CILEGON – Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Kota Cilegon ikut menyoroti gagal lelangnya proyek infrastruktur di Kota Cilegon.
Sebagai mitra pemerintah, Kadin menyayangkan hal tersebut terjadi berulang-ulang kali hingga menghambat pembangunan infrastruktur di Kota Cilegon.
Ketua Kadin Kota Cilegon, Sahruji mengaku prihatin atas kondisi tersebut karena bukan hanya satu pekerjaan infrastruktur yang alami gagal lelang. Kemudian untuk satu pekerjaan pun gagal lelang sampai berkali-kali.
“Jembatan Ciberko itu bukan pertama kali gagal, tapi beberapa kali,” ujar Sahruji kepada wartawan di kantor Kadin Kota Cilegon, Kamis (15/9).
Tidak hanya proyek Jembatan Ciberko, Sahruji juga menyinggung soal gagal lelangnya perbaikan Jalan Ciwedus. Menurutnya hal itu sangat disayangkan lantaran proyek tersebut merupakan infrastruktur yang sangat dibutuhkan masyarakat.
Jembatan Ciberko misalnya, meski kondisi saat ini jambatan tersebut masih kokoh, tapi lebar jembatan yang menghubungan Jalan Lingkar Selatan dengan Kantor Kecamatan Cibeber itu sangat sempit.
Di sisi lain, akses tersebut sangat padat oleh aktivitas kendaraan masyarakat karena jalan tersebut menuju ke sejumlah lokasi penting seperti sekolah maupun kantor pemerintahan.
Sahruji menduga jika kembali gagal lelangnya proyek tersebut bukan karena persoalan administrasi, melainkan karena adanya permainan oknum tertentu.
“Jangan-jangan ini gagal lelangnya kami menduga bukan persoalan administrasi, bukan persoalan persyaratan, tetapi barangkali ada yang mau dijagokan kalah dengan perusahaan yang lain sehingga akhirnya digagalkan, mungkin ada titipan,” papar Sahruji.
Dugaan itu mencuat karena gagal lelang terjadi berkali-kali dan kemudian muncul wacana dilakukan lelang cepat.
Menurut Sahruji pada mekanisme tersebut banyak celah yang bisa dimainkan oleh oknum-oknum tertentu.
Sahruji mengaku selama ini tidak pernah sekalipun bermain pada proyek-proyek pemerintahan. Namun sebagai pimpinan organisasi yang menjadi mitra pemerintah Sahruji merasa Kadin perlu ikut mengawasi persoalan tersebut.
Harus ada evaluasi yang dilakukan di tubuh Dinas PUPR Kota Cilegon. Pimpinan organisasi harus bisa bersikap tegas dan professional dalam menyikapi persoalan yang terjadi tersebut.
Ia mengingatkan jika sisa waktu tahun 2022 sudah sangat sedikit, jika tidak ada niat serius maka persoalan infrastruktur di Kota Cilegon tidak akan kunjung bisa selesai ditangani.
“Nyatanya Ciwedus belum jelas, uang rakyat untuk apa kalau bukan untuk rakyat. Hari ini saya menyampaikan secara tegas kepada DPUPR agar supaya mengevaluasi kepada perangkatnya yang bekerja tolong profesional, ada apa ini pertanyaan masyarakat sehingga gagal lelang terus. Jangan-jangan ini kami menduga ada pengantin yang harusnya dapat tapi mungkin terlambat ikut tender karena informasi atau kalah sehingga yang menang dikatakan dengan bahasa umum gagal lelang. Kami bukan menuduh, tapi menduga,” papar Sahruji.
Sebelumnya, Kepala Dinas PUPR Kota Cilegon Heri Mardiana menjelaskan, kembali gagal lelangnya proyek Jemabtan Ciberko karena Bagian Pengadaan Barang dan Jasa menilai peserta lelang tidak ada yang memenuhi syarat.
Heri menegaskan jika tidak ada permainan dalam proses lelang proyek infrastruktur tersebut.
“Siapa pun pemenangnya kita tidak ada kepentingan, ternyata Barjas menilai ketiga peserta tidak memenuhi syarat,” ujar Heri. (bam/air)
Banten Hari Ini
- Utama
- Kab Serang
- Radar Serang
- Pandeglang
- Lebak - Viral
- Tangerang - Viral
- Olahraga
- Hukrim
- Love Story - Inspirasi
- Bisnis - Peluang Usaha
- Sambungan
- Cilegon
- Trendy
- Proud
- Cover Story
- Pesona Indonesia
- Legacy
- Kelurahan
- 18 PLUS
- MAMMY WOW
- ADVERTORIAL WARNA
- LRLA KOTA SERANG
- ADVERTORIAL BW
- KESEHATAN
- DP3AP2KB Kota Cilegon
- RADAR TRAVEL
- LPPD Tangerang
- 18 PLUS+
- ADV Pemkab Tangerang
- MOVIES
- PUPR LEBAK
- ADV PEMKAB PANDEGLANG
- GEN RB
- Serba Serbi Ramadan
- ADV PEMKAB PANDEGLANG 2
- HOBBY
- RAKYAT MEMILIH
- Potret Cilegon
- VIRAL
- LKBA Kabupaten Serang
- Academia Untirta
- INFO BHAYANGKARA
- INFO ADHYAKSA
- NUSANTARA metro disway
- FOKUS DISWAY
