UJI KOMPETENSI: Sekretaris Daerah Kota Serang Nanang Saefudin foto bersama pejabat eselon II di lingkungan Pemkot Serang usai pembukaan Ukom di Le Semar Hotel, Jumat (16/9).
SERANG – Sebanyak 15 pejabat eselon II di lingkungan Pemkot Serang memulai pelaksanaan uji kompetensi (ukom) di Hotel Le Semar, Kota Serang, Jumat (16/9). Belasan pejabat tersebut dinilai telah memenuhi syarat minimal satu tahun menjabat sebagai kepala organisasi perangkat daerah (OPD).
Ukom ini dilakukan untuk pengisian jabatan kosong pada organisasi perangkat daerah (OPD) sebelum pelaksanaan seleksi terbuka atau open bidding. Kelima belas pejabat yaitu Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Poppy Nopriadi, Sekretaris Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (Sekwan) Mam’un Chudori, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Wahyu Nurjamil.
Kemudian, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Ritadi, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Wachyu B Kristiawan, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kusna Ramdani, Staf Ahli Walikota Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Subagyo, Kepala Dinas Perhubungan Heri hadi, Asisten Administrasi Umum Imam Rana.
Selanjutnya, Staf Ahli Walikota Bidang Pembangunan, Ekonomi Dan Keuangan Yudi Suryadi, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) M Ikbal, Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Achmad Benbela, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (DinkopUKMperindag) Wasis Dewanto, Kepala Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan KB (DP3AKB) Anthon Gunawan, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Alpedi.
Pelaksanaan ukom, Pemkot Serang telah menetapkan lima orang Panitia Seleksi (Pansel) yang telah disetujui Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN). Yaitu Nanang Saefudin unsur Pemkot Serang, Lalu Atharussalam Rais (unsur tokoh masyarakat), Komarudin (unsur profesional), Prof Fatah Sulaiman (Untirta), dan Prof Encep Syafrudin (UIN SMH Banten).
“Peserta ada 15 orang (pejabat eselon II) yang mengikuti kegiatan ukom. Ukom untuk mutasi dan rotasi eselon II. Jadi pesertanya cuma eselon II,” ujar Ketua Tim Panitia Seleksi (Pansel) Nanang Saefudin kepada Radar Banten usai membuka acara.
Sekda Kota Serang itu mengatakan, pelaksanaan ukom dilakukan berdasarkan Peraturan Badan Kepegawaian Negara (BKN) Nomor 26 Tahun 2019 tentang Peraturan Badan Kepegawaian Negara tentang Pembinaan Penyelenggaraan Penilaian Kompetensi Pegawai Negeri Sipil.
“Ukom ini, mengidentifikasi keahlian, pengetahuan dan karakteristik pribadi yang dibutuhkan untuk mencapai kinerja terbaik OPD Pemkot Serang,” katanya.
Menurut Nanang, penilaian kompetensi dilakukan saat organisasi akan memutuskan kriteria suksesan yang tepat dan menghubungkannya dengan kemampuan yang dibutuhkan oleh seorang pegawai untuk melaksanakan pekerjaannya. “Penilaian kompetensi proses membandingkan, kompetensi yang dimiliki pegawai negeri sipil dengan kompetensi jabatan yang dipersyaratkan. Salah satu metode yang digunakan untuk kompetensi pegawai ada assessment,” katanya.
Menurut Nanang, Metode Assessment center merupakan metode terstandar dilakukan untuk mengukur kompetensi da prediksi keberhasilan pegawai dalam suatu jabatan dengan menggunakan beberapa alat ukur atau simulasi berdasarkan kompetensi jabatan dan dilakukan oleh beberapa orang assessor. “Apabila diakitkan dengan ASN, mengumpulkan informasi ASN menggunakan alat atau instrument sebagai alat pengumpul informasi,” terangnya.
Nanang mengungkapkan, tahapan Ukom sesuai dengan hasil rekomendasi dari KASN setelah assessment rampung. Maka, pekan depan, pihaknya akan melaksanakan wawancara. “Setelah assessment pekan depan wawancara,” katanya.
Terpisah, Walikota Serang Syafrudin mengatakan, ukom dilaksanakan dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada masyarakat Kota Serang. “Bukan rotasi besar-besaran. Ini kan dalam rangka perbaikan kinerja. Jadi kalau perbaikan kinerja ya sesuai dengan kompetensi,” katanya.
Syafrudin menegaskan, 15 kepala OPD yang ikut ukom bukan dalam rangka rotasi atau pun evaluasi besar-besaran. “Bukan. Belum ada rencana. Ada juga namanya bekerja itu ada kejenuhan, kekurangan. Dalam rangka itu kita perbaiki supaya mereka semangat,” terangnya. (fdr/bie)
Banten Hari Ini
- Utama
- Kab Serang
- Radar Serang
- Pandeglang
- Lebak - Viral
- Tangerang - Viral
- Olahraga
- Hukrim
- Love Story - Inspirasi
- Bisnis - Peluang Usaha
- Sambungan
- Cilegon
- Trendy
- Proud
- Cover Story
- Pesona Indonesia
- Legacy
- Kelurahan
- 18 PLUS
- MAMMY WOW
- ADVERTORIAL WARNA
- LRLA KOTA SERANG
- ADVERTORIAL BW
- KESEHATAN
- DP3AP2KB Kota Cilegon
- RADAR TRAVEL
- LPPD Tangerang
- 18 PLUS+
- ADV Pemkab Tangerang
- MOVIES
- PUPR LEBAK
- ADV PEMKAB PANDEGLANG
- GAN RB
- Serba Serbi Ramadan
- ADV PEMKAB PANDEGLANG 2
- HOBBY
- RAKYAT MEMILIH
- Potret Cilegon
- VIRAL
- LKBA Kabupaten Serang
- Academia Untirta
- INFO BHAYANGKARA
- INFO ADHYAKSA
