Seiring kopi menjadi trend di kalangan remaja, keberadaan kafe semakin menjamur di kawasan perkotaan, termasuk di Kota Cilegon.
Kafe-kafe mulai bermunculan sejak sebelum pandemi Covid-19 terjadi. Namun geliatnya mulai mengendor selama pandemi karena keluarnya aturan larangan berkumpul dan aktivitas tempat public dibatasi.
Mulai satu tahun terakhir, geliat kafe di Kota Cilegon kembali bergairah. Bahkan makin banyak kafe-kafe baru bermunculan.
Tapi, trend minat pengunjung ke kafe pun alami pergeseran dari sebelumnya datang ke kafe hanya untuk hangout dan nongkrong sambil menikmati secangkir kopi, kini sambil manghilangkan rasa lapar.
Daftar menu pun kini tidak hanya sekadar aneka jenis kopi, panas atau dingin, kentang sosis goreng, atau pisang goreng, tapi juga dilengkapi dengan aneka macam street food seperti rice bowl, bakso, ayam geprek, sate, dimsum, risol, dan street food lainnya.
Pengurus Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Cilegon sekaligus pengelola kafe Gue Cilegon, Rizki Irawan menjelaskan, trend street food masuk kafe mulai terjadi perkiraan jelang akhir tahun 2021 lalu.
“Tren konsumen di Cilegon banyaknya lebih mengarah ngopi sambil makan, bukan ngopi baca buku,” ujar Rizki kepada Radar Banten, Rabu (14/9).
Dijelaskan Rizki, banyak kafe yang sebelumnya hanya menyuguhkan kopi seperti kafe Arkara, Joya Boya, gram, kini juga menyuguhkan aneka macam street food.
Ia menduga hal itu terjadi lantaran pandangan masyarakat terhadap kopi itu sendiri telah berubah seiring waktu. Dulu, kopi seperti gaya hidup, kini, yang menjadi gaya hidup adalah nongkrong di cafenya, namun yang dinikmati bukan cuma kopi, tapi juga makanan.
“Ngopinya sekarang menjadi varian, gak lagi trendi, kalau dulu ngopi itu seperti fashion, bagian dari life style, kalau ke kafe yah buat ngopi saja. Sekarang life style itu hangout nya, nongkrongnya, tapi di cafenya mereka gak Cuma buat ngopi saja, tapi makan juga.
Dikatakan Rizki, saat ini di Kota Cilegon terdapat 129 kafe yang tercatat di PHRI, ia menduga bisa lebih dari itu. Dan mayoritas bermain di street food.
“kafe sekarang bermain di situ, bukan karena orang bosen, tapi kebutuhan kafe saat ini bukan sekadar kopi doang, tapi juga sebagai destinasi kuliner mereka,” kata Rizki. (bam/jek)
Banten Hari Ini
- Utama
- Kab Serang
- Radar Serang
- Pandeglang
- Lebak - Viral
- Tangerang - Viral
- Olahraga
- Hukrim
- Love Story - Inspirasi
- Bisnis - Peluang Usaha
- Sambungan
- Cilegon
- Trendy
- Proud
- Cover Story
- Pesona Indonesia
- Legacy
- Kelurahan
- 18 PLUS
- MAMMY WOW
- ADVERTORIAL WARNA
- LRLA KOTA SERANG
- ADVERTORIAL BW
- KESEHATAN
- DP3AP2KB Kota Cilegon
- RADAR TRAVEL
- LPPD Tangerang
- 18 PLUS+
- ADV Pemkab Tangerang
- MOVIES
- PUPR LEBAK
- ADV PEMKAB PANDEGLANG
- GAN RB
- Serba Serbi Ramadan
- ADV PEMKAB PANDEGLANG 2
- HOBBY
- RAKYAT MEMILIH
- Potret Cilegon
- VIRAL
- LKBA Kabupaten Serang
- Academia Untirta
- INFO BHAYANGKARA
- INFO ADHYAKSA
