DECEMBER 9, 2022
Hukrim

Emak Sudah Turun Tangan, Rumah Tangga Tinggal Kenangan

post-img

Pelajaran hidup yang didapat Joko (32), nama samaran, setelah rumah tangganya dengan Lina (28), bukan nama sebenarnya, kandas di tengah jalan amatlah berharga. 

Gara-gara istri yang tak mau mengerti keadaan suami, kemudian hal itu diketahui oleh ibunya, Lina pun diusir ibu mertua. Astaga.

Joko mengakui, sikap dan tingkah laku mantan istrinya itu memang sudah ke­ter­laluan. Setiap ia hendak membuka usaha jualan di Pasar Kalodran lima tahun lalu, Lina selalu ogah-ogahan dan inginnya di rumah saja atau pergi jalan-jalan.

“Saya kan usahanya dari jualan, kalau enggak jualan mana bisa punya uang,” kata Joko saat curhat kepada Radar Banten di toko kelontongan miliknya di Pasar Ka­lodran, Rabu (15/9) sore.

Tapi Joko tidak memungkiri, semua itu ter­jadi memang merupakan salahnya sen­diri yang nekat menikahi gadis yang masih terlalu muda, belum punya pikiran dewasa dalam menjalani bahtera rumah tangga. “Saya ketemu sama Lina itu di Pasar, dia dibawa sama pamannya dari Boyolali,” katanya.

Melihat paras Lina yang cantik ditambah le­kukan tubuhnya yang seksi, Joko tak bisa menahan hasrat ingin menikahi. Apa­lagi, saat itu ia punya usaha sendiri yang dimodali orangtua. Toko klontongnya selalu ramai pembeli, penghasilannya ju­ga lumayan.

Maka dari itu, dengan kepercayaan diri ting­kat tinggi, Joko mendekati Lina dan berjanji bakal membuatnya hidup bahagia. Pa­man Lina yang merupakan penjual ke­tupat keliling pun sangat mendukung jika Joko berminat menikahi keponakannya itu. Maklumlah, Joko memang dikenal anak yang rajin, mau usaha, dan pekerja keras.

Sebenarnya saat itu Lina menolak dan m­emaksa ingin pulang ke kampung ha­laman. Tapi Joko terus merayu, menjanjikan di­belikan ini dan itu, bahkan bakal diajak jalan-jalan ke mana pun Lina mau. Sejak itu­lah Lina mulai bisa menerima Joko, me­reka sempat pacaran selama lima bulan.

Setelah sudah sama-sama saling cinta, Joko pun mengajak Lina bertemu ibunya dan meminta untuk menikah bulan depan. Sing­kat cerita, mereka sah menjadi suami istri dan menjalani hari baru penuh ke­bahagiaan. Sekarang, Joko tak bakal ke­se­pian lagi, ada Lina di rumah yang me­nunggu setiap malam.

Awalnya sih tak ada yang aneh dengan rumah tangga mereka, Joko justru makin se­mangat jualan. Matahari belum terbit, ia sudah membuka toko, bahkan karyawan­nya saja sampai ketinggalan terus. Hal itu membuat ibundanya yang juga memiliki toko klontong tak jauh dari toko Joko, se­makin bangga dan merasa tak salah men­dapatkan menantu seperti Lina.

Tapi seminggu kemudian, toko klontong Joko sering tutup. Awalnya sih cuma tutup se­hari, sampai tiga hari. Tapi setelah se­bulan berumah tangga, tutupnya bisa sam­pai seminggu dan berkali-kali. Hal itu membuat ibunya penasaran, kenapa Joko jadi malas-malasan begitu.

Ketika didatangi ke rumahnya, ternyata Jo­ko dan Lina baru saja pulang jalan-jalan dari Bandung. Waktu itu sih ibunya masih me­ngerti, namanya juga pengantin baru, pasti ingin menikmati masa-masa indah­nya berbulan madu. Tapi ternyata, se­ming­gu kemudian kejadian itu terulang lagi. “Habis dari Bandung, istri ngajak jalan-jalan lagi ke Bogor, haduh pusing,” keluhnya.

Empat hari mereka tak pulang dan Joko pun tak membuka tokonya. Dua orang kar­yawannya pun dibuat bingung, ujung-ujungnya mengadu ke ibunda Joko dan me­minta supaya bekerja di toko ibu saja, lebih jelas dan jarang libur. Soalnya mereka digaji per hari. “Ibu saya waktu itu nelpon, marah-marah,” katanya.

Keesokan harinya Joko kembali membuka toko dan ditegur ibunya langsung. Tapi, dua hari kemudian Joko datang meminta uang ke ibunya, katanya buat ongkos me­ngantar istrinya pulang kampung. Mendengar itu, ibunya marah-marah, ia memberi uang satu juta kepada Lina dan diminta jangan balik lagi ke Joko.

Lina yang terpancing emosi pun mem­ben­tak, keributan tak dapat dihindari. Ia langsung pulang, sedangkan Joko cuma bisa mengantar sampai terminal. Sejak itu­lah hubungan mereka putus sampai di situ. “Saya bingung, biarinlah, kan gi­mana pun juga saya harus nurut sama ibu,” pungkasnya.

Sekarang Joko sudah punya istri baru la­gi dan dikaruniai satu anak. (drp/air)