DECEMBER 9, 2022
Tangerang - Viral

Warga Pantura Desak Padi-padi Picnic Ditutup

post-img

DEMO: Ratusan warga Pantura Kabupaten Tangerang menggeruduk kantor Bupati Tangerang di kawasan Tigaraksa, Kamis (15/9). Mereka menuntut Resto Padi-padi Picnic agar ditutup. (Mulyadi/Radar Banten)

TIGARAKSA-Ratusan warga Pan­tura yang mengatasnamakan Forum m­asyarakat Pantura (Formatur) me­lakukan aksi unjuk rasa di depan kantor Bupati Tangerang di Tigaraksa, Ka­mis (15/9). Mereka mendukung tem­pat wisata dan resto Padi-padi Picnic ditutup. 

Dalam aksi tersebut, perwakilan For­­matur tersebut Said Kosim menga­ta­kan, warga menerima investor untuk berinvestasi di wilayah Pantura Ka­bupaten Tangerang. Soalnya, sa­ngat menguntungkan bagi pemerintah Kabupaten Tangerang dan masyarakat setempat.

Namun, Padi-padi Picnic yang ber­ada di Kecamatan Pakuhaji dinilai ti­dak menguntungkan siapapun. Baik Pemkab Tangerang maupun ma­sya­rakat. Apalagi Padi-padi Picnic ter­sebut belum memiliki izin.

“Saya sangat menyayangkan kepada Padi-padi Picnic yang kegiatannya tertutup. Mau berkunjung saja harus entry data terlebih dahulu,” katanya, Kamis (15/9).

Menurutnya, Padi-padi Picnic yang meru­pakan tempat wisata jauh dari kata mengembangkan usaha mikro kecil menengah (UMKM), karena tarif menunya pun sangat mahal

“Minum air kelapa saja di Padi-padi Picnic seharga Rp.70 ribu per buah. Dan aksi ini kami tidak ada titipan da­ri siapapun dan dari pihak mana­pun, karena ini aksi murni masya­rakat,” terang Said Kosim yang juga Ketua Karang Taruna Kecamatan Pakuhaji ini

Said juga mengungkapkan, dirinya dan masyarakat Kecamatan Pakuhaji sangat mendukung Pemerintah Ka­bupaten Tangerang untuk segera me­lakukan tindakan kepada Padi-pa­di Picnic yang tidak mengurus per­­izinan, namun sudah berdiri ba­ngu­nannya. Tempat tersebut juga dinilai tidak memberikan kontribusi kepada masyarakat sekitarnya.

“Kami sebagai masyarakat siap men­dampingi Pemkab Tangerang da­lam melakukan tindakan penega­kan Peraturan Daerah (Perda) terha­dap Padi-padi Picnic tersebut,” tukasnya.

Sementara, Kepala Dinas Pena­naman Modal dan Pelayanan Terpadu Sa­tu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Ta­ngerang Soma Atmaja menam­bahkan, kegiatan aksi Forum Masya­rakat Pantura ini menjadi bahan pertimbangan terhadap tempat wisata dan resto Padi-padi Picnic yang ber­ada di Kecamatan Pakuhaji 

“Soal penutupan dan lain sebagainya merupakan bagian dari opsi kami, dan akan kami pertimbangkan,” ujar Soma

Soma menambahkan, untuk Padi-padi Picnic ini setahu dirinya baru terdapat izin restorannya saja. Karena izin restoran bisa masuk melalui OSS.

“Namun izin persetujuan bangunan gedung atau PBG nya belum meng­ajukan. Dan dengan berdasarkan pertimbangan jika tempat tersebut harus ditutup, kenapa tidak,” tukasnya. (mul/asp)