DECEMBER 9, 2022
Bisnis - Peluang Usaha

Neraca Perdagangan Kembali Surplus

post-img

JAKARTA – Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan mengungkapkan, Indo­nesia kembali mencetak surplus per­dagangan pada Agustus 2022 sebesar USD 5,76 miliar. Surplus Agustus 2022 disumbang oleh surplus perdagangan nonmigas sebesar USD 7,74 miliar dan defisit perdagangan migas sebesar USD 1,98 miliar.

“Surplus perdagangan Agustus 2022 melanjutkan tren surplus secara be­runtun sejak Mei 2020. Indonesia masih berhasil mempertahankan rekor surplus perdagangan selama 28 bulan berturut-turut,” kata Mendag Zulkifli Hasan, Jumat (16/9), dalam siaran pers. 

Surplus perdagangan nonmigas Indonesia Agustus 2022, kata dia, masih didorong oleh perdagangan dengan beberapa negara mitra dagang utama. India menjadi negara mitra dagang yang menyumbangkan surplus terbesar dengan nilai sebesar USD 1,81 miliar. Kemudian, diikuti Amerika Serikat dengan USD 1,65 miliar. Negara ketiga penyumbang surplus terbesar adalah Filipina dengan nilai USD 1,09 miliar.

Secara kumulatif, neraca perdagangan Januari-Agustus 2022 mengalami surplus USD 34,92 miliar. Angka tersebut jauh melebihi capaian surplus perdagangan periode yang sama tahun 2021 yang hanya mencapai USD 20,71 miliar. Surplus perdagangan Januari-Agustus 2022 ditopang surplus nonmigas USD 51,67 miliar serta defisit migas sebesar USD 16,76 miliar.

“Dengan tingginya surplus perdagangan Januari-Agustus 2022, Indonesia diperkirakan dapat menciptakan rekor surplus perdagangan melebihi 2021,” ujar Mendag.

Mendag juga menyampaikan, ekspor Agustus 2022 mencatatkan rekor tertinggi sepanjang sejarah dengan nilai mencapai mencapai USD 27,91 miliar. Nilai ini memecahkan rekor sebelumnya yang dicapai pada April 2022 lalu (USD 27,32 miliar). Kinerja ekspor pada Agustus ini ditopang ekspor non migas Indonesia senilai USD 26,19 miliar dan ekspor migas sebesar USD 1,72 miliar.

Kinerja impor pada Agustus 2022 juga mengalami kenaikan. Impor Indonesia tercatat sebesar USD 22,15 miliar, naik 3,77 persen dari bulan sebelumnya (MoM) dan naik 32,81 persen dari bulan Agustus tahun sebelumnya (yoy). 

“Kenaikan total impor dipicu oleh naiknya impor nonmigas sebesar 9,23 persen (mom), sementara impor migas turun 16,92 persen (mom),” jelas Mendag. (bie)