DECEMBER 9, 2022
Sambungan

PPATK Bekukan 21 Rekening Khilafatul Muslimin

post-img

JAKARTA-Sebanyak 21 rekening Khilafatul Muslimin dibekukan oleh PPATK (Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan). 

Direktur Analisis Transaksi PPATK Maryanto mengungkapkan bahwa 21 rekening Khilafatul Muslimin dibekukan berdasarkan permintaan dari Polda Metro Jaya. 

Dalam melakukan penyelidikan terhadap Khilafatul Muslimin, Polda Metro Jaya berkolaborasi dengan PPATK dan 21 rekening Khilafatul Muslimin dibekukan. 

“PPATK pasti dan akan selalu mendukung dan mensupport para penyidik dalam menangani kasus yang melanggar hukum,” ujar Maryanto, Kamis 16 Juni 2022. 

Maryanto menambahkan tindakan yang telah dilakukan PPATK dalam kasus ormas Khilafatul Muslimin ialah 21 rekening Khilafatul Muslimin dibekukan untuk sementara yang ada di beberapa bank. 

Dilansir dari pmjnews.com, hal tersebut dilakukan agar penyidik bisa mendalami aliran dana dari ormas Khilafatul Muslimin. 

“Tentu hal ini memberikan kesempatan kepada para penyidik untuk mendalami lebih lanjut keterkaitan antara pemilik rekening, aliran dana, kemudian pengirim dana dan penerima dana dan sebagainya,” sambungnya. 

Maryanto menyebutkan bahwa aliran dana dalam rekening Khilafatul Muslimin yang dibekukan tersebut belum dilakukan penyitaan. 

“Pertama, ini belum ada penyitaan. Nanti yang menyita penyidik sedangkan PPATK hanya memberhentikan penghentian sementara, atau pembekuan sementara,” jelasnya. 

Masih dengan Maryanto, sebagaimana kita ketahui bahwa aliran dana itu ibarat urat nadinya suatu kejahatan.

Kalau urat nadinya itu kita putus, mereka akan kesulitan bergerak. 

Saat aliran dananya diberhentikan sementara, saldo dalam rekening mereka tidak signifikan dikarenakan uang yang masuk rekening segera diambil 

Begitu kita hentikan sementara, bukan berarti dalam rekening tersebut tidak bisa dilakukan transfer masuk atau setoran tunai.

“Tidak begitu. Jadi tetap bisa masuk tapi tidak bisa keluar. Saya gak paham berapa. Tapi saat dilakukan penghentian sementara, nilainya tidak signifikan,” tutup Maryanto. (disway.id/alt)