DECEMBER 9, 2022
Lebak - Viral

Unesco Verifikasi Desa Siaga Tsunami

post-img

VERIFIKASI: Unesco melakukan verifikasi tsunami ready Desa Panggarangan, Kecamatan Panggarangan, Kamis (15/9). (UnesYusuf/Radar Banten)

LEBAK - Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) mengusulkan agar Desa Pang­garangan di Kecamatan Panggarangan di­te­tapkan sebagai Desa Siaga Tsunami alias Tsunami Ready. Usulan GMLS men­dapat dukungan dari National Tsunami Ready Board (NTRB) untuk mendapatkan Sertifikat Pengakuan (Certificate for Recognition) Tsunami Ready Community dari Intergovernmental Oceanographic Commission of UNESCO (IOC-UNESCO).

Usulan tersebut langsung ditindaklanjuti UNESCO. Organisasi Pendidikan, Keil­muan, dan Kebudayaan Internasional itu pun langsung turun ke Panggarangan un­tuk melakukan verifikasi lapangan. Verifikasi dilakukan selama 2 hari, yakni, Rabu (14/9) dan Kamis (15/9).

Verifikasi lapangan Tsunami Ready Community ini dihadiri UNESCO-IOC Ardito M. Kodijat, Ketua Gugus Mitigasi Lebak Selatan Anis Faisal Reza, Camat Panggarangan Ahmad Faidlullah, Sekretaris Desa Panggarangan Sahria, Kepala Stasiun Geofisika Klas I BMKG Ta­ngerang Suwardi, dan para kolaborator yang berpartisipasi.

Di sana, Unesco melakukan pengujian 12 indikator tsunami ready. Pada hari pertama membahas tentang indikator 1-8 yang mencakup tahap Asessmen dan Preparedness. Sedangkan di hari kedua membahas indikator 9-12 yang mencakup respons dan kunjungan lapangan di Pang­ga­rangan. Professional Officer for DRRTIU dan Head of IOC-UNESCO, Ardhito M. Ko­dijat menjelaskan, Pangga­rangan menjadi desa pertama di Banten yang mengupayakan indikator Tsunami Ready.

“Desa Panggarangan menjadi desa pertama di Banten yang mengupayakan in­dikator Tsunami Ready dan termasuk maju dalam hal pengembangan indi­katornya,” jelas Ardito.

Dari hasil verifikasi dokumen terkait in­dikator Tsunami Ready, Ardhito juga me­maparkan, terdapat dua indikator yang giat dikembangkan oleh Desa Pang­garangan sehingga menjadi dua poin penting yang dapat diberikan apresiasi.

“Saya menemukan indikator yang lemah di daerah lain tetapi di sini indikatornya sangat kuat,” ucap Ardhito.

Ketua Gugus Mitigasi Lebak Selatan Anis Faisal Reza mengatakan, verifikasi itu sendiri dilakukan guna meningkatkan kesiapsiagaan dan kesadaran masyarakat di pesisir pantai terhadap bencana gempa bumi dan tsunami, khususnya di Desa Panggarangan yang men­jadi daerah rawan bencana.

Menurutnya, keberadaan masyarakat sia­ga tsunami memiliki peran penting da­lam perekonomian. Setidaknya akan menum­buhkan rasa percaya diri dan rasa aman bagi wisatawan untuk berkun­jung ke objek wisata yang sudah siaga tsunami. 

“Tentunya jika Desa Panggarangan ini sudah diverifikasi dan diakui UNESCO se­bagai Desa siaga Tsunami tentunya itu akan berdampak pada rasa aman bagi para wisatawan,” pungkasnya. (mg-02/tur)