DECEMBER 9, 2022
Lebak - Viral

Kades Diminta Update DTKS

post-img

BLT BBM: PT Pos Indonesia menyalurkan bantuan BLT BBM kepada ratusan KPM di Desa Gemuruh, Kecamatan Cileles, kemarin. (Yusuf Permana/Radar Banten)

LEBAK - Anggota Komisi VIII DPR RI Mochamad Hasbi Asyidiki Jayabaya me­lakukan monitoring dan evaluasi (monev) penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) BBM di Desa Gumuruh, Ke­camatan Cileles, Jumat (16/9). Putera mantan Bupati Lebak Mulyadi Jayabaya ini meminta kepala desa update Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) tiap bulan. 

“BLT ini diberikan untuk menjaga daya be­li masyarakat agar tetap tinggi, nilainya me­mang tidak seberapa, hanya Rp600 ribu. Tapi semoga ini bisa membantu me­reka yang membutuhkan,” kata Hasbi ke­pada wartawan, kemarin.

Di Desa Gumuruh ada 511 Keluarga Pe­nerima Manfaat (KPM) BLT BBM. Me­reka akan mendapatkan BLT Rp150 ribu selama 4 bulan. Selain itu, KPM juga mendapatkan bantuan pangan non tunai (BPNT) dan sembako. Sehingga setiap KPM mendapatkan bantuan Rp500 ribu, dengan rincian Rp300 ribu BLT BBM, Rp200 ribu bantuan sembako.

BLT BBM diperuntukan untuk masyarakat ekonomi rendah dengan penghasilan di bawah Rp3,5 juta. BLT digunakan untuk membeli berbagai kebutuhan pokok.

“Pada momentum ini kami di Komisi VIII datang untuk memberi pemahaman bahwa pemerintah akan selalu hadir dalam keadaan apapun. Pemerintah akan hadir terus memperhatikan warganya,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Hasbi pun me­minta para Kepala Desa (Kades) di Le­bak untuk selalu mengupdate DTKS gu­na memastikan bantuan yang disalurkan te­pat sasaran bagi warga yang mem­bu­tuhkan. Hal itu sesuai dengan Undang-undang Nomor 13 Tahun 2011 tentang Penanganan Fakir Miskin.

“Kita minta kepada para Kades untuk aktif memperbaharui DTKS setiap bulan, karena saya tadi saja mendengar secara langsung ada warga kurang mampu yang seharusnya mendapatkan bantuan malah tidak dapat. Hal itu tidak boleh dibiarkan,” ungkapnya.

Sementara itu, Deputi EVP Regional II Jakarta & Pjs Executive Vice President PT POS Joniar Sinaga menjelaskan, pi­haknya sudah menyalurkan BLT BBM dari Kementerian Sosial (Kemensos) kepada 85.585 KPM di Lebak.

“Di Lebak ini ada 131.701 KPM yang me­nerima BLT BBM Kemensos. Alham­du­lillah hingga kemarin kita sudah me­nyalurkan BLT BBM kepada 65 % penerima di 28 kecamatan dan hari ini kita akan menyalurkan BLT BBM untuk 22 ribu KPM,” terangnya.

Dijelaskannya, PT Pos sendiri memiliki 3 metode penyaluran BLT BBM, yakni penyaluran secara langsung ke penerima Disabilitas, Lansia, dan KPM yang meng­alami sakit. Kedua, penyaluran di ko­mu­nitas, seperti di kantor desa dan terakhir di kantor layanan Pos terdekat.

"Kami PT Pos Indonesia telah diberikan amanah untuk menyalutkan BLT kepada masyarakat. Amanah ini akan kita jaga hingga para KPM bisa menerima secara langsung bantuan tersebut," tukasnya. (mg-02/tur)