VERIFIKASI: Unesco melakukan verifikasi tsunami ready Desa Panggarangan, Kecamatan Panggarangan, Kamis (15/9). (UnesYusuf/Radar Banten)
LEBAK - Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) mengusulkan agar Desa Panggarangan di Kecamatan Panggarangan ditetapkan sebagai Desa Siaga Tsunami alias Tsunami Ready. Usulan GMLS mendapat dukungan dari National Tsunami Ready Board (NTRB) untuk mendapatkan Sertifikat Pengakuan (Certificate for Recognition) Tsunami Ready Community dari Intergovernmental Oceanographic Commission of UNESCO (IOC-UNESCO).
Usulan tersebut langsung ditindaklanjuti UNESCO. Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Internasional itu pun langsung turun ke Panggarangan untuk melakukan verifikasi lapangan. Verifikasi dilakukan selama 2 hari, yakni, Rabu (14/9) dan Kamis (15/9).
Verifikasi lapangan Tsunami Ready Community ini dihadiri UNESCO-IOC Ardito M. Kodijat, Ketua Gugus Mitigasi Lebak Selatan Anis Faisal Reza, Camat Panggarangan Ahmad Faidlullah, Sekretaris Desa Panggarangan Sahria, Kepala Stasiun Geofisika Klas I BMKG Tangerang Suwardi, dan para kolaborator yang berpartisipasi.
Di sana, Unesco melakukan pengujian 12 indikator tsunami ready. Pada hari pertama membahas tentang indikator 1-8 yang mencakup tahap Asessmen dan Preparedness. Sedangkan di hari kedua membahas indikator 9-12 yang mencakup respons dan kunjungan lapangan di Panggarangan. Professional Officer for DRRTIU dan Head of IOC-UNESCO, Ardhito M. Kodijat menjelaskan, Panggarangan menjadi desa pertama di Banten yang mengupayakan indikator Tsunami Ready.
“Desa Panggarangan menjadi desa pertama di Banten yang mengupayakan indikator Tsunami Ready dan termasuk maju dalam hal pengembangan indikatornya,” jelas Ardito.
Dari hasil verifikasi dokumen terkait indikator Tsunami Ready, Ardhito juga memaparkan, terdapat dua indikator yang giat dikembangkan oleh Desa Panggarangan sehingga menjadi dua poin penting yang dapat diberikan apresiasi.
“Saya menemukan indikator yang lemah di daerah lain tetapi di sini indikatornya sangat kuat,” ucap Ardhito.
Ketua Gugus Mitigasi Lebak Selatan Anis Faisal Reza mengatakan, verifikasi itu sendiri dilakukan guna meningkatkan kesiapsiagaan dan kesadaran masyarakat di pesisir pantai terhadap bencana gempa bumi dan tsunami, khususnya di Desa Panggarangan yang menjadi daerah rawan bencana.
Menurutnya, keberadaan masyarakat siaga tsunami memiliki peran penting dalam perekonomian. Setidaknya akan menumbuhkan rasa percaya diri dan rasa aman bagi wisatawan untuk berkunjung ke objek wisata yang sudah siaga tsunami.
“Tentunya jika Desa Panggarangan ini sudah diverifikasi dan diakui UNESCO sebagai Desa siaga Tsunami tentunya itu akan berdampak pada rasa aman bagi para wisatawan,” pungkasnya. (mg-02/tur)
Banten Hari Ini
- Utama
- Kab Serang
- Radar Serang
- Pandeglang
- Lebak - Viral
- Tangerang - Viral
- Olahraga
- Hukrim
- Love Story - Inspirasi
- Bisnis - Peluang Usaha
- Sambungan
- Cilegon
- Trendy
- Proud
- Cover Story
- Pesona Indonesia
- Legacy
- Kelurahan
- 18 PLUS
- MAMMY WOW
- ADVERTORIAL WARNA
- LRLA KOTA SERANG
- ADVERTORIAL BW
- KESEHATAN
- DP3AP2KB Kota Cilegon
- RADAR TRAVEL
- LPPD Tangerang
- 18 PLUS+
- ADV Pemkab Tangerang
- MOVIES
- PUPR LEBAK
- ADV PEMKAB PANDEGLANG
- GEN RB
- Serba Serbi Ramadan
- ADV PEMKAB PANDEGLANG 2
- HOBBY
- RAKYAT MEMILIH
- Potret Cilegon
- VIRAL
- LKBA Kabupaten Serang
- Academia Untirta
- INFO BHAYANGKARA
- INFO ADHYAKSA
