LEBAK - Bupati Iti Octavia Jayabaya siap memperjuangkan honorer di Lebak yang nasibnya tidak jelas setelah terbitnya Surat Edaran (SE) Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Nomor B/185/M.SM.02.03/2022. Pemerintah daerah komitmen dalam memenuhi kebutuhan sumber daya manusia, khususnya dalam pelayanan publik.
“Kemungkinan tahun depan kita belanja anggaran untuk pembangunan akan berkurang drastis, karena tadi itu kita akan membuka formasi baru untuk P3K karena tadi itu Pemerintah akan melakukan penghapusan tenaga honorer,” kata Iti usai menyerahkan Surat Keputusan (SK) Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) di Alun-alun Rangkasbitung, Kamis (16/6).
Bahkan, politisi Partai Demokrat ini akan siap untuk didemo para aktivis jika pembangunan sarana infrastruktur berjalan lambat, dikarenakan Pemkab Lebak harus mengalokasikan dana lebih untuk P3K.
“Saya rela didemo karena jalan rusak, tapi saya memprioritaskan bagaimana hajat hidup orang banyak terutama dalam rangka kemanusiaan dan kesejahteraan para tenaga honorer,” jelasnya.
Dirinya pun meminta kepada Pemerintah Pusat untuk menambah kuota tenaga P3K karena diketahui sendiri banyak guru honorer di Lebak yang sudah berjuang dan mengabdi selama puluhan tahun.
“Kita minta formasi P3K ditambah, karena kalau CASN kan kita sudah tahu ada batas usianya hanya 35 tahun. Sedangkan tenaga honorer guru kita itu banyak yang usianya lebih dari 40 tahun, karena sudah mengabdi 15 sampai 20 tahun,” paparnya.
Sementara itu, Ela Miladiah dan Eroh Rohanah tidak kuat menahan tangis setelah menerima SK P3K dari Bupati Iti Octavia Jayabaya di Alun-alun Rangkasbitung, Kamis (16/6). Keduanya kemudian memeluk Bupati Iti sambil mengungkapkan momen ini telah dinantikan selama 19 tahun. Karena para guru tersebut telah cukup lama sebagai guru honorer.
“Sudah 19 tahun jadi guru honorer. Saya kerja dari 2003 dan alhamdulillah di tahun sekarang bisa diangkat P3K,” kata Ela.
Dia mengaku, selama dirinya menjadi guru honorer di SDN 1 Guradog, Kecamatan Curugbitung, ia dan teman-temannya sudah berjuang untuk mendapatkan haknya. Karena selama ini dirinya pernah mendapatkan gaji Rp200 ribu per bulan.
“Gaji memang nggak bisa diharapkan, tapi karena jiwa kita niatnya untuk membangun Sumber Daya Manusia (SDM), maka kita ikhlas. Kita jalani terus walaupun susah. Alhamdulillah semua perjuangan itu dibayar tuntas hari ini,” ujarnya.
Diketahui ada 1.585 CASN dan P3K yang menerima SK dari Bupati Lebak. Dengan rincian CASN 192 orang, P3K non guru 39 orang, dan 1.354 P3K guru. (mg-02/tur)
Yusuf Permana/Radar Banten
MENYALAMI PEGAWAI: Bupati Iti Octavia Jayabaya menyalami P3K dan CASN yang menerima SK pengangkatan dari pemerintah daerah, kemarin.
Banten Hari Ini
- Utama
- Kab Serang
- Radar Serang
- Pandeglang
- Lebak - Viral
- Tangerang - Viral
- Olahraga
- Hukrim
- Love Story - Inspirasi
- Bisnis - Peluang Usaha
- Sambungan
- Cilegon
- Trendy
- Proud
- Cover Story
- Pesona Indonesia
- Legacy
- Kelurahan
- 18 PLUS
- MAMMY WOW
- ADVERTORIAL WARNA
- LRLA KOTA SERANG
- ADVERTORIAL BW
- KESEHATAN
- DP3AP2KB Kota Cilegon
- RADAR TRAVEL
- LPPD Tangerang
- 18 PLUS+
- ADV Pemkab Tangerang
- MOVIES
- PUPR LEBAK
- ADV PEMKAB PANDEGLANG
- GAN RB
- Serba Serbi Ramadan
- ADV PEMKAB PANDEGLANG 2
- HOBBY
- RAKYAT MEMILIH
- Potret Cilegon
- VIRAL
- LKBA Kabupaten Serang
- Academia Untirta
- INFO BHAYANGKARA
- INFO ADHYAKSA
