melalui JBB ini,” tutur lelaki kelahiran Serang 6 April 1975 itu.
Selain itu, lanjut Uu, atas pengukuhan dirinya sebagai Ketum, menjadi motivasi untuk semakin memperat silaturahmi antar masyarakat Banten agar semakin kompak dan peduli satu sama lain.
”Jabatan Ketum ini sebuah amanah yang besar dan saya sangat bangga tentunya, kita siap ciptakan kerukunan antar umat beragama” kata Taufik kepada Radar Banten.
Taufik berpesan, agar semua anggota JBB selalu mengedepankan prestasi dan mengesampingkan kekerasan. ”Kita utamakan otak bukan otot,” pesannya.
Sekjen DPP JBB Agus ST menambahkan, ormas JBB menjaring anggota yang merupakan warga Banten di seluruh Indonesia. ”Kita anggota sudah ada 1000 lebih, yang sudah aktif ada di tiga provinsi, yaitu Jawa Barat, DKI Jakarta dan Banten,” tambahnya.
Agus menilai, kehadiran JBB bukan untuk sekedar eksistensi ormas, melainkan untuk bergandengan tangan bersama pemerintah daerah baik provinsi maupun kabupaten, untuk bersama-sama mengembangkan potensi baik kesenian maupun budaya di Banten.
Dijelaskan Agus, anggota JBB terdiri dari berbagai latar belakang baik pegiat seni tari, debus maupun silat, bahkan lintas agama sehingga JJB bisa menjadi penggerak perkembangan seni, serta perekat kerukunan antar umat beragama.
”Kita tidak anti terhadap agama lain, justru saling merangkul dan menjaga kerukunan,” ujarnya.
Hal ini sesuai dengan tagline atau moto JBB yakni hirup rukun ulah aya pasea atau hidup rukun jangan ada pertengkaran. (drp/bie)
Banten Hari Ini
- Utama
- Kab Serang
- Radar Serang
- Pandeglang
- Lebak - Viral
- Tangerang - Viral
- Olahraga
- Hukrim
- Love Story - Inspirasi
- Bisnis - Peluang Usaha
- Sambungan
- Cilegon
- Trendy
- Proud
- Cover Story
- Pesona Indonesia
- Legacy
- Kelurahan
- 18 PLUS
- MAMMY WOW
- ADVERTORIAL WARNA
- LRLA KOTA SERANG
- ADVERTORIAL BW
- KESEHATAN
- DP3AP2KB Kota Cilegon
- RADAR TRAVEL
- LPPD Tangerang
- 18 PLUS+
- ADV Pemkab Tangerang
- MOVIES
- PUPR LEBAK
- ADV PEMKAB PANDEGLANG
- GAN RB
- Serba Serbi Ramadan
- ADV PEMKAB PANDEGLANG 2
- HOBBY
- RAKYAT MEMILIH
- Potret Cilegon
- VIRAL
- LKBA Kabupaten Serang
- Academia Untirta
- INFO BHAYANGKARA
- INFO ADHYAKSA
