DECEMBER 9, 2022
Bisnis - Peluang Usaha

Mendag Zulhas: Kita Ingin Pedagang dan Pembeli Bahagia

post-img

Hari Pertama Kerja Pantau Pasar

JAKARTA – Hari pertama bertugas, Menteri Perdagangan RI Zulkifli Hasan langsung tancap gas memantau Pasar Cibubur di Jakarta Timur, Kamis (16/6). 

Dengan hadir di pasar, melihat stok pangan, dan mendengar langsung keluh kesah para pedagang dan pembeli, Mendag Zulhas, demikian Zulkifli Hasan akrab disapa, dapat merumuskan berbagai strategi pena­nganan masalah pangan secara na­sio­nal dengan prinsip keadilan se­hingga pedagang dan pembeli bahagia.

Turut mendampingi Mendag Zulhas yaitu Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga dan Sekretaris Jen­deral Kemendag Suhanto.

“Sebelum rapat-rapat, justru (kunju­ngan ke pasar) ini yang penting. Saya dengarkan langsung tadi keluhan pedagang dan masyarakat pembeli. Harga-harga barang kebutuhan pokok harus segera kita kendalikan dan cari solusinya. Kasihan rakyat,” ujar Mendag Zulhas dikutip dari siaran pers.

Mendag Zulhas menegaskan, Kemen­terian Perdagangan harus menjadi regulator yang adil. Dengan prinsip keadilan, persoalan-persoalan bisa diurai. “Kemendag harus menjadi yang paling depan mengatur prinsip keadilan dalam perdagangan. Regulasi harus adil. Pedagang dan pembeli harus jujur, seimbang, dan saling memberikan maslahat satu sama lain. Pembelinya bahagia. Pedagang bahagia. Jangan sampai ada yang menimbun, menahan harga, dan lainnya,” katanya.

Prinsip keadilan, tegas Mendag Zulhas, harus dikedepankan. Orien­tasi­nya untuk kesejahteraan rakyat. “Kita mulai dari sini. Saya ingin pedagang dan pembeli bahagia. Adil, saling memberikan kebaikan satu sama lain. Itu berkah namanya,” tan­das Mendag Zulhas.

Terkait minyak goreng, Mendag Zulhas memaparkan, segera me­ngambil kebijakan agar harga minyak goreng curah dapat dikemas dengan kemasan sederhana dan terkendali di harga Rp14.000 per liter.

Selain mengecek harga di Pasar Cibubur, Mendag Zulhas juga men­dengarkan keluh kesah para pedagang dan pembeli. Pedagang daging dan telur bernama Eti menge­luhkan terus naiknya harga sembako yang mem­buatnya kesulitan menjual dengan harga yang menguntungkan.

“Dari sananya sudah mahal, terpaksa kita ambil untung hanya sedikit. Kalau mahal, tidak ada yang mau membeli. Semua jadi susah. Bukan hanya pembeli, pedagang juga bingung soal harga ini, Pak,” katanya.

Dalam kesempatan ini, secara pribadi Mendag Zulhas memberi hadiah perjalanan umroh kepada sepasang suami istri yang berjualan sembako di Pasar Cibubur, bernama Warman dan Eli Nurliah.

Keduanya sempat terharu dan meniti­kkan air mata 

“Kami sangat bersyukur. Terima kasih kepada Pak Menteri yang sudah memperhatikan para pedagang,” tutur Eli Nurliah.

Di Pasar Cibubur terpantau minyak goreng curah mendapat pasokan rutin dengan harga jual ke konsumen akhir sebesar Rp14.000 per liter. Sementara minyak goreng kemasan pre­mium dijual dengan harga Rp24.000 per liter. Untuk komoditas lain, yaitu gula dijual Rp14.000 per kg, tepung terigu kemasan Rp12.000 per kg, telur ayam ras Rp29.000 per kg, daging ayam Rp40.000 per kg, daging sapi Rp140.000 per kg,cabai merah keriting Rp90.000 per kg, cabai merah besar Rp90.000 per kg, cabai rawit merah Rp110.000 per kg, bawang merah Rp60.000 per kg, bawang putih honan Rp30.000 per kg, serta bawang putih kating Rp42.000 per kg.

Seperti diketahui, Zulkifli Hasan dilantik sebagai Men­teri Perdagangan RI pada Rabu (15/6) menggantikan Muhammad Lutfi. Sesuai harapan Presiden Jokowi, Mendag Zulhas diharapkan fokus mengurusi masalah-masalah perdagangan dalam negeri. 

Dipilihnya Zulhas dipercaya Presiden Jokowi bisa menye­lesaikan persoalan yang ada, mulai dari masalah rantai pasok hingga melambungnya harga-harga barang kebu­tuhan pokok (bapok), terma­suk minyak goreng.

Presiden Jokowi meman­dang, Zulhas memiliki penga­laman dan rekam jejak yang panjang dan akan sangat bagus untuk Menteri Perdaga­ngan. Urusan pangan dan makanan memerlukan penga­laman lapangan dan me­merlukan kerja lapa­ngan. Melihat langsung persoalan utama yang berkaitan dengan kebutuhan pokok rakyat menjadi kunci utama kebutuhan pokok di dalam negeri. (bie)