DEMO: Ratusan warga Pantura Kabupaten Tangerang menggeruduk kantor Bupati Tangerang di kawasan Tigaraksa, Kamis (15/9). Mereka menuntut Resto Padi-padi Picnic agar ditutup. (Mulyadi/Radar Banten)
TIGARAKSA-Ratusan warga Pantura yang mengatasnamakan Forum masyarakat Pantura (Formatur) melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor Bupati Tangerang di Tigaraksa, Kamis (15/9). Mereka mendukung tempat wisata dan resto Padi-padi Picnic ditutup.
Dalam aksi tersebut, perwakilan Formatur tersebut Said Kosim mengatakan, warga menerima investor untuk berinvestasi di wilayah Pantura Kabupaten Tangerang. Soalnya, sangat menguntungkan bagi pemerintah Kabupaten Tangerang dan masyarakat setempat.
Namun, Padi-padi Picnic yang berada di Kecamatan Pakuhaji dinilai tidak menguntungkan siapapun. Baik Pemkab Tangerang maupun masyarakat. Apalagi Padi-padi Picnic tersebut belum memiliki izin.
“Saya sangat menyayangkan kepada Padi-padi Picnic yang kegiatannya tertutup. Mau berkunjung saja harus entry data terlebih dahulu,” katanya, Kamis (15/9).
Menurutnya, Padi-padi Picnic yang merupakan tempat wisata jauh dari kata mengembangkan usaha mikro kecil menengah (UMKM), karena tarif menunya pun sangat mahal
“Minum air kelapa saja di Padi-padi Picnic seharga Rp.70 ribu per buah. Dan aksi ini kami tidak ada titipan dari siapapun dan dari pihak manapun, karena ini aksi murni masyarakat,” terang Said Kosim yang juga Ketua Karang Taruna Kecamatan Pakuhaji ini
Said juga mengungkapkan, dirinya dan masyarakat Kecamatan Pakuhaji sangat mendukung Pemerintah Kabupaten Tangerang untuk segera melakukan tindakan kepada Padi-padi Picnic yang tidak mengurus perizinan, namun sudah berdiri bangunannya. Tempat tersebut juga dinilai tidak memberikan kontribusi kepada masyarakat sekitarnya.
“Kami sebagai masyarakat siap mendampingi Pemkab Tangerang dalam melakukan tindakan penegakan Peraturan Daerah (Perda) terhadap Padi-padi Picnic tersebut,” tukasnya.
Sementara, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Tangerang Soma Atmaja menambahkan, kegiatan aksi Forum Masyarakat Pantura ini menjadi bahan pertimbangan terhadap tempat wisata dan resto Padi-padi Picnic yang berada di Kecamatan Pakuhaji
“Soal penutupan dan lain sebagainya merupakan bagian dari opsi kami, dan akan kami pertimbangkan,” ujar Soma
Soma menambahkan, untuk Padi-padi Picnic ini setahu dirinya baru terdapat izin restorannya saja. Karena izin restoran bisa masuk melalui OSS.
“Namun izin persetujuan bangunan gedung atau PBG nya belum mengajukan. Dan dengan berdasarkan pertimbangan jika tempat tersebut harus ditutup, kenapa tidak,” tukasnya. (mul/asp)
Banten Hari Ini
- Utama
- Kab Serang
- Radar Serang
- Pandeglang
- Lebak - Viral
- Tangerang - Viral
- Olahraga
- Hukrim
- Love Story - Inspirasi
- Bisnis - Peluang Usaha
- Sambungan
- Cilegon
- Trendy
- Proud
- Cover Story
- Pesona Indonesia
- Legacy
- Kelurahan
- 18 PLUS
- MAMMY WOW
- ADVERTORIAL WARNA
- LRLA KOTA SERANG
- ADVERTORIAL BW
- KESEHATAN
- DP3AP2KB Kota Cilegon
- RADAR TRAVEL
- LPPD Tangerang
- 18 PLUS+
- ADV Pemkab Tangerang
- MOVIES
- PUPR LEBAK
- ADV PEMKAB PANDEGLANG
- GAN RB
- Serba Serbi Ramadan
- ADV PEMKAB PANDEGLANG 2
- HOBBY
- RAKYAT MEMILIH
- Potret Cilegon
- VIRAL
- LKBA Kabupaten Serang
- Academia Untirta
- INFO BHAYANGKARA
- INFO ADHYAKSA
