DECEMBER 9, 2022
Tangerang - Viral

Komunitas Ojol Titip Aspirasi ke PKS Tolak Kenaikan BBM

post-img

SAMPAIKAN ASPIRASI: Komunitas Ojek online saat mendatangi fraksi PKS DPRD Kabupaten Tangerang, Kamis (15/9). (Mulyadi/Radar Banten)

TIGARAKSA- Komunitas ojek online (ojol) yang tergabung dalam Serikat Pe­­ngemudi Daring (Speed Com­mu­nity) dan Brother Hood Tangerang Ka­bupaten (Broh Tangkab) men­da­tangi kantor Fraksi PKS DPRD Ka­bupaten Tangerang, Kamis (15/9).

Kedatangan komunitas ojek online (ojol) disambut langsung Ketua Fraksi PKS DPRD Kabupaten Tangerang, Ahmad Syahril yang didampingi Wa­kil Ketua Fraksi PKS Sapri dan Se­kretaris Fraksi PKS Hidayatullah ser­ta Anggota Fraksi PKS Wishnu Yudhamukti dan Nawawi. Kedatangan mereka untuk menitipkan aspirasinya dan mendukung sikap politik PKS yang menolak kenaikan BBM.

Dalam kedatangannya bersama rombongan Ketua Speed Community Uwa Andi, menyampaikan duku­ngannya kepada PKS terkait menolak kenaikan BBM.

“Kami mendukung Fraksi PKS me­no­lak kenaikan BBM subsidi yang menyusahkan rakyat. Kami ber­teri­ma kasih telah diberikan kesem­pa­tan menyampaikan aspirasi se­bagai driver online yang kon­disinya saat ini sangat mem­prihatinkan,” tegas Uwa Andi.

Selain itu, mereka juga menyam­pai­­kan aspirasinya terkait adanya ta­rif lokal para pengemudi online di kabupaten Tangerang. Ditambah lagi adanya perang tarif pada aplikasi mem­buat mereka semakin sulit men­­dapatkan pendapatan yang mencukupi kebutuhan sehari-hari.

“Kami juga berharap dapat dila­ku­kan audiensi untuk para pengemudi online terkait pelayanan BPJS yang tidak memuaskan. Berikan advokasi kepada kami agar dapat mendaftarkan diri dalam program Jamkesda kabu­paten Tangerang,” pungkas dia.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Frak­si PKS DPRD Kabupaten Tange­rang Ahmad Syahril mengatakan butuh dukungan kebijakan bantuan resmi pemerintah untuk para pekerja ojol.

“Perlu adanya regulasi bantuan so­sial, bantuan kesehatan, minta difasilitasi hearing dengan dinas terkait,” jelas Syahril.

Lebih lanjut, Syahril mengung­kapkan, kenaikan BBM subsidi se­makin membe­ratkan para pengemudi Ojol ini.

“Ojol mengeluh dampak BBM naik tapi tarif hanya naik Rp. 500, untuk beli bensin 1 liter butuh 30 order dalam sehari agak berat,” jelas Syahril.

Diketahui, hadir dari pengurus ko­munitas Serikat Pengemudi Daring (Speed) dan Brother Hood Tangerang Kabupaten (BrohTangkab) yang di­ketuai Mas Gito. Membawahi 40 ko­munitas ojol dengan anggota 1600 ojol. (Mul/asp)