DECEMBER 9, 2022
Sambungan

Bjorka Belum Tertangkap, Polri Keluarkan Imbauan

post-img

KETERANGAN : Juru Bicara Divisi Humas Polri Kombes Ade Yaya Suryana saat memberikan keterangan di Mabes Polri, Jumat (16/9). (Fransiskus Adryanto Pratama/JPNN.com)


JAKARTA – Mabes Polri mengimbau ke­pada masyarakat agar tidak mengikuti perbuatan mengumbar data pribadi orang lain seperti dilakukan hacker Bjorka. Im­bauan itu disampaikan Juru bicara Divisi Humas Polri Kombes Ade Yaya Suryana pada Jumat (16/9). 

“Jangan mengikuti perbuatan dari Bjorka dalam menyebar data yang bersifat pribadi ke publik melalui media apa pun,” kata Kombes Ade di Mabes Polri, Jumat (16/9). Baca 

Perwira menengah Polri itu juga meminta seluruh masyarakat lebih waspada dengan data pribadi masing-masing. “Tetap was­pada menjaga data pribadinya, tidak di­benarkan untuk mendukung dan mem­fasilitasi penyebaran data pribadi secara ilegal sesuai dengan undang-undang,” tegasnya. 

MAH sebelumnya ditangkap pada Rabu (14/9) sekitar pukul 18.30 WIB dan sempat disebut-sebut sebagai hacker Bjorka. Be­lakangan terungkap bahwa pria tersebut bukan Bjorka. Polisi menyebut MAH hanya membantu hacker alias peretas Bjorka. Motifnya agar terkenal dan mendapatkan uang.

Ade menyebut MAH merupakan bagian dari kelompok yang berperan sebagai pe­nyedia kanal Telegram Bjorkanism. 

“Selanjutnya, kanal Telegram tersebut di­gunakan untuk mengunggah informasi yang berada pada Breach Two,” ujar Ade. Meskipun berstatus tersangka, MAH tidak ditahan. Polisi juga belum memerinci pasal yang dilanggar pemuda itu.


BANTU BJORKA

Pemuda asal Madiun, Jawa Timur ber­inisial MAH (21) tidak ditahan meskipun be­r­status tersangka kasus dugaan ke­bo­cor­an data yang melibatkan Bjorka. Hal tersebut diungkap Juru Bicara Divisi Humas Polri Kombes Ade Yaya Suryana. “Tidak dilakukan penahanan karena kooperatif,” kata Kombes Ade di Mabes Polri, Jumat (16/9). 

MAH membantu hacker alias peretas Bjorka demi terkenal dan mendapatkan uang. Ade menyebut MAH merupakan bagian dari kelompok yang berperan se­bagai penyedia kanal Telegram Bjorkanism. “Selanjutnya, kanal Telegram tersebut di­gunakan untuk menunggah informasi yang berada pada Breach Two,” ujarnya. 

Menurut Ade, tersangka MAH telah meng­unggah konten sebanyak tiga kali. Antara lain, pada 8 September 2022 yang mengunggah konten ‘Stop Being Idiot’, pada 9 September 2022 dengan konten The Next Leaks Will Come From The Pre­sident of Indonesia, dan 10 September 2022 dengan konten ‘To support people who are by holding demonstranse in In­donesia’.

Sebelumnya, MAH yang diduga peretas Bjorka ditangkap tim siber Mabes Polri di Madiun, Jawa Timur, Rabu (14/9) pukul 18.30 WIB. (jpnn/air)