KETERANGAN : Juru Bicara Divisi Humas Polri Kombes Ade Yaya Suryana saat memberikan keterangan di Mabes Polri, Jumat (16/9). (Fransiskus Adryanto Pratama/JPNN.com)
JAKARTA – Mabes Polri mengimbau kepada masyarakat agar tidak mengikuti perbuatan mengumbar data pribadi orang lain seperti dilakukan hacker Bjorka. Imbauan itu disampaikan Juru bicara Divisi Humas Polri Kombes Ade Yaya Suryana pada Jumat (16/9).
“Jangan mengikuti perbuatan dari Bjorka dalam menyebar data yang bersifat pribadi ke publik melalui media apa pun,” kata Kombes Ade di Mabes Polri, Jumat (16/9). Baca
Perwira menengah Polri itu juga meminta seluruh masyarakat lebih waspada dengan data pribadi masing-masing. “Tetap waspada menjaga data pribadinya, tidak dibenarkan untuk mendukung dan memfasilitasi penyebaran data pribadi secara ilegal sesuai dengan undang-undang,” tegasnya.
MAH sebelumnya ditangkap pada Rabu (14/9) sekitar pukul 18.30 WIB dan sempat disebut-sebut sebagai hacker Bjorka. Belakangan terungkap bahwa pria tersebut bukan Bjorka. Polisi menyebut MAH hanya membantu hacker alias peretas Bjorka. Motifnya agar terkenal dan mendapatkan uang.
Ade menyebut MAH merupakan bagian dari kelompok yang berperan sebagai penyedia kanal Telegram Bjorkanism.
“Selanjutnya, kanal Telegram tersebut digunakan untuk mengunggah informasi yang berada pada Breach Two,” ujar Ade. Meskipun berstatus tersangka, MAH tidak ditahan. Polisi juga belum memerinci pasal yang dilanggar pemuda itu.
BANTU BJORKA
Pemuda asal Madiun, Jawa Timur berinisial MAH (21) tidak ditahan meskipun berstatus tersangka kasus dugaan kebocoran data yang melibatkan Bjorka. Hal tersebut diungkap Juru Bicara Divisi Humas Polri Kombes Ade Yaya Suryana. “Tidak dilakukan penahanan karena kooperatif,” kata Kombes Ade di Mabes Polri, Jumat (16/9).
MAH membantu hacker alias peretas Bjorka demi terkenal dan mendapatkan uang. Ade menyebut MAH merupakan bagian dari kelompok yang berperan sebagai penyedia kanal Telegram Bjorkanism. “Selanjutnya, kanal Telegram tersebut digunakan untuk menunggah informasi yang berada pada Breach Two,” ujarnya.
Menurut Ade, tersangka MAH telah mengunggah konten sebanyak tiga kali. Antara lain, pada 8 September 2022 yang mengunggah konten ‘Stop Being Idiot’, pada 9 September 2022 dengan konten The Next Leaks Will Come From The President of Indonesia, dan 10 September 2022 dengan konten ‘To support people who are by holding demonstranse in Indonesia’.
Sebelumnya, MAH yang diduga peretas Bjorka ditangkap tim siber Mabes Polri di Madiun, Jawa Timur, Rabu (14/9) pukul 18.30 WIB. (jpnn/air)
Banten Hari Ini
- Utama
- Kab Serang
- Radar Serang
- Pandeglang
- Lebak - Viral
- Tangerang - Viral
- Olahraga
- Hukrim
- Love Story - Inspirasi
- Bisnis - Peluang Usaha
- Sambungan
- Cilegon
- Trendy
- Proud
- Cover Story
- Pesona Indonesia
- Legacy
- Kelurahan
- 18 PLUS
- MAMMY WOW
- ADVERTORIAL WARNA
- LRLA KOTA SERANG
- ADVERTORIAL BW
- KESEHATAN
- DP3AP2KB Kota Cilegon
- RADAR TRAVEL
- LPPD Tangerang
- 18 PLUS+
- ADV Pemkab Tangerang
- MOVIES
- PUPR LEBAK
- ADV PEMKAB PANDEGLANG
- GAN RB
- Serba Serbi Ramadan
- ADV PEMKAB PANDEGLANG 2
- HOBBY
- RAKYAT MEMILIH
- Potret Cilegon
- VIRAL
- LKBA Kabupaten Serang
- Academia Untirta
- INFO BHAYANGKARA
- INFO ADHYAKSA
