SERANG-Dinas Pertanian (Distan) Provinsi Banten hingga 14 Juni 2022 mencatat sebanyak 753 hewan ternak terpapar penyakit mulut dan kuku (PMK). Data Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Veteriner Distan Provinsi Banten, dari total tersebut jenis hewan terinfeksi virus PMK yaitu, sapi 636 ekor, kerbau 69 ekor, kambing 36 ekor dan domba 12 ekor.
Angka tersebut, tersebar di Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, Kabupaten Serang dan Kabupaten Pandeglang, dengan tingkaf kesembuhan dari hewan ternak yang terinfeksi PMK mencapai 316 ekor.
Diketahui, PMK atau Anthrax penyakit viral yang sangat menular. Virus ini menyerang semua hewan berkuku belah atau genap. Penyebabnya virus, perkembangbiakan melalui spora. Sporanya ini bisa hidup lama di lingkungan, sehingga sulit sekali diberantas spora virus antrax juga bisa hidup tahan lama di tulang, kelenjar, susu serta produk susu.Tepati, tidak menular kepada manusia,
Gejala hewan terkena PMK kategori ringan adalah ternak menjadi lesu, tidak nafsu makan, demam melepuh pada mulut terutama pada lidah dan gusi serta mengeluarkan air liur berlebih. ”Per 14 Juni 753 kasus. Namun, kita punya tingkat kesembuhan sebanyak 316 ekor,” ujar Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Veteriner pada Distan Provinsi Banten Ari Mardiana, Kamis (16/6).
Menurut Ari, peternak dan masyarakat tak perlu panik atas kejadian tersebut, karena tidak menular kepada manusia. Hanya pada hewan ternak saja. Seperti, sapi, kerbau, kambing dan domba. ”Dari sifat genetiknya sapi lebih rentan terdampak PMK,” katanya.
Ari menambahkan, jelang Idul Adha perlu ada pengetatan lalu lintas terhadap hewan ternak, khususnya dari wilayah yang telah banyak terinfeksi PMK. ”Perlu dihindari khususnya dari daerah Aceh dan Jawa Timur,” katanya.
Ari mengatakan, PMK ini memang membuat peternak dan masyarakat panik. Ini karena waktu dekat memasuki Idul Adha. ”Panik karena memang kebutuhan hewan untuk berkurban di Idul Adha tinggi,” katanya.
Untuk itu, Ari menyarankan beberapa langkah sebagai antisipasinya. Di antaranya, mengontrol lalulintas hewan dan produk hewan, mengkarantina hewan sakit, peningkatan biosecurity di kandang, peternakan dan pasar hewan.
Kemudian, memotong hewan terinfeksi PMK atau hewan yang kontak dengan hewan terinfeksi, membersihkan dan disinfeksi semua peralatan seperti mobil kandang dan baju, pembuangan bangkai, peralatan dan produk hewan yang terkontaminasi di daerah yang terinfeksi. ”Kalau efektif memang perlu vaksinasi pada hewan ternak yang rentan terpapar,” katanya.
Kepala Distan Provinsi Banten Agus M Tauchid mengatakan, secara umum untuk peta penyebaran PMK di Banten kini hanya menyisakan 3 kabupaten/kota yang masuk zona hijau.”Perkembangan kasus di Banten, di 3 kabupaten/kota zona hijau atau zero yaitu Kabupaten Lebak, Kota Serang dan Kota Cilegon,” katanya.
Agus menegaskan, pihaknya telah melakukan pengetatan jalur keluar masuk hewan ternak. Banten tak menerima hewan ternak yang berasal dari daerah endemis seperti Aceh dan Jawa Timur. ”Prioritaskan provinsi yang bukan merupakan endemis PMK,” terangnya. (fdr/nda)
Banten Hari Ini
- Utama
- Kab Serang
- Radar Serang
- Pandeglang
- Lebak - Viral
- Tangerang - Viral
- Olahraga
- Hukrim
- Love Story - Inspirasi
- Bisnis - Peluang Usaha
- Sambungan
- Cilegon
- Trendy
- Proud
- Cover Story
- Pesona Indonesia
- Legacy
- Kelurahan
- 18 PLUS
- MAMMY WOW
- ADVERTORIAL WARNA
- LRLA KOTA SERANG
- ADVERTORIAL BW
- KESEHATAN
- DP3AP2KB Kota Cilegon
- RADAR TRAVEL
- LPPD Tangerang
- 18 PLUS+
- ADV Pemkab Tangerang
- MOVIES
- PUPR LEBAK
- ADV PEMKAB PANDEGLANG
- GAN RB
- Serba Serbi Ramadan
- ADV PEMKAB PANDEGLANG 2
- HOBBY
- RAKYAT MEMILIH
- Potret Cilegon
- VIRAL
- LKBA Kabupaten Serang
- Academia Untirta
- INFO BHAYANGKARA
- INFO ADHYAKSA
