DECEMBER 9, 2022
Tangerang - Viral

Warga Didorong Mandiri Dalam Ketahanan Pangan

post-img

SIAP PANEN: Kelompok Wanita Tani Kelurahan Bugel menunjukan hasil pertanian pakcoy yang akan dipanen. Foto diambil Kamis (15/9).

TANGERANG-Pasca ke­naikan BBM bersubsidi, Pem­kot Tangerang langsung men­­­dorong kemandirian da­­lam ketahanan pangan.

Melalui kelompok wanita ta­ni (KWT), Pemkot Ta­nge­rang mengajarkan untuk ber­cocok tanam. Hanifa Wibowo Ketua KWT Kelurahan Bugel, Ke­­ca­matan Karawaci me­nga­takan, Dinas Ketahanan Pa­ngan (DKP) Pemkot Ta­nge­rang belum lama ini mem­­berikan keilmuan ber­tani modern yakni hidroponik seribu lubang.

“Program itu mengajari ma­syarakat Bertani tidak se­lalu dengan tanah, jadi bi­­­sa melalui model hidro­po­nik. Kami diberikan benih tanaman seperti pakcoy, kang­kung, selada dan lain-lain,” ujarnya, Kamis (15/9). 

Menurutnya, kini melalui ha­sil tanam kelompoknya te­lah mampu menghasilkan nilai ekonomis dari bertani. ”Da­ri situ, anggota KWT meng­­hasilkan pendapatan yang dapat diolah untuk kemandirian,” ujarnya.

Lebih jauh ia meng­ung­kap­kan, hasil dari tanam tersebut bernilai ekonomis yang dijual ke­pada lingkungan sekitar. “Ha­silnya kita alokasikan un­tuk kas, anggota dan pem­belian bibit lagi atau alat-alat pen­dukung lainnya untuk Ber­tani,” pungkasnya. 

Ibu Bowo bersama warga lain­nya dalam satu kali panen meng­aku mampu meng­ha­silkan hasil tani sebanyak 60 kilogram.

Sementara itu Kepala Bi­dang Pertanian Dinas Keta­ha­nan Pangan (DKP) Ibnu Ariefyanto menjelaskan, pi­hak­nya mem­berikan benih tanaman yang dapat mengun­tungkan. 

Benih tanaman yang diba­gikan diantaranya benih kang­­kung pakcoy slada ro­maine dan slada bohemia. “Kami mendorong KWT saat ini untuk dapat menghasilkan uang,”ujar Ibnu.

Dari keuntungan penjualan tersebut, nantinya bisa diba­gikan kepada masyarakat yang tidak mampu bisa yang warga terdampak kenaikan harga BBM atau juga warga yang mengalami stunting.(ful/asp)